triggernetmedia.com – Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji menegaskan peladang dengan membakar lahan itu jangan dipidanakan.
“Kenapa Kalbar selama ini asap sangat pekat? dan saya sudah memberikan teguran kepada 157 Perusahaan terdiri dari 109 Perkebunan dan 48 Kehutanan. Karena api berada dikoordinat perkebunan mereka jadi yang sangat besar itu diperkebunan dan kehutanan. Kemudian kita sudah menyegel 67 perusahaan terdiri dari 47 perkebunan dan 20 kehutanan,” ungkapnya saat menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pertama PDIP. Sabtu (14/3/2020) di Hotel Aston Pontianak.
Kemudian, sambung Sutarmidji, Perusahaan perkebunan yang sudah di sanksi final yaitu tidak boleh menggunakan lahannya selama 5 tahun. Ia menyebut, ada 14 Perusahaan perkebunan.
“Mudah-mudahan Peraturan Gubernur ini akan kita sesuaikan dengan kondisi yang sekarang yaitu kita mengakomodir para peladang yang memang solusinya belum merata. Kita memberikan alat modern tetapi tidak merata pada Kabupaten/Kota bahkan tidak jelas siapa yang dapat sehingga perlu suatu tahapan yang baik,” katanya.
Sutarmidji juga meyakini pihak legislatif di DPRD Provinsi Kalbar termasuk dari PDIP akan mendukung hal itu.
“Karena saya melihat organisasi seperti partai politik itu dengan mengadakan rekerda kemudian dengan lain sebagainya menghadapai gawai politik. Tentu menunjukan bahwa partai itu sudah menjadi partai modern yang bisa mengikuti tahapan dengan baik,” ucapnya.
Kemudian, lanjut Sutarmidji, PDIP dinilai sangat disiplin bahkan tegas. Dirinya menyebut, bahwa PDIP itu bisa diberi sanksi dan sebagainya sehingga kedisiplinan itu juga sudah mengakar di PDIP sendiri.
“Dan sekarang PDIP kita lihat komitmen dan visinya jelas, yaitu untuk membangun Indonesia dalam keberagaman,” ujarnya.
Menurutnya, manajemen PDIP sangat baik. Dan diakui bahwa dirinya sejak mengikuti dari awal pembukaan, biasanya Partai atau organisasi lain panji-panjinya didepan tetapi tadi saya lihat Merah Putih duluan kemudian Garuda Pancasila kemudian di belakangnya panji-panji PDIP.
“Ini menunjukan bahwa filosofinya PDIP akan mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan Lambang-lambang Negara dan ada waktunya kita bersaing untuk mendapatkan posisi kedudukan politik dan ada waktunya kita bersama-sama untuk mewujudkan Visi dan Misi kita bersama yaitu Kalimantan Barat yang Maju Kalimantan Barat yang Sejahtera,” ujarnya lagi.
“Saya hanya mengutip apa yang disampaikan Bung Karno, amanatnya yaitu kita membangun Negeri ini, mari kita bersama-sama membangun Daerah Kalbar secara bersama-sama. Selamat melaksanakan Rakerda Pertama untuk PDIP,” tutupnya.
Humas




