banner 468x60

57 Pegawai KPK Dipecat, Novel: Firli Cs Tunjukkan Keberanian Melawan Hukum

Trigger Netmedia - 16 September 2021
57 Pegawai KPK Dipecat, Novel: Firli Cs Tunjukkan Keberanian Melawan Hukum
Penyidik KPK nonaktif Novel Baswedan saat aksi di gedung KPK lama, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (15/9/2021). - (Suara.com/Welly)

triggernetmedia.com – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi nonaktif Novel Baswedan tak bisa menyembuyikan kesedihannya atas keputusan pimpinan KPK yang dikomandoi Firli Bahuri Cs dengan mengeluarkan Surat keputusan memecat 57 pegawai yang tidak lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) pertanggal 30 September 2021.

“Saya lebih dari 20 tahun sebagai penegak hukum sedih. Coba kami bisa bayangkan. KPK bukan milik pimpinan KPK saja, tapi milik rakyat Indonesia, ketika KPK dipimpin oleh orang yang berani melanggar hukum yang berani menantang hukum. Saya bisa menduga setidak-tidaknya berani di atas pemerintah ini suatu hal yang luar biasa,” kata Novel di depan Gedung KPK Lama, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (15/9/2021).

Maka itu, Novel menilai bahwa sikap pimpinan KPK yang memberhentikan 57 pegawai adalah suatu tindakan sangat luar biasa. KPK sama sekali tidak melihat adanya proses yang janggal dalam proses TWK.

Dimana Ombudsman RI telah menyatakan adanya maladministrasi dalam proses TWK. Ditambah temuan 11 pelanggaran Hak Asasi Manusia oleh Komnas HAM yang kini tengah direkomendasikan ke Presiden Joko Widodo.

Meskipun, kata Novel, Mahkamah Agung (MA) dan Mahkamah Konstitusi (MK) telah menolak gugatan terkait TWK. Namun, apa yang diputuskan oleh MK dan MA hanya sebatas norma.

“Jadi saya kira permasalahan ini menunjukkan satu di antaranya pimpinan KPK menunjukkan seperti berani melawan hukum,” ujarnya.

“Bagaimana mungkin ada penegak hukum yang bisa kita harapkan, ketika yangbersangkutan adalah orang-orang yang berani melawan hukum, itu kesedihan yang luar biasa. Kami adalah orang-orang yang memilih jalan untuk berjuang di KPK, jalan untuk memberantas korupsi dengan sungguh-sungguh, masalah korupsi masalah yang serius, penting dan sensitif,” tambah Novel.

Novel menyebut bersama pegawai KPK nonaktif lainnya telah menyadari bahwa memberantas korupsi memiliki tugas yang berat. Tapi, semua itu pilihan para pegawai KPK yang disingkirkan untuk memilih jalan tersebut untuk Indonesia terbebas dari korupsi.

“Kami akan selalu sampaikan bahwa setiap langkah yang kami lakukan, kami sadar dengan segala risikonya dan kami akan berbuat sebaik-baiknya,” tuturnya.

Novel menyebut penyingkiran 57 pegawai KPK yang tidak lulus TWK akan menjadi catatan sejarah. Menurut Novel mereka sudah mengabdi kepada negara untuk melakukan pemberantasan korupsi.

“Setidaknya sejarah akan mencatat kami berbuat baik. Kalaupun ternyata, negara memilih atau pimpinan KPK dibiarkan untuk tidak dikoreksi prilakunya melanggar hukum, masalahnya bukan karena kami. Tapi kami berupaya memberantas korupsi yang sungguh-sungguh ternyata justru kami yang diberantas. Tentu ini kesedihan yang serius saya kira ini juga dirasakan seluruh rakyat Indonesia,” imbuhnya.

Sebelumnya, KPK resmi mengumumkan memberhentikan 57 pegawai KPK tak lulus dalam TWK dengan hormat pada 30 September 2021.

Adapun sebanyak enam pegawai KPK yang sempat diberi kesempatan untuk ikut pelatihan bela negara akan pula diberhentikan bersama 51 pegawai KPK yang dinyatakan telah memiliki rapor merah karena tidak lulus TWK.

“Terhadap 6 orang pegawai KPK yang dinyatakan tidak memenuhi syarat dan diberi kesempatan mengikuti pendidikan dan pelatihan bela negara serta wawasan kebangsaan, namun tidak mengikutinya. Maka tidak bisa diangkat menjadi aparatur sipil negara dan akan diberhentikan dengan hormat per tanggal 30 september 2021,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, jakarta Selatan, Rabu.

“Memberhentikan dengan hormat kepada 51 orang pegawai kpk yang dinyatakan tidak memenuhi syarat per tanggal 30 September 2021,” tambahnya.

Pengumuman pemberhentian 57 pegawai ini dipercepat oleh KPK. Sepatutnya para pegawai KPK yang tidak lulus TWK akan selesai masa baktinya sebagai pegawai KPK pada 1 November 2021.

 

Sumber : Suara.com

Tinggalkan Komentar

Terkini

Lewat Professional Womens Week, Desainer Nina Nugroho Asah Keberdayaan Kaum Perempuan

Lewat Professional Womens Week, Desainer Nina Nugroho Asah Keberdayaan Kaum Perempuan

Fashion   Headline   Infotainment   Lifestyle   Nasional   News   Serba-serbi   Trend
Presiden Jokowi Serukan Peralihan Batu Bara ke Energi Baru Terbarukan

Presiden Jokowi Serukan Peralihan Batu Bara ke Energi Baru Terbarukan

Headline   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Timnas Putri Indonesia Siap Berlaga di Kualifikasi Piala Asia 2022

Timnas Putri Indonesia Siap Berlaga di Kualifikasi Piala Asia 2022

Headline   Internasional   Kabar Arena   Nasional   Sport
Persija vs Persipura, Braif Fatari dan Novri Setiawan Masih Absen

Persija vs Persipura, Braif Fatari dan Novri Setiawan Masih Absen

Headline   Kabar Arena   News   Sport   Superliga
Belum Mendapatkan Vaksin Covid-19, 3.000 Nakes Prancis Ditangguhkan

Belum Mendapatkan Vaksin Covid-19, 3.000 Nakes Prancis Ditangguhkan

Headline   Internasional   Kesehatan   News   Sorotan   Sospolhukam
Taliban Hapus Kementerian Perempuan, Diganti dengan Kementerian Kebajikan

Taliban Hapus Kementerian Perempuan, Diganti dengan Kementerian Kebajikan

Headline   Internasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Tasya Farasya Tiru Makeup Gigi Hadid di Met Gala, Dipuji Cantik Nggak Ada Obat

Tasya Farasya Tiru Makeup Gigi Hadid di Met Gala, Dipuji Cantik Nggak Ada Obat

Gosip   Headline   Infotainment   Lifestyle   Selebritis   Serba-serbi   Trend
Seksi Banget! 10 Gaya Alyssa Daguise Pamer Bahu Mulus

Seksi Banget! 10 Gaya Alyssa Daguise Pamer Bahu Mulus

Gosip   Headline   Infotainment   Lifestyle   Selebritis   Serba-serbi   Trend
Presiden Jokowi Divonis Bersalah soal Pencemaran Udara, Ini Hukumannya

Presiden Jokowi Divonis Bersalah soal Pencemaran Udara, Ini Hukumannya

Headline   lingkungan   Maritim   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Soal 3 Periode dan Perpanjangan Masa Jabatan Presiden, PDIP Pastikan Menolak

Soal 3 Periode dan Perpanjangan Masa Jabatan Presiden, PDIP Pastikan Menolak

Headline   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam

SITE LOCATION REKLAME

Streaming triggernetmedia.com