banner 468x60 banner 468x60 banner 468x60

Perawat Meninggal Corona, DPR Ultimatum Pemerintah: ADP Wajib Disediakan!

Trigger Netmedia - 18 Maret 2020
Perawat Meninggal Corona, DPR Ultimatum Pemerintah: ADP Wajib Disediakan!
Pasien menjalani isolasi di RSUD dr. Iskak Tulungagung karena mendadak sakit sepulang dari Hong Kong. (Suara.com/Farian). - ()

triggernetmedia.com – Komisi IX DPR RI memberikan ultimatum kepada pemerintah agar menyiapkan kebutuhan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis di rumah sakit yang menangani pasien positif corona Covid-19.

Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati menganggap APD sangat dibutuhkan oleh para tenaga medis sebagai garda terdepan penanganan corona.

Menurutnya, tanpa APD yang memadai, tenaga medis sangat rentan terpapar virus corona.

“Wabah ini terus meluas, jumlah pasien yang harus ditangani juga semakin meningkat. Para dokter dan tenaga medis ini sangat dibutuhkan di tengah kondisi wabah yang sudah dinyatakan oleh pemerintah sebagai bencana nasional ini,” ujar Kurniasih kepada wartawan, Rabu (18/3/2020).

Pemerintah harus menjamin kebutuhan APD tetap terpenuhi bagi para tenaga medis. Kurniasih mengingatkan agar jangan sampai terjadi korban kembali dari tenaga medis akibat ketidaktersediaan APD, menyusul meninggalnya satu orang perawat.

“Kasus meninggalnya satu orang perawat di salah satu RS akibat terpapar COVID-19 harusnya jadi peringatan akan pentingnya ketersediaan APD ini dan perlindungan bagi para tenaga medis,” kata Kurniasih.

Selain kebutuhan APD, menurutnya yang tak kalah penting ialah penambahan jumlah tenaga medis, baik dokter maupun perawat. Mengingat makin meningkatnya jumlah pasien positif corona dari hari ke hari. Belum lagi mereka yang memeriksakan diri untuk tes corona dan berstatus sebagai ODP, PDP, ataupun suspect.

“Pemerintah perlu mempertimbangkan tren kenaikkan jumlah pasien positif Covid-19 yang penambahannya sudah mengikuti deret ukur untuk diikuti dengan pengerahan tambahan dokter dan paramedis dari berbagai spesialis yang relevan dengan penanganan COVID-19,” ujarnya.

Semua yang terkait fasilitas rumah sakit untuk penanganan pasien positif corona juga perlu lebih ditingkatkan lagi dari sisi kualitas serta kuantitas.

“Antara lain ventilator, kamar rawat tekanan negatif untuk isolasi yang jumlahnya juga sedikit di RS Rujukan, yang sangat dikhawatirkan tidak mencukupi ketika jumlah suspect dan positif COVID-19 meningkat seperti yang terjadi saat ini,” kata Kurniasih.

Sumber : Suara.com

Tinggalkan Komentar

Terkini

Pfizer Klaim Vaksin Dosis Ketiga Tingkatkan Antibodi terhadap Varian Delta Covid-19

Pfizer Klaim Vaksin Dosis Ketiga Tingkatkan Antibodi terhadap Varian Delta Covid-19

Analisis   Headline   Internasional   News   Pelayanan Puplik   Sorotan
Jokowi Minta Pengusaha Tiru Pembangunan Rumah Oksigen

Jokowi Minta Pengusaha Tiru Pembangunan Rumah Oksigen

Bisnis   Headline   Kesehatan   Nasional   News   Pelayanan Puplik   Sorotan   Sospolhukam
Pemerintah Fokus Pada Penanganan COVID-19, Revisi PP 109 Bukan Prioritas

Pemerintah Fokus Pada Penanganan COVID-19, Revisi PP 109 Bukan Prioritas

Headline   Kesehatan   Nasional   News   Pelayanan Puplik   Sorotan   Sospolhukam
Turunkan Angka Penularan dan Kematian, Pemerintah Terus Perkuat Testing dan Tracing

Turunkan Angka Penularan dan Kematian, Pemerintah Terus Perkuat Testing dan Tracing

Headline   Kesehatan   Nasional   News   Pelayanan Puplik   Sorotan
Tentara Israel Tembak Mati Bocah Palestina di Tepi Barat

Tentara Israel Tembak Mati Bocah Palestina di Tepi Barat

Headline   Internasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Kebakaran Hutan di Turki, Warga Perumahan Dievakuasi

Kebakaran Hutan di Turki, Warga Perumahan Dievakuasi

Headline   Internasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Curigai Tuntutan Rendah Juliari, ICW Sebut KPK Gagal Bela Korban Bansos Covid-19

Curigai Tuntutan Rendah Juliari, ICW Sebut KPK Gagal Bela Korban Bansos Covid-19

Headline   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Dalih KPK Tuntut Eks Mensos Juliari 11 Tahun Bui, Jubir: Berdasar Hasil Fakta Penyidikan

Dalih KPK Tuntut Eks Mensos Juliari 11 Tahun Bui, Jubir: Berdasar Hasil Fakta Penyidikan

Headline   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Dinilai Lari dari Agenda, Pemerintah Diminta Prioritaskan Nakes Ketimbang Influencer

Dinilai Lari dari Agenda, Pemerintah Diminta Prioritaskan Nakes Ketimbang Influencer

Headline   Kesehatan   Nasional   News   Pelayanan Puplik   Sorotan   Sospolhukam
Jokowi Minta Peringatan BMKG Harus Jadi Rujukan Pengambilan Keputusan Pemerintah

Jokowi Minta Peringatan BMKG Harus Jadi Rujukan Pengambilan Keputusan Pemerintah

Headline   Maritim   Nasional   News   Pelayanan Puplik   Sorotan

SITE LOCATION REKLAME

Streaming triggernetmedia.com