triggernetmedia – Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Mempawah, Ismaharto Adi menyatakan curah hujan di Kalimantan Barat dalam kondisi “Normal Musim”.
Menurutnya, sebagian besar wilayah Kalimantan Barat didominasi oleh wilayah non Zona Musim (non ZOM).
“Wilayah ini bisa dikategorikan sebagai wilayah yang tidak memiliki batas jelas antara musim hujan dan musim kemarau,” jelasnya.
Di Kalimantan Barat sendiri, kata dia, cenderung terjadi hujan sepanjang tahun. Wilayah yang memiliki musim (Zona Musim) di Kalbar adalah Kabupaten Ketapang Bagian Selatan (ZOM 265).
“Awal Musim Hujan normalnya terjadi pada bulan Dasarian III September (akhir bulan september) dengan panjang musim hujan adalah 31 dasarian. Normal curah hujan untuk wilayah non ZOM adalah 2719 mm,” katanya.
Lebih lanjut Ismaharto Adi menjelaskan, Musim Hujan di Kalimantan barat tahun 2019/2020, berdasarkan analisis awal musim hujan di wilayah Kabupaten Ketapang Bagian Selatan (ZOM 265) terjadi pada dasarian II (tanggal 11 – 20 Oktober 2019) atau mundur 2 dasarian dibandingkan Normalnya.
“Sifat hujan pada musim hujan diprakirakan akan sama dengan normalnya atau secara klimatologis disebut sebagai normal,” sebutnya.
Dikatakan, bahwa curah hujan kumulatif pada daerah non Zom (seluruh Kalbar kecuali Ketapang Selatan) selama periode Oktober 2019 – Maret 2020, yang diprakirakan umumnya berkisar antara 1501 – 2000 mm.
“Kecuali untuk wilayah Non ZOM 36 (Kab. Kapuas Hulu) diprakirakan akan lebih basah dari normalnya dengan curah hujan >2000 mm,” katanya.
Masyarakat diimbau waspada munculnya genangan air, terutama diwilayah pesisir akibat peningkatan curah hujan. Namun kondisi ini diperkirakan terjadi pada bulan Desember di beberapa wilayah Kalimantan Barat.
Ariz




