triggernetmedia.com – Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot secara resmi membuka Gawai Serumpun Tampun Juah, sekaligus Ngudua Tampun Juah musyawarah adat di Kampung Segumon, Desa Lubuk Sabuk, Kecamatan Sekayam. Jumat (12/8/2022).
Pada kesempatan ini, Yohanes Ontot berpesan kepada masyarakat adat untuk tetap menjaga 3 pilar utama sebagai petuah etnisitas yang harus dipertahankan.
“Kita menjadi orang dayak ini harus bisa mempertahankan 3 hal, yang pertama berdaulat di bidang pemerintahan. Suka tidak suka ini harus. Untuk itu mulai dari sekarang kita harus bisa mempersiapkan pemuda dayak ini untuk bisa bersaing di dunia pemerintahan dan politik,” ujarnya.
Wabup Yohanes Ontot juga berpesan kepada masyarakat agar tanah adat yang ada harus tetap dijaga, karena itu merupakan sumber ekonomi bagi masyarakat.
“Kemudian yang kedua berdaulat di bidang ekonomi. Hak adat yang kita miliki harus bisa kita pertahankan. Salah satunya tanah adat itu harus kita jaga, dari situlah masyarakat dayak ini bisa meningkatkan ekonomi. Dengan jumlah yang ada ini, sisanya harus bisa kita pertahankan, karena pengelolaannya ini sudah sangat luar biasa,” pesannya.
Dia juga meminta masyarakat Dayak untuk mengenal jati dirinya sendir, sehingga bisa menghargai adat istiadat budaya Dayak.
“Terakhir berdaulat di bidang adat itu sendiri. Masyarakat harus tahu jati dirinya, jangan sampai dia lupa asal muasalnya sendiri, itu bahaya. Harapannya diri kita sendiri bisa menghargai adat istiadat dan budaya yang ada,” tandasnya.
Pada sesi Ngudua Tampun Juah dengan Tema “Bangkit dan Pulih”. Wabup Yohanes Ontot juga menjadi narasunber atau penbicara.
Dalam pembahasan musyawarah adat tersebut antar lain membahas tentang hak-hak masyarakat adat Dayak bersama unsur pemerintah yang bersinergi, sekaligus berkomitmen membangun rumah budaya atau rumah betang.




