Biar Jera, DPR Desak Identitas Polisi Penyiksa Tahanan Dibuka ke Publik

Trigger Netmedia - 11 Februari 2021
Biar Jera, DPR Desak Identitas Polisi Penyiksa Tahanan Dibuka ke Publik
Anggota Komisi III DPR, Arsul Sani. - (Ria Rizki/Suara.com)

triggernetmedia.com – Anggota Komisi III DPR, Arsul Sani mendesak Polri membuka secara transparan para anggotanya yang melakukan penyiksaan dan kekerasan terhadap tahanan hingga mengakibatkan kematian. Hal itu perlu dilakukan, salah satunya untuk memberikan efek jera.

Kekinian diketahui enam anggota Polresta Balikpapan dicopot karena diduga melakukan kekerasan di sel tahanan hingga mengakibatkan korban tewas, Herman (39).

 

“Kan yang diharapkan masyarakat ada efek jera. Kalau kita bicara efek jera maka prosesnya harus transparan, paling tidak diketahui oleh jajaran Polri yang lain,” kata Arsul di Kompleks Parlemen DPR, Kamis (11/2/2021).

Arsul memandang membuka kasus secara transparan, mengartikan juga membuka identitas para anggota Polri yang menjadi pelaku kekerasan. Menurut dia, Polri seharusnya membuka identitas para anggota tersebut secara terang benderang, tidak lagi sekadar inisial nama.

“Dibuka saja kalau ada pelanggaran yang melanggar etik atau katakan lah pidana, maka kalau itu dilakukan oleh anggota Polri dibuka saja namanya. Ya, tidak perlu (inisial), tidak masalah,” kata Arsul.

Diketahui, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendorong enam anggota Polresta Balikpapan yang diduga melakukan kekerasan di sel tahanan hingga mengakibatkan korban Herman (39) tewas dapat ditindaklanjuti secara hukum.

“Kami mau ambil contoh yang di Kalimantan, Balikpapan, untuk didorong proses hukum,” kata Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik ditemui di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (10/2/2021).

 

Damanik menjelaskan, langkah tersebut perlu diambil agar menjadi contoh bagi aparat kepolisian yang lain tidak melakukan tindakan kekerasan atau penyiksaan terhadap tersangka hingga tahanan yang berada di bawah tangan mereka.

“Artinya ada di bawah kekuasan mereka yang mereka korek informasi atau apapun kalau mereka mau pemeriksaan dengan pendekatan yang non-kekerasan, tanpa penyiksaan,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut, Damanik mengatakan, usai pihaknya berdiskusi dengan pemerintah dalam hal ini Kemenkopolhukam ada angin segar untuk pembenahan terkait masalah kekerasan dalam tahanan. Bukan hanya di ranah kepolisian tapi juga yang lainnya.

 

“Tapi juga ruang tahanan imigrasi dan segala macam. Supaya tidak lagi. Zero tolerance lah untuk kekerasan dan penyiksaan,” tandasnya.

 

6 Polisi Dicopot

Polresta Balikpapan mencopot enam anggotanya yang diduga melakukan kekerasan terhadap Herman saat di tahanan hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

Kabid Propam Polda Kaltim Kombes Yudi Arkara Oktobera menyebut enam inisial anggota korps berbaju cokelat tersebut, yakni AGS, RH, KKA, ASR, RSS, dan GSR.

“Mereka yang diduga kuat sebagai pelanggar,” ujarnya seperti dilansir Inibalikpapan.com-jaringan Suara.com pada Senin sore (8/2/2021).

Sampai sejauh ini, lanjut Yudi, sudah ada tujuh orang saksi yang diperiksa. Saksi tersebut berasal dari pihak anggota Polresta Balikpapan, rumah sakit, dan keluarga korban.

“Tadi Pak Kapolda juga sudah menyampaikan bahwa, tidak akan mentolerir terhadap perbuatan pelanggaran disiplin, pelanggaran kode etik dan pelanggaran hukum lainnya oleh anggota polri, jadi akan ditindak tegas jadi sudah ada dilakukan pemeriksaan,” ujarnya.

 

Dia juga mengungkapkan, mengacu Peraturan Kapolri Nomor 14 tahun 2011, Pasal 7, 13, dan 14 tentang Profesionalisme Kepolisian, enam polisi tersebut secara nyata sudah melanggar peraturan kode etik.

Sumber : Suara.com

Tinggalkan Komentar

Terkini

Resep Bakwan Oat Meal Rendah Kalori, Cocok untuk Diet

Resep Bakwan Oat Meal Rendah Kalori, Cocok untuk Diet

Headline   Lifestyle   Recipes   Tips   Trend
Empat Tips Masak Mi Instan, Lebih Sehat dan Enak Buat Anak Kos

Empat Tips Masak Mi Instan, Lebih Sehat dan Enak Buat Anak Kos

Food   Headline   Lifestyle   Recipes   Tips   Trend
Sekjen PSSI: Shin Tae-yong Ingin TC Timnas Indonesia U-18 Digelar Akhir Bulan Ini

Sekjen PSSI: Shin Tae-yong Ingin TC Timnas Indonesia U-18 Digelar Akhir Bulan Ini

Headline   Nasional   News   Sepak Bola   Sport
Jelang Liga 1 2021, Bali United Siap Hadapi Persik Kediri

Jelang Liga 1 2021, Bali United Siap Hadapi Persik Kediri

Headline   Nasional   News   Sport   Superliga
Menteri BUMN Erick Thohir Pastikan Stok Obat Covid-19 Masih Cukup

Menteri BUMN Erick Thohir Pastikan Stok Obat Covid-19 Masih Cukup

Headline   Kesehatan   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Hingga Mei 2021, APBN Sudah Tekor Rp 219,3 Triliun

Hingga Mei 2021, APBN Sudah Tekor Rp 219,3 Triliun

Ekonomi   Headline   Keuangan   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Kasus Covid-19 Melejit, Target 8 Persen Ekonomi Kuartal II Bisa Tercapai?

Kasus Covid-19 Melejit, Target 8 Persen Ekonomi Kuartal II Bisa Tercapai?

Ekonomi   Headline   Keuangan   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
5 Aturan Baru PPKM Mikro yang Diperketat, Berlaku hingga 5 Juli

5 Aturan Baru PPKM Mikro yang Diperketat, Berlaku hingga 5 Juli

Ekonomi   Headline   Kesehatan   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Mendagri: Sinergi dan Kolaborasi Jadi Kunci Keberhasilan PPKM Mikro

Mendagri: Sinergi dan Kolaborasi Jadi Kunci Keberhasilan PPKM Mikro

Headline   Kesehatan   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
RSD Wisma Atlet Diprediksi Penuh, DKI Jakarta Wajib Tarik Rem Darurat

RSD Wisma Atlet Diprediksi Penuh, DKI Jakarta Wajib Tarik Rem Darurat

Headline   Kesehatan   Nasional   News   Pelayanan Puplik   Sorotan   Sospolhukam

SITE LOCATION REKLAME

Streaming triggernetmedia.com