banner 468x60 banner 468x60 banner 468x60

Terima Suap dari Harun Masiku, Eks Anggota KPU Wahyu Setiawan Dieksekusi KPK

Trigger Netmedia - 18 Juni 2021
Terima Suap dari Harun Masiku, Eks Anggota KPU Wahyu Setiawan Dieksekusi KPK
Mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan (kanan) bersiap menjalani sidang dakwaan secara virtual dalam kasus dugaan korupsi penetapan pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR periode 2019-2024 di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (28/5).  - (ANTARA FOTO/Aprillio Akba)

triggernetmedia.com – Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi mengeksekusi eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum Wahyu Setiawan yang sudah menjadi terpidana ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang, Kedungpane.

Terpidana Wahyu dijebloskan ke penjara setelah Jaksa KPK melaksanakan putusan MA RI Nomor : 1857 K/ Pid.Sus/2021 Jo Putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor : 37/Pid.Sus-TPK/2020/PT DKI Jo Putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor : 28/Pid.Sus-TPK/2020/PN. Jkt. Pst tanggal 24 Agustus 2020.

“Terpidana Wahyus Setiawan (Mantan Komisioner KPU) yang telah berkekuatan hukum tetap dengan cara memasukkannya ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang Kedungpane,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dikonfirmasi, Jumat (18/6/2021).

Wahyu dijerat KPK dalam kasus suap PAW Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Harun Masiku tahun 2020. Harun diketahui hingga kini masih menjadi buronan lembaga antirasuah.

Dalam putusannya, Wahyu Setiawan harus mendekam didalam Lapas Semarang selama tujuh tahun.

Selain pidana badan, Wahyu dibebani kewajiban untuk membayar denda sejumlah Rp 200 juta.

“Dengan ketentuan apabila tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama enam bulan,” ucap Ali.

Wahyu juga dijatuhi pidana tambahan berupa pencabutan hak politik dalam menduduki jabatan publik selama 5 tahun.

“Terhitung setelah selesai menjalani pidana pokok,” kata Ali

Untuk diketahui, Harun merupakan tersangka pemberi suap kepada eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Wahyu pun kini sudah menjalani vonis persidangan.

Wahyu menerima suap melalui dua perantara yakni Saeful Bahri dan Agustiani. Kedua perantara suap itu pun kini sudah divonis pengadilan.

Sementara, Harun Masiku hingga kini masih juga belum tertangkap. Harun namanya sudah masuk dalam buronan KPK sejak bulan Januari 2020.

Wahyu Setiawan divonis tujuh tahun penjara dengan denda Rp 150 juta serta subsider empat bulan kurungan.

Kemudian, Agustiani Tio Fridelina divonis empat tahun penjara denda Rp 150 juta serta subsider empat bulan kurungan.

Terakhir, Saeful Bahri divonis satu tahun delapan bulan penjara denda Rp 150 juta serta subsider empat bulan kurungan.

 

Sumber : Suara.com

Tinggalkan Komentar

Terkini

Klasemen Medali Olimpiade Tokyo: Indonesia Turun meski Tambah Satu Perunggu

Klasemen Medali Olimpiade Tokyo: Indonesia Turun meski Tambah Satu Perunggu

Headline   Kabar Arena   News   Sorotan   Sport
Rekap Peraih Medali Emas Olimpiade Tokyo

Rekap Peraih Medali Emas Olimpiade Tokyo

Headline   Internasional   Kabar Arena   News   Sorotan   Sport
Kemnaker Ajak Kalangan Muda Aktif dalam Gerakan Talenthub Bantu Kerja

Kemnaker Ajak Kalangan Muda Aktif dalam Gerakan Talenthub Bantu Kerja

Comunity   Headline   IT   Kesra   Milenial   Nasional   News   Sorotan
Sri Mulyani Sahkan Lima Aturan Dagang Internasional, Ini Kebijakannya

Sri Mulyani Sahkan Lima Aturan Dagang Internasional, Ini Kebijakannya

Bisnis   Ekonomi   Headline   Keuangan   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Semester I Tahun 2021, Investasi Industri Capai Rp 167 Triliun

Semester I Tahun 2021, Investasi Industri Capai Rp 167 Triliun

Bisnis   Ekonomi   Health   Industri   Nasional   News   Sorotan
Sampai Juli 2021, Dana Terhimpun dari Hajatan IPO Mencapai Rp 7,66 Triliun

Sampai Juli 2021, Dana Terhimpun dari Hajatan IPO Mencapai Rp 7,66 Triliun

Bisnis   Ekonomi   Headline   Keuangan   Nasional   News   Sorotan
Aturan Makan di Tempat 20 Menit untuk Daerah PPKM Level 4

Aturan Makan di Tempat 20 Menit untuk Daerah PPKM Level 4

Bisnis   Ekonomi   Headline   Kesehatan   Kesra   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Penerima Bansos Harus Menolak jika Diminta Pungutan, Risma: Ibu Jangan Takut

Penerima Bansos Harus Menolak jika Diminta Pungutan, Risma: Ibu Jangan Takut

Headline   Kesra   Nasional   News   Pelayanan Puplik   Sorotan   Sospolhukam
BLT Anak Sekolah 2021: Besar Dana, Syarat dan Cara Cek Penerimanya

BLT Anak Sekolah 2021: Besar Dana, Syarat dan Cara Cek Penerimanya

Ekonomi   Headline   Kesra   Nasional   News   Pelayanan Puplik   Pendidikan   Sorotan
Transpuan Makin Termiskinkan saat Pandemi, Bertahan Hidup dengan Mi Instan

Transpuan Makin Termiskinkan saat Pandemi, Bertahan Hidup dengan Mi Instan

Comunity   Headline   Kesehatan   Kesra   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam

SITE LOCATION REKLAME

Streaming triggernetmedia.com