triggernetmedia.com – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menyatakan menyambut baik dan mengapresiasi program Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas OSO Pontianak secara virtual dari Ruang Analis Kantor Gubernur Kalbar, kepada Mahasiswa Baru, Senin (4/10/2021).
“Saya mengapresiasi program PKKMB dan lahirnya Universitas OSO. Kehadiranya di Kalbar, menambah Perguruan Tinggi yang ada. Hal ini nantinya akan berpengaruh terhadap peningkatan sumber daya manusia di Kalimantan Barat,” kata Sutarmidji.
Ia pun kekudian berpesan, ketika perkuliahan dilaksanakan dengan metode tatap muka, Universitas OSO Pontianak harus bisa melakukan uji petik kepada mahasiswa dan mahasiswi setiap dua minggu sekali dan dibantu dari Dinas Kesehatan guna melihat ada tidaknya penyebaran virus covid tersebut.
“Sudah hampir 2 tahun perkuliahan tatap muka ditiadakan. Kalau ada perkuliahan tatap muka, saya harap protokol kesehatan tetap dijaga, karena apabila ada 1 orang mahasiswa yang terjangkit, maka akan terjadi penyebaran kepada yang lain, sehingga ini menjadi perhatian penting bagi kita bersama,” ujar Sutarmidji mengingatkan.
Sebagai informasi, Universitas OSO digagas oleh Bapak Dr. (H.C.) Oesman Sapta Odang. Sebagai anak negeri yang lahir di Sukadana, Kalimantan Barat, OSO memiliki mimpi untuk memajukan dunia pendidikan di tanah air. Akan tetapi, karena berbagai kesibukan, langkah pertama dari mimpi itu baru terealisasi pada tahun 2015, dengan dibentuknya Yayasan Pendidikan OSO di depan Notaris Herlina Pakpahan, S.H.
Akta Yayasan Pendidikan OSO ini kemudian disahkan dengan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia Nomor AHU-0012655 AH.01.04 Tahun 2015 tanggal 7 September 2015.
Kemudian, Januari 2020 Universitas OSO mendapat izin operasional melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 172/M/2020 tanggal 31 Januari 2020. di Perguruan Tinggi ini, ada lima (5) program studi yang diizinkan yaitu hukum, manajemen, kimia, biologi, dan ilmu kelautan. (*)



