triggernetmedia.com – Executive General Manager Bandara Internasional Supadio Pontianak, Eri Braliantor menyatakan, pihaknya tetap menyediakan fasilitas untuk menjaga para calon penumpang yang melakukan refund tiket di Bandara.
“Kita juga koordinasi dengan pihak maskapai untuk mrreka menyelesaikan tugasnya di terminal dalam waktu hampir seminggu lah. Untuk para penumpang melakukan refund, kita juga tetep ada temen-temen operasional dan teman-teman dari customer service,” kata Eri ketika diwawancarai jurnalis.
Eri mengaku kebijakan pembatasan penerbangan komersil yang telah diatur dalam Permen 25 tahun 2020 berpengaruh terhadap omzet bandara. Sebab dalam sehari jumlah penumpang bisa mencapai 7000 orang sedang saat ini menjadi kosong.
“Ya pasti akan berpengaruh dan kerugiannya,” ujarnya.
Eri menjelaskan sebetulnya penerbangan komersil bukan ditiadakan. Hanya saja ada persyaratan yang sudah ditetapkan oleh Permen 25 tahun 2020 dan berlaku hingga 31 Mei 2020.
“Jika ini memang ada masuk ke bandara Supadio ya kita akan melayani. Pada prinsipnya Bandara Supadio tidak tutup ya,” tegasnya.
Seperti diketahui operasional bandara memang masih terus berjalan untuk melayani yakni, Pimpinan lembaga tinggi Negara Republik Indonesia dan tamu kenegaraan, Operasional kedutaan besar, konsulat jenderal, dan konsulat asing serta perwakilan organisasi internasional di Indonesia, kemudian Operasional penerbangan khusus repatriasi (repatriasi flight) yang melakukan pemulangan warga negara indonesia maupun warga negara asing.
Selanjutnya operasional penegakan hukum, ketertiban, dan pelayanan darurat, Operasional angkutan kargo. Serta operasional lainnya berdasarkan izin Direktur Jenderal Perhubungan Udara.
Dhesta




