triggernetmedia.com – Ketua Perhimpunan Orangtua Penderita Thalasemia Indonesia (POPTI) Kalbar, Windi Prihastari menuturkan pandemi Covid-19 menyebabkan stok darah kering sering mengalami kekurangan. Padahal ada 208 orang di Kalbar menjadi penderita Thalasemia yang harus melakukan tranfusi darah setiap bulan.
“Dalam situasi seperti ini ketersediaan darah memang agak kurang,” ungkap Windi Prihastari, Sabtu (4/4/2020) di Pontianak.
Ditengah situasi saat ini, kata Windi, dengan adanya Pandemi Covid-19, pihaknya di POPTI Kalbar mengajak pendonor darah menjadi sahabat thalasemia atau thalasemia hero menjadi pendonor darah tetap untuk 208 penderita thalasemia di Kalbar.
Penderita Thalasemia, sebut Windi, harus rutin melaksanakan donor darah setiap bulan walaupun adanya pandemi covid-19. Selain itu mereka harus tetap ke Rumah Sakit untuk melaksanakan transfusi darah tersebut.
“Saya juga mengimbau kepada relawan pendonor darah seperti komunitas darah segar dan relawan kemanusiaan lain agar selalu menyampaikan informasi kepada masyarakat untuk tidak takut mendonor darah saat adanya covid-19 ,” ujarnya.
“Jangan takut bagi yang ingin donor darah karena tidak ada hubungannya donor darah dengan virus saat ini.
Kita yang sehat yang sudah terbiasa donor mari tetap melakukan donor darah. Karena selain penderita Thalasemia penyakit lain seperti Leukemia dan DBD juga perlu darah,” imbau Windi.
Windi mengakui, pandemi covid-19 saat ini di Kalbar ternyata juga berimbas terjadinya kekurangan stok darah. Namun, PMI juga tetap memprioritas stok darah untuk penderita thalasemia.
“Karena memang harus rutin setiap bulan. Keinginan kita dari POPTI Kalbar untuk mencari sahabat thalasemia agar setiap anak mempunyai pendonor darah tetap khususnya penderita thalasemia di kabupaten kota yang memang tidak bisa transfusi darah di RSUD masing-masing,” jelasnya.
Kekinian, jumlah anak penderita thalasemia di Kalbar mencapai 208 orang, dan setiap bulan rutin memerlukan darah untuk transfusi.
“Jadi untuk sekali teansfusi saja untuk yang sudah dewasa tidak mungkin hanya satu kantong. Karena ketika hemoglobin dibawah rat-rata dia harus dikejar agar hemoglobin normal kembali dan tumbuh kembangnya maksimal,” jelasnya lagi.
Windi menambahkan, transfusi darah yang dibutuhkan tergantung hemoglobin, semisal hemoglobinnya 9,5, rekomendasi dokter untuk umur 15 sampai 16 tahun memerlukan dua kantong darah maksimalnya.
“Artinya anak penderita thalasemia kalau lebih dari satu kantong dia harus menginap di Rumah Sakit. Kemudian dari 208 orang penderita thalasemia itu datang dari berbagai usia mulai dari yang baru lahir dan yang sudah menikah,“ katanya memungkasi.
Dhesta



