banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600

Dinkes Bengkayang Minta Jalur Batas Kabupaten Diperketat

Agustinus C, Plt. Kadinkes Bengkayang.
banner 468x60

triggernetmedia.com – Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana kabupaten Bengkayang merilis update terkini ringkasan deteksi dan respon berdasarkan kriteria kasus COVID-19 di kabupaten itu. Berdasarkan data kumulatif temuan hingga pertanggal 5 Mei 2020 jumlah pelaku perjalanan 3772, ODP 914, dan 38 PDP.

“Data tersebut telah di himpun dari pertengahan Maret hingga sekarang ini dari 17 Puskesmas di kabupaten Bengkayang,” ungkap

Plt. Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana kabupaten Bengkayang, Agustinus C, Rabu (6/5/2020) di Bengkayang.

Jumlah tersebut, sambung Agustinus, adalah kumulatif yang dihimpun 17 puskesmas setiap harinya. Angka tersebut diakui setiap harinya mengalami penurunan karena sudah ada kesadaran dari masyarakat dalam mencegah penyebaran COVID-19.

“Untuk PDP kita sampai hari ini ada empat orang termasuk PDP yang telah meninggalkan dunia beberapa waktu lalu, sebelum hasil Swab keluar. Memang sudah dilakukan rapid tes dan hasilnya negatif. Untuk yang sekarang ini ada tiga orang dengan Rapid tes reaktif dan kita masih tunggu hasil Swab. Mereka masih isolasi diri di Rumah Sakit Abdul Aziz Singkawang, dan kondisi saat ini mereka membaik. Tinggal tunggu hasil swabnya lagi, kita doakan semoga hasilnya negatif,” ujar Agustinus.

Agustinus membeberkan, untuk PDP warga Sungai Baung, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan telah lebih dulu meninggal sebelum hasil Swab keluar. PDP tersebut memang memiliki riwayat penyakit lain.

Baca juga  Gol Telat Osasuna Buyarkan Kemenangan Barcelona di El Sadar

“Hasil diagnosa dari Puskesmas Sungai Duri, pasien penderita asma dan jantung serta maag kronis.
Sehingga kita masih menunggu hasil Swabnya juga, walau pun rapid tes negatif kita tidak bisa mendahului hasil Swab,” jelas Agustinus.

Sementara itu, terkait dengan satu orang warga asal kabupaten Bengkayang yang dinyatakan positif COVID-19 di Pontianak, saat ini sedang diisolasi di rumah khusus yang dipersiapkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Yang bersangkutan, sebut Agustinus, memang bergabung dengan relawan gugus tugas COVID-19, dan tinggal di Pontianak. Yang bersangkutan sekarang sedang isolasikan diri.

“Yang bersangkutan posisi di Pontianak, dan bergabung sebagai relawan Covid-19. Sekarang sudah isolasikan diri. Untuk keluarga yang di Bengkayang kami sudah melakukan tracking di rumahnya, kami rapid tes orangtuanya dan hasilnya non reaktif,” ungkap Agustinus.

Agustinus menjelaskan, setelah mendapatkan kabar dan pengumuman dari Gubernur Kalbar, pihaknya pun langsung memberikan pemahaman terhadap keluarga yang bersangkutan. Yang bersangkutan terakhir diketahui pulang ke Bengkayang Desember tahun lalu.

“Jadi tidak usah terlalu panik. Karena keluarga pun sudah kita lakukan rapid tes. Ini kita lakukan dalam rangka antisipasi saja. Tapi ternyata menurut orang tuanya memang sudah lama tidak pulang. Hanya saja pertengahan Maret anaknya minta ijin jadi relawan Covid-19,” ujarnya.

Baca juga  Ada Lomba Mancing Mania di Desa Semuntai

Agustinus berharap masyarakat tetap mematuhi anjuran dari pemerintah. Ia juga meminta agar pengguna media sosial tidak memberikan stigma yang dapat meresahkan warga lainnya di tengah pandemi saat ini.

Kemudian terkait dengan penyebaran COVID-19 transmisi lokal, ia meminta agar setiap pemangku kepentingan untuk mulai memperketat jalur keluar masuk orang. Terlebih untuk kebupaten kota yang sudah terkonfirmasi COVID-19 atau zona merah.

Berdasarkan rilis Gubernur dan Dinkes Kalbar, ada tiga wilayah di Kalbar yang telah masuk kategori penyebaran COVID-19 transmisi lokal. Ketiganya adalah Kota Pontianak, Kabupaten Ketapang, dan Kota Singkawang.

Sementara hingga 6 Mei 2020, ada 17 kasus positif, tersebar di dua kota dan empat kabupaten.

“Pak Gubernur melalui Dinas Kesehatan Kalbar menyatakan ada 17 kasus positif di Kalbar. Salah satunya ada di kabupaten tetangga kita, seperti Landak dan kota Singkawang. Tentu dengan ini saya berharap semua kita terus berupaya bersama-sama menjaga diri, memperketat keluar masuk orang agar terhindar dari Covid-19. Tetap menjaga kesehatan, jaga jarak dan ikuti protokol kesehatan,” imbau Agustinus.

“Dengan rilis ini kita juga meminta para camat harus perketat jalur masuk ke Bengkayang, ini sudah sangat perlu kesadaran dan kerja keroyokan kita semua. Sama-sama lawan Covid-19,” kata Agustinus memungkasi.

Doe I Ariz

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.