Bisnis Tiga Sekawan ini Optimis Mampu Bertahan ditengah Pandemi COVID-19

  • Bagikan
Logo Nilam AMbara Transport.
banner 468x60

triggernetmedia.com – Sejak triwulan pertama di tahun 2020 ini, diakui kalangan jasa transportasi darat bahwa pandemi COVID-19 menggerus semua aspek penting.

“Usaha jasa travel dan penyewaan kendaraan kami pun terdampak sangat parah,” ungkap bos Nilam Ambara Transport, Gusti Very, Selasa (1/9/2020) di Mempawah.

Gusti Very menyebut, persoalan Pandemi COVID-19 yang kian berlarut secara global, khususnya di Kalimantan Barat, Indonesia itu, kekinian semakin membuat sektor jasa transportasi yang menerapkan sitem bisnis syariat itu umumnya terpuruk.

“Harus diakui kondisi ini sangat menggerogoti bisnis syariat kami sejak awal tahun, dampaknya luar biasa,” ujarnya.

Membangun usaha rintisan di sektor jasa transportasi bersama alumni SMA di Mempawah sejak 3 tahun lalu itu, kata Gusti Very, akhirnya sekarang mereka harus merelakan beberapa armada untuk diamputasi demi keberlangsungan usaha.

“Hal ini kita lakukan guna memberi dukungan biaya terhadap mitra kerja kami,” katanya.

Secara pribadi, Gusti Veri menyadari, Pandemi COVID-19 merupakan ujian Tuhan YME, Allah SWT. Ia pun mengambil hikmah penting untuk lebih mensyukuri nikmat hidup, menjaga marwah hidup dan memahami makna kehidupan lebih baik lagi tentang interaksi sosial.

“Setidaknya kita harus bangkit, bagaimana memikirkan strategi ekonomi ditengah pandemi ini untuk tetap survive. Sebab kami menyadari betapa pentingnya konsumen sebagai pengguna jasa transportasi mendapatkan jaminan rasa aman dan nyaman, dan terpenting mereka tidak was-was menggunakan jasa kami ditengah Pandemi COVID-19 ini,” ujar Gusti Veri.

Baca juga  Lagi, China Pecat Pejabat Pemerintah yang Lalai Tangani Pandemi COVID-19

Satu diantara owner Nilam Ambara Transport, Ari menyatakan, penerapan sistem syariah terkait layanan usaha jasa yang dilakukan sejak semula hingga kini rintisan jasa trasportasi mereka ini sebetulnya tidak mengenal istilah karyawan.

“Melainkan semua adalah mitra yang mendapatkan hak atas kewajiban yang ditunaikan secara bersama,” jelasnya.

“Namun kondisinya memang harus diakui dampak Pandeni COVID-19 ini boleh dibilang menjadi faktor penyebab ambruknya berbagai sektor penting, utamanya yang berkaitan langsung dengan mobilitas perekonomian, yang berbuntut juga pada sektor jasa kami ini,” beber Ari.

Sejak Pandemi COVID-19 menggerogoti dunia secara global, di Kalbar saja, sebut Ari orang takut untuk beraktivitas, sehingga dalam tiga bulan terakhir, hampir tidak ada pelanggan yang menggunakan jasa transportasi Nilam Ambara Transport.

“Namun pandemi mengajarkan kita semua untuk mampu bertahan, dan keluar dari masalah yang ada,” ujarnya.

Sementara untuk menjaminan rasa aman dan nyaman bagi para pelanggan jasa Nilam Ambara Transport, Ari menegaskan pihaknya selalu mengedepankan standar protokol kesehatan untuk selalu diterapkan, utamanya juga kedisiplinan diver selaku mitra kerja.

“Selalu kita lakukan penyemprotan disenfektan setiap unit armada sebelum dan selesai digunakan. Kita juga selalu mengingatkan dan mengimbau para pelanggan untuk tetap menggunakan masker,” jelasnya.

Baca juga  Makin Meluas, Zona Merah Covid-19 Naik Jadi 29 Daerah, Paling Banyak di Jawa Tengah

“Tak cuma itu, didalam armada penerapan jarak sebagai physical distancing juga diterapkan, biasaya mengangkut 7 penumpang kami batasi menjadi 5, sehingga ada ruang untuk saling menjarak. Kami juga tegas terhadap penumpang jika dalam kondisi tidak sehat atau berstatus OTG maka akan ditolak. bukan diskriminasi melainkan menjaga agar tidak terjadi penyebaran. Kami akan menyaranakan yang bersangkutan untuk mengisolasi diri. Karena kesehatan itu yang utama,” ujar Ari.

Syarif imran, satu dari tiga sekawan alumni SMA di Mempawah yang akrab disapa Boim turut menambahkan, di masa Pandemi COVID-19 yang serba tidak menentu ini, dirinya menminta pengguna jasa Nilam Ambara Transport mematuhi protokol kesehatan.

“Sebagai generasi penerus yang berpikiran maju, mari kita menjalankan bisnis jasa dengan ikhtiar, percaya akan kuasa Allah SWT, dan berlogika secara fundamental adalah kunci dalam keberlangsungan bisnis jasa transportasi kami ini. Karena itu kami percaya, akan ada hikmah luar biasa dibalik Pandemi COVID-19, jadi tidak ada usaha yang tidak mungkin dijalani, selama diniatkan sebagai ibadah, Allah SWT akan berikan jalan kemudahan. Jadi pandemi tidak boleh membungkam usaha kami,” pungkas Boim.

Ariz

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *