Australia, Brunei Darussalam, China, dan Malaysia Bertarung Sengit di PIDB

  • Bagikan
banner 468x60

triggernetmedia.com – Empat negara tampil dengan kekuatan penuh berlaga dalam Pontianak Internasional Dragon Boat (PIDB).

Empat negara itu Australia, Brunei Darussalam, China dan Malaysia, yang menurunkan kekuatan keseluruhan berjumlah 98 atlet pada PIDB 2019 di Sungai Kapuas, Taman Alun Kapuas, Jumat (20/9). Sementara Filipina terkonfirmasi batal mengikuti PIDB tersebut.

“Sementara Tim Indonesia menurunkan tim dari beberapa provinsi, antara lain Provinsi Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Sulawesi Selatan,” kata Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.

Edi menyatakan PIDB ini merupakan pertama kali digelar dengan melibatkan peserta internasional. Kegiatan ini sebagai salah satu upaya menjadikan Sungai Kapuas sebagai destinasi wisata olahraga (sport tourism).

“Sehingga Sungai Kapuas bisa menjadi salah satu pembangkit pertumbuhan ekonomi di bidang pariwisata,” ujarnya.

Meski Pontianak merupakan kota yang tidak memiliki kekayaan sumber daya alam, namun Sungai Kapuas menjadi sebuah potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata.

Baca juga  Pontianak Peringati Hari Bhayangkara ke-74

“Kita berupaya menjadikan sebuah kawasan kota baru dengan waterfront city-nya sebagai destinasi wisata yang baru di Kota Pontianak,” sebut Edi.

Edi mengungkapkan, Tim dayung asal Kota Pontianak, Provinsi Kalbar yang mewakili Indonesia baru-baru ini berhasil merebut juara pertama pada lomba dayung di Brunei Darussalam.

Hal ini, lanjutnya, membuktikan bahwa potensi olahraga dayung di Kota Pontianak bisa menjadi pembangkit olahraga di Kalbar secara umum.

“Mudah-mudahan pada PON mendatang di Provinsi Papua tim dayung kita bisa menyumbangkan medali emas,” harapnya.

Gubernur Kalbar, Sutarmidji berharap event ini menjadi kalender rutin tahunan setiap memperingati Hari Jadi Kota Pontianak. Hal ini bertujuan supaya Pontianak lebih dikenal terutama di dunia internasional.

Baca juga  Kasus Korupsi Bansos, Eks Mensos Juliari Hadapi Sidang Vonis Hari Ini

“Saya ingin Sungai Kapuas ini menjadi wajah Kota Pontianak,” sebutnya.

Untuk menjadikan Sungai Kapuas sebagai wajah Kota Pontianak, lanjutnya, bangunan ruko yang ada di sepanjang Sungai Kapuas seluruhnya harus menghadap ke sungai.

Dengan tertatanya kawasan pinggiran Sungai Kapuas maka bisa menjadi modal dasar menarik wisatawan untuk berkunjung ke Kota Pontianak.

“Event-event harus terus ditingkatkan, Pontianak International Dragon Boat maupun Kulminasi Matahari harus disosialisasikan,” harapnya.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak, Syarif Saleh menerangkan, perlombaan dayung PIDB 2019 ini, selain diikuti mancanegara pada kategori internasional, juga ada kategori lokal.

Peserta lokal diikuti oleh enam kabupaten/kota dengan jumlah total peserta 228 atlet.

“Terdiri dari Kabupaten Sambas, Bengkayang, Mempawah, Landak, Kubu Raya  dan Kota Pontianak,” pungkasnya.

Jim I Ariz

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *