triggernetmedia.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyatakan, selama ini Pemkot Pontianak dan Forkompinda Kota Pontianak sangat sinergis dalam menyelesaikan setiap permasalahan di Kota Pontianak yang diantaranya terakomodir dalam APBD Kota Pontianak.
Hal tersebut dikatakannya saat upacara pembukaan Karya Bhakti TNI Kodim 1207/BS Tahun 2020 di halaman MTS Al Ikhsan Jalan Budi Utomo Kecamatan Pontianak Utara, Senin (3/2).
“Melalui kegiatan Karya Bakti TNI ini misalnya, anggarannya dari APBD Kota Pontianak. Tetapi TNI bersama masyarakat yang mengerjakan pekerjaan fisik infrastrukturnya seperti pembangunan jalan gang, lalu juga ada pekerjaan non fisik seperti pembinaan ketahanan negara agar semangat gotong royong dan kebersamaan semakin lebih erat,” ujarnya.
Edi menyebut total anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan tersebut yakni sebesar Rp1 miliar, yang dibiayai melalui APBD Kota Pontianak tahun 2020.
“Sejumlah lokasi juga sudah ditentukan tersebar di enam kecamatan se-kota Pontianak. Kegiatan ini baru tahap permulaan, tahun ini kita lihat lagi mana yang bisa dikerjasamakan, kalau kita lihat jalan-jalan yang dikerjakan pasti akan meningkatkan nilai aset termasuk fungsi jalan sebagai jalan akses tadi, ” jelas Edi.
Komandan Kodim 1207/BS Pontianak, Kolonel ARM Stefie Jantje Nuhujanan mengatakan Karya Bhakti TNI ini berbeda dengan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang biasa dilakukan.
“Kalau TMMD itu biasa dipatok dengan waktu yang telah ditentukan. Tapi kalau Karya Bhakti ini kita bisa lakukan sepanjang tahun. Sebanyak 100 Personil Kodim 1207 BS sebanyak 100 dilibatkan dalam kegiatan Karya Bhakti itu,” jelasnya.
Komandan Kodim 1207/BS Pontianak, Kolonel ARM Stefie Jantje Nuhujanan menegaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Pontianak untuk menyelenggarakan kegiatan Bhakti TNI.
Tujuan dari Karya Bhakti TNI, sambungnya, adalah membantu percepatan pembangunan yang ada di kota Pontianak. Kegiatan yang dilakukan ini ada yang sifatnya fisik dan non fisik.
“Pembangunan jalan rabat beton dan membuka akses jalan yang belum tersentuh. Sementara kalau non fisik dilakukan kegiatan penyuluhan-penyuluhan. Apakah itu tentang wawasan kebangsaan, bela negara, bahaya narkoba, radikalisme ataupun kegiatan yang sifatnya intoleransi,” jelas Dandim 1207/BS.
Stefie menilai, semangat gotong royong di masyarakat semakin terkikis sehingga diperlukan upaya untuk menumbuhkan kembali semangat gotong royong di masyarakat.
Jim I Ariz



