banner 468x60

Pemerintah Fokus Pada Penanganan COVID-19, Revisi PP 109 Bukan Prioritas

Trigger Netmedia - 29 Juli 2021
Pemerintah Fokus Pada Penanganan COVID-19, Revisi PP 109 Bukan Prioritas
Virus Corona Covid-19 masih menjadi momok.  - (Shutterstock)

triggernetmedia.com – Rencana revisi PP 109/2012 tentang Pengamanan Bahan yang mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan terus bergulir. Mengingat besarnya dampak negatif Covid-19 pada kesehatan dan perekonomian nasional, revisi tersebut dianggap tidak urgen.

Asisten Deputi Pengembangan Industri, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI Atong Soekirman mengatakan, bahwa PP 109 tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan masih relevan sehingga tidak perlu direvisi.

“Berdasarkan arahan dari Pak Menko, memang intinya PP 109/2012 itu masih relevan dan komplet, hanya saja bagaimana implementasinya menjadi krusial. Jadi pimpinan menyampaikan bahwa belum ada tuntutan urgen untuk merevisi PP 109/2012 saat ini,” ujarnya ditulis Kamis (29/7/2021).

Kemenko Perekonomian juga mempertimbangkan sektor industri yang tertekan, khususnya di tengah pandemi COVID-19 yang belum teratasi dan pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

“Kami selesaikan dulu pandemi dan pemulihan ekonomi nasional. Khususnya industri tembakau kami berharap tidak berdampak terlalu dalam untuk industri sehingga produksi tembakau dan harganya bisa terjaga,” ujarnya dalam Diseminasi Kebijakan Pertembakauan dan Dampaknya terhadap Petani dan Industri Hasil Tembakau (IHT), Implementasi PP 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.

Atong mengatakan pihaknya melihat tidak ada urgensi dari revisi PP 109/2012 karena pada dasarnya peraturan tersebut masih ideal untuk mengatasi masalah kesehatan.

“Kemenko perekonomian tetap berkomitmen untuk isu kesehatan ini. oncern kita adalah pembatasan konsumsi dan turunnya prevalensi rokok terhadap anak. Untuk hal ini semua sudah diatur kementerian dan lembaga, melalui cukai tembakau dan PP 109/2012 cukup relevan untuk mengatur ini,” katanya.

Data Badan Pusat Statistik yang berbasis pada Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2021 menunjukkan adanya penurunan angka prevalensi merokok pada anak. Pada tahun 2018, prevalensi merokok anak sebesar 9,65% menurun menjadi 3,81% di tahun 2020.

Adapun, wacana revisi PP 109/2012 memicu pro dan kontra dari berbagai pihak. Poin revisi yang diusulkan dalam rancangan revisi adalah tentang perbesaran gambar peringatan kesehatan yang saat ini sudah 40% pada kemasan rokok agar menjadi 90%. Revisi juga mengusulkan agar melarang adanya bahan tambahan pada produk rokok.

Sejumlah pihak menilai dorongan revisi PP 109/2012 ini juga dipicu oleh kepentingan pihak-pihak tertentu tanpa memikirkan situasi dan kondisi industri dan petani di Indonesia.

Jurnalis Amerika Serikat Michelle Minton misalnya, beberapa waktu lalu merilis hasil investigasi resmi yang menunjukkan adanya keterkaitan organisasi Bloomberg Initiatives dalam mempengaruhi kebijakan cukai hasil tembakau di negara-negara berkembang.

Intervensi dari lembaga asing terhadap kebijakan tembakau di negara-negara berkembang termasuk Indonesia ini dikritik karena dinilai tidak memperhatikan kebutuhan dan kepentingan negara tersebut.

Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar, Kementerian Perindustrian RI Edy Sutopo mengatakan bahwa memang ada pihak-pihak tertentu yang ingin meningkatkan di satu sisi kepentingan yakni kesehatan.

“Tapi memang perlu diseimbangkan aspek-aspek ini,” ujarnya.

Edy mengatakan, revisi PP 109/2012 saat ini tidak tepat dilakukan mengingat momentum yang tidak tepat.

“Penurunan produksi berdampak terhadap bahan baku, harga, dan sebagainya. Usaha pemerintah untuk ¬survival jangan diganggu oleh pembicaraan (revisi) ini. PP 109/2012 ini sudah cukup,” tegasnya.

 

Sumber : Suara.com

Tinggalkan Komentar

Terkini

Liga Champions: Gol Perdana Malen Bawa Dortmund Kalahkan Sporting 1-0

Liga Champions: Gol Perdana Malen Bawa Dortmund Kalahkan Sporting 1-0

Headline   Internasional   News   Sepak Bola   Sport   Superliga
The Reds Pesta Gol Menang 5-1 di Kandang Porto

The Reds Pesta Gol Menang 5-1 di Kandang Porto

Headline   Internasional   News   Sepak Bola   Sport   Superliga
Atletico Madrid Bungkam AC Milan di Penghujung Laga

Atletico Madrid Bungkam AC Milan di Penghujung Laga

Headline   Internasional   News   Sepak Bola   Sport   Superliga
RAPBN 2022 Disetujui, Penerimaan Pajak Ditargetkan Rp1.510 Triliun

RAPBN 2022 Disetujui, Penerimaan Pajak Ditargetkan Rp1.510 Triliun

Ekonomi   Headline   Keuangan   Nasional   News   Sorotan
Messi Cetak Gol Perdana, PSG Bungkam Manchester City 2-0

Messi Cetak Gol Perdana, PSG Bungkam Manchester City 2-0

Headline   Internasional   News   Sepak Bola   Sport   Superliga
Liga Champions: Shakhtar Donetsk vs Inter Milan Berakhir Imbang Tanpa Gol

Liga Champions: Shakhtar Donetsk vs Inter Milan Berakhir Imbang Tanpa Gol

Headline   Internasional   News   Sepak Bola   Sport   Superliga
PON Papua Belum Resmi Dibuka, Perburuan Medali Sudah Memanas

PON Papua Belum Resmi Dibuka, Perburuan Medali Sudah Memanas

Headline   Kabar Arena   Nasional   News   Sorotan   Sport
Polisi Spanyol Berhasil Ringkus Teroris Inggris di Restoran Kebab

Polisi Spanyol Berhasil Ringkus Teroris Inggris di Restoran Kebab

Headline   Internasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Menentang Sanksi PBB, Korea Utara Klaim Berhak Uji Coba Rudal

Menentang Sanksi PBB, Korea Utara Klaim Berhak Uji Coba Rudal

Headline   Internasional   News   Sorotan   Sospolhukam
AS Uji Rudal Hipersonik Mach 5, Lima Kali Kecepatan Suara

AS Uji Rudal Hipersonik Mach 5, Lima Kali Kecepatan Suara

Headline   Internasional   News   Sorotan   Sospolhukam

SITE LOCATION REKLAME

Streaming triggernetmedia.com