triggernetmedia.com – Rombongan jemaah haji Provinsi Kalimantan Barat tiba di Pontianak pada Jum’at (29/7/2022). Rombongan jemaah haji asal Sambas, Pontianak, Kubu Raya dan Mempawah tiba di Pontianak ini disambut langsung oleh Gubernur Sutarmidji di pelataran Hotel Kapuas Palace Pontianak.
Kepala Kementerian Agama Wilayah kalimantan Barat H. Syahrul Yadi, Ketua DPRD Kab. Sambas H. Abu Bakar dan beberapa Kepala Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat serta para Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi Kalimantan Barat turut serta menyambut kedatangan jemaah haji Kalimantan Barat ini dari tanah suci.
Pada kesempatan ini Gubernur Sutarmidji berpesan kepada jemaah terutama yang masih harus menginap di Pontianak untuk langsung beristirahat dan tetap menjaga kondisi tubuh agar tetap fit,mengingat perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan dari Jeddah ke Batam dilanjutkan ke Pontianak.
“Tidak hanya itu, selama 42 hari para jemaah dituntut untuk melaksanakan seluruh rangkaian dan rukun ibadah haji yang sangat menguras tenaga.,” kata Gubernur Sutarmidji.
“Saya mengimbau kepada para jemaah untuk tetap teguh dan konsisten dalam beramal sholeh seperti yang telah dilakukan selama melaksanakan ibadah haji. Semoga semua itu membekas pada diri kita agar kemabruran haji kita tetap terjaga. Saya juga mengajak kepada semua jemaah untuk tergabung dalam Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), guna tetap menjaga silaturahmi satu sama lain antar jemaah,” katanya menambahkan.

Sebagai informasi, sejak Kamis (28/7/2022) Gubernur Kalimantan Barat H. Sutarmidji menyambut langsung kedatangan jemaah haji asal Kalbar di hotel Kapuas Palace Pontianak.
Orang nomor satu di Kalimantan Barat ini menyampaikan, dari 1.152 jamaah haji asal Kalbar yang berangkat ke tanah suci seluruhnya dalam keadaan baik, walaupun ada satu jemaah yang diketahui terkonfirmasi positif Covid-19 hasil tes PCR dan saat ini sedang menjalani perawatan di Batam.
“Hasil PCR disana positif, jadi harus karantina 5 hari kedepan semoga cepat kembali pulih. Untuk jemaah yang negatif tidak perlu dikarantina lagi, namun dianjurkan tetap menjaga kesehatan,” ungkapnya.




