Suami di Kutai Barat Simpan Mayat Istri di Tandon Air karena Tak Mau Pisah

  • Bagikan
Ilustrasi (Foto: shutterstocks)
banner 468x60

triggernetmedia.com – Seorang suami berinisial N (70) warga Kampung Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung, Kutai Barat, Kalimantan Timur menyimpan jenazah istrinya berinisial K (43) di dalam tandon air. N mengaku melakukan perbuatan itu demi memenuhi permintaan sang istri.

Berdasar hasil pemeriksaan polisi, N menuturkan bahwa istrinya telah berpesan tidak ingin jauh atau berpisah darinya dan anaknya.

N pun memilih menyimpan jenazah istrinya itu di dalam tandon air ketimbang dikubur.

“Motif dari suami menyembunyikan atau menyimpan jenazah istri di dalam tandon yaitu istrinya ketika masih hidup pesan kalau nggak mau jauh-jauh dari keluarganya, nggak mau jauh-jauh dari suami dan anak,” kata Kasat Reskrim Polres Kutai Barat Iptu Iswanto saat dihubungi Suara.com, Minggu (16/8/2020).

Baca juga  Adies Kadir Gantikan Posisi Azis Syamsuddin Jadi Waketum Golkar Bidang Polhukam

“Jadi itu yang menginisiasi dia menyimpan jenazah istrinya ke dalam tandon itu,” dia menambahkan.

Iswanto menyampaikan jika hingga saat ini N masih berstatus sebagai saksi.

Pihaknya pun masih melakukan penyelidikan gua mengungkap penyebab kematian korban.

“Sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut kita kumpulkan bukti-bukti, saksi dulu, sambil menunggu hasil autopsi apakah ada penyebab kematian itu,” katanya.

Pengungkapan kasus jenazah dalam tandon air ini berawal atas adanya laporan polisi pada Jumat (14/8/2020) lalu.

Ketika itu, salah satu pihak melaporkan telah kehilangan anggota keluarganya berinisial K.

“Jadi hari Jumat ada orang yang melapor ke tempat kita tentang kehilangan anggota keluarganya karena sudah satu minggu tidak pernah ketemu,” ujar Iswanto.

Baca juga  Eks RS Bengkayang Jadi Tempat Alternatif Tangani Pasien Suspect Covid-19

Atas laporan tersebut, anggota Polres Kutai Barat pun mendatangi rumah korban dan memeriksa N selaku suaminya.

Berdasar hasil pemeriksaan, N mengungkapkan jika istrinya telah meninggal dunia sejak Minggu (9/8) lalu.

“Dia (N) mengatakan bahwa istrinya sudah lama meninggal, meninggal pada hari Minggu, kemudian jenazahnya disimpan di dalam tandon air,” ungkap Iswanto.

Kini jenazah korban pun telah diautopsi. Berdasar hasil autopsi, sementara tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Kemudian untuk penyebab kematian kita masih mengambil sampel organ dalamnya (tubuh) korban untuk diuji laboratories, hasilnya dua minggu lagi baru keluar,” pungkas Iswanto.

Sumber : Suara.com

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *