banner 468x60

Warga Depok Kena Corona, Perumahan Studio Alam Disemprot Cairan Disinfektan

Trigger Netmedia - 3 Maret 2020
Warga Depok Kena Corona, Perumahan Studio Alam Disemprot Cairan Disinfektan
Warga Perumahan Studio Alam ikuti sosialisasi virus corona. (Suara.com/Supriadi) - ()

triggernetmedia.com – Pasca dua warga Depok terinfeksi virus Corona, warga di Perumahan Studio Alam Depok beraktivitas seperti biasanya. Pantauan SuaraJabar.id di lokasi perumahan, setiap beberapa menit warga perumahan tersebut lalu lalang keluar masuk untuk menjalankan aktivitasnya seperti biasa. Namun situasinya tidak ramai.

“Kalau aktivitas berjalan seperti biasa. Nggak ada yang aneh – aneh. Semalam itu ada penyemportan cairan dari pihak polisi sekitar pukul 21.00 sampai 00.00 WIB, ” kata salah satu petugas keamanan.

Sementara itu, Selasa (3/3/2020) hati ini Pemerintah Kota Depok melakukan sosialisasi soal virus tersebut kepada masyarakat perumahan tempat warga terinfeksi virus tersebut.

Di lokasi, ratusan warga perumahan hadir untuk menyaksikan sosialisasi itu dan beberapa permintaan dari pihak warga perumahan pasca dua warga positif Corona.

Kepala Diskominfo Depok Sidik mengatakan, pemberian sosialisasi ini sebagai edukasi kepada masyarakat soal pencegahan virus Corona.

“Pemberian ini sebagai edukasi soal virus Corona kepada masyarakat. Jadi perumahan di sini aman (dari virus Corona). Pada prinsipnya menempel di benda mati.Tidak terjadi penularan, jadi insya Allah rumah (korban Corona aman),” kata Sidik di perumahan tersebut, Selasa (3/3/2020).

Jadi sambung dia, masyarakat yang dekat rumah dua warga positif Corona aman. Kalau kemarin ada penyemportan cairan dari petugas pihaknya merupakan upaya kepolisian untuk terbaik bagi warga.

Baca juga  Pengrajin Binaan Dekranasda Terima Bantuan Sembako

“Sudah semakin yakin. Sudah tidak ada (virus Corona di perumahan itu), ” kata Sidik.

Belum Ada Bukti Virus Corona Menyebar di Depok

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menegaskan tidak ada virus corona di Depok. Sebab warga Depok yang terinfeksi virus corona tertular di Jakarta.

Hanya saja Pemprov Jabar dan Pemkot Depok tetap segera membentuk crisis centre terkait adanya dua warga Depok dinyatakan positif COVID-19 atau virus corona.

Pemprov dan Pemkot Depok membentuk COVID-19 crisis center dipimpin langsung oleh Wali kota Depok dengan tugas satu pintu terhadap semua informasi penanganan COVID-19,” lanjutnya., kata Kang Emil saat di Kota Depok, Senin (2/3/2020) malam

Rumah dua warga Depok positif virus corona sudah diisolasi dan dilakukan penanganan. Maka itu, dia meminta warga Depok dan Jabar untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa.

“Setelah bertemu dengan Menteri Kesehatan, fakta per hari ini yang bisa disampaikan, dua WNI yang ber-KTP Depok itu terinfeksi di Jakarta, bukan di Depok,” katanya.

“Jadi, per hari ini belum ada bukti virus corona di Depok karena sedang diteliti oleh tim yang terkait,” lanjutnya.

Ridwan Kamil mengimbau kepada seluruh warga Jabar untuk berinisiatif memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat apabila muncul gejala-gejala virus corona, seperti demam tinggi, batuk, dan gangguan pernapasan.

Baca juga  Indonesia Baru Mau Mulai, Ini 4 Negara yang Tes Corona secara Drive-thru

“Melapor itu ketika ada gejala. Tidak ada gejala, karena virus ini berkaitan dengan imunitas, saya kira lakukan kegiatan seperti biasa. Kecuali ada gejala, berinisiatif-lah ke rumah sakit terdekat. Termasuk RSUD. Atau melihat teman dan tetangga memiliki gejala itu tolong diimbau juga,” katanya.

Selain itu, Kang Emil memastikan isolasi warga yang pernah berinteraksi dengan warga positif COVID-19 dilakukan sesuai standar WHO. Termasuk tenaga kesehatan yang sempat menangani pasien COVID-19.

“Isolasi itu hanya terjadi pada interaksi. Kan tidak ada kabar dia beredar ke sana-sini. Yang ada itu mereka dijenguk. Empat orang ini yang sedang diobservasi. Ada gejala apa tidak. Jangan-jangan yang menjenguknya badannya sehat, berinteraksi belum tentu tertular,” ujarnya.

“(Tenaga kesehatan) sedang diobservasi. Artinya, bekerja normal tapi kalau ada gejala melaporkan. wajib lapor. Ini kan urusan dengan imunitas, kita menduga-duga orang sehat, ada interaksi gimana mengonfirmasinya. Pas ada gejala dites sampling-nya. Itu standar WHO,” tambahnya.

Ada sejumlah rumah sakit rujukan di Jabar untuk menangani COVID-19, seperti RSUP Dr Hasan Sadikin (Kota Bandung), RSU R Syamsudin (Kota Sukabumi), RSU Dr. Slamet (Kab. Garut), RSU Kabupaten Indramayu, RSU Gunung Jati (Kota Cirebon), RSU Kabupaten Bandung, dan RSTP Dr. H.A Rotinsulu (Kota Bandung).

Ini Hotline Service COVID-19 Dinas Kesehatan Provinsi Jabar: 08112093306.

Sumber : Suara.com

 

banner 468x60

Tinggalkan Komentar

Greeting Pelantikan Bupati & Wakil Bupati Ketapang

Streaming triggernetmedia.com

Close Ads X