triggernetmedia.com – Pemerintah Kabupaten Ketapang menyambut baik adanya diskusi yang diinisiasi oleh sekretariat bersama, multi pihak pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan di Ketapang. Apalagi hot isu yang dibahas dalam diskusi tersebut terkait pencegahan karhutlabun berbasis restorasi gambut.
“Kami nilai sangat tepat dan kekinian serta menjadi atensi para pihak multi stakeholder, terutama menjelang musim panas atau musim kemarau,” kata Staf Ahli Bupati bidang Perekonomian dan Pembangunan Junaidi Firawan. Rabu (22/12/2021).
Junaidi Firawan mengaku, hal tersebut juga disampaikannya saat membuka Kegiatan Diskusi Pencegahan Karhutla Berbasis Restorasi Gambut, sekaligus mewakili Pemerintah Kabupaten Ketapang, pada Selasa (21/12/2021) bertempat di Hotel Grand Zuri Ketapang.
Junaidi menyebut, Pemerintah Kabupaten Ketapang sebenarnya telah berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla.
“Diantaranya dengan melakukan penilitian dan kajian, kemudian melakukan penyusunan grand desain pencegahan karhutlabun, sekaligus perumusan rencana aksi jangka pendek dan jangka panjang dan menginisiasi kerja sama dengan badan restorasi gambut dan mangrove (BRGM),” sebutnya.
“Peran serta kelompok peduli api atau apapun namanya, serta keikutsertaan kelembagaan adat dan desa, harus dikedepankan dalam pencegahan karhutlabun berbasis restorasi gambut di Kabupaten Ketapang ini,” ujarnya.
Junaidi menambahkan, keterlibatan masyarakat sekitar kawasan menjadi keharusan. Tanpa adanya hal tersebut, upaya yang telah diprogramkan tidak akan tercapai secara maksimal.
“Pendampingan lembaga-lembaga NGO-LSM akan semakin mendorong program ini tepat sasaran dan tentu saja dampak Karhutlabun dapat diminimalisir,” katanya lagi.




