banner 468x60

Massa Beratribut FPI Geruduk Acara Nobar Film Kucumbu Tubuh Indahku

Trigger Netmedia - 15 September 2019
Massa Beratribut FPI Geruduk Acara Nobar Film Kucumbu Tubuh Indahku
FPI desak pemboikotan film Kucumbu Tubuh Indahku – (istimewa) - ()

triggernetmedia.com –  Suasana persiapan pemutaran film Kucumbu Tubuh Indahku di Semarang, Jawa Tengah, sempat mendadak panas, ketika sekelompok orang beratribut FPI mengepung area pintu Gedung Marabunta di Kota Lama Semarang.

Massa menyatroni lokasi pemutaran film tersebut pada Minggu (15/9) sekitar pukul 12.00 WIB, tepat satu jam sebelum acara dimulai.

Seperti dilansir dari laman suara.com, gerombolan itu meminta pemutaran film, yang menjadi bagian dari rangkaian acara Festival Kota Lama, dibatalkan.

“Kami mewakili umat Muslim masyarakat Semarang meminta film ini untuk dibatalkan. Karena film ini dapat merusak moral anak muda dengan adanya unsur LGBT,” klaim seseorang dari gerombolan itu, seperti dikutip dari pernyataan yang dipublikasi panitia festival.

Mediasi lantas dilakukan untuk meredam situasi. Sutradara Garin Nugroho, yang juga hadir di lokasi, menghargai kritik gerombolan itu, tetapi menolak filmnya diboikot.

“Film ini sudah lolos sensor, di mana anggota dewan sensor merupakan perwakilan dari unsur-unsur masyarakat, terutama perwakilan dari institusi keagamaan. Lembaga Sensor Film telah melakukan diskusi dan pertimbangan untuk meloloskan sensor film ini,” kata Garin Nugroho.

“Festival Kota Lama Semarang adalah festival yang didukung oleh pemerintah Kota Semarang dan izin acara sudah diberikan oleh Kepolisian setempat, maka tindakan membubarkan secara sepihak ini merupakan tindakan yang tidak menghormati prosedur hukum,” tambahnya.

Massa desak pemboikotan film Kucumbu Tubuh Indahku – (istimewa)

Selain itu, Erma Yuliati, panitia acara, juga menyampaikan bahwa permintaan izin telah selesai dilakukan sesuai prosedur.

Apalagi, film Kucumbu Tubuh Indahku, menurut keterangannya, “Mengandung nilai kultural dan heritage yang sesuai dengan semangat Festival Kota Lama Semarang”.

Tak hanya itu, film tersebut juga “Mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan yang dapat menjadi bahan diskusi bagi masalah sosial masyarakat Indonesia.”

Erma menganjurkan massa yang menggerebek untuk ikut menonton dan mendiskusikan film tersebut.

Tetapi, gerombolan itu menolak dan menyampaikan ancaman bakal melakukan pemboikotan dengan massa yang lebih banyak.

Setelah satu jam mediasi, potensi kerusuhan teratasi,  dan pemutaran serta diskusi film Kucumbu Tubuh Indahku dilanjutkan sampai selesai, dengan penjagaan dari petugas kepolisian.

“Sebuah festival merupakan ekspresi kultural di mana festival tersebut adalah ajang ekpsresi masyarakat, ajang mengapresiasi sebuah karya dan ajang untuk berdiskusi atas karya tersebut. Festival adalah bagian dari edukasi masyarakat, maka keberadaannya dilindungi oleh hukum,” kata Panji Prasetyo, Eksekutif Produser Film Kucumbu Tubuh Indahku, yang semula berencana hadir di acara pemutaran film.

“Festival ini telah melewati seluruh prosedural perizinan dan mentaati hukum, salah satu penerapannya yaitu panitia hanya menerima penonton yang sesuai dengan kategori usia yang disebutkan Surat Tanda Lulus Sensor. Bentuk protes memboikot sebuah acara yang telah melakukan serangkaian prosedur perizinan, apalagi sampai memobilisasi massa, inilah sikap yang tidak tepat dan melanggar hukum,” imbuhnya.

Reza Gunadha | Eleonora Padmasta Ekaristi Wijan

Tinggalkan Komentar

Terkini

“Jogging Jumat Pagi” ala Walkot Pontianak Jadi Sumber Inspirasi Menata Kota

“Jogging Jumat Pagi” ala Walkot Pontianak Jadi Sumber Inspirasi Menata Kota

Headline   Kilas Kalbar   lingkungan   News   Pontianak   Sport   Trend
Terima 11 Nama, DPR Klaim Bakal Transparan Seleksi Calon Hakim Agung

Terima 11 Nama, DPR Klaim Bakal Transparan Seleksi Calon Hakim Agung

Headline   Nasional   News   Parlementaria   Sorotan   Sospolhukam
Senyum Krisdayanti usai Dipanggil Fraksi PDIP Akibat Buka Gaji Anggota DPR

Senyum Krisdayanti usai Dipanggil Fraksi PDIP Akibat Buka Gaji Anggota DPR

Headline   Keuangan   Nasional   News   Parlementaria   Sorotan
Pelayanan Kesehatan di Papua Terganggu Pasca Pembunuhan Nakes Oleh KKB

Pelayanan Kesehatan di Papua Terganggu Pasca Pembunuhan Nakes Oleh KKB

Headline   Nasional   News   Pelayanan Puplik   Sorotan   Sospolhukam
Menteri PPPA Sebut Ketimpangan Gender Masih Jadi Masalah di Indonesia

Menteri PPPA Sebut Ketimpangan Gender Masih Jadi Masalah di Indonesia

Headline   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Kemnaker Tetap Salurkan Bantuan Subsidi Upah Meski Level PPKM Diturunkan

Kemnaker Tetap Salurkan Bantuan Subsidi Upah Meski Level PPKM Diturunkan

Ekonomi   Headline   Kesra   Nasional   News   Pelayanan Puplik   Sorotan
Neraca Dagang Surplus 16 Kali Berturut-turut, Tapi Kemenkeu Ingatkan Ini

Neraca Dagang Surplus 16 Kali Berturut-turut, Tapi Kemenkeu Ingatkan Ini

Ekonomi   Headline   Nasional   News   Sorotan
Pemerintah Perpanjangan Diskon Pajak Beli Mobil Baru Hingga Akhir Tahun

Pemerintah Perpanjangan Diskon Pajak Beli Mobil Baru Hingga Akhir Tahun

Bisnis   Ekonomi   Headline   Keuangan   Nasional   News   Otomotif   Sorotan
Kapolri Ditegur Jokowi karena Berlebihan ke Mahasiswa UNS, Pengamat: Siap Reshuffle

Kapolri Ditegur Jokowi karena Berlebihan ke Mahasiswa UNS, Pengamat: Siap Reshuffle

Headline   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Nakes Ikut Diserang hingga Tewas, KSP: Tindak Brutal KKB Papua Harus Segera Dihentikan!

Nakes Ikut Diserang hingga Tewas, KSP: Tindak Brutal KKB Papua Harus Segera Dihentikan!

Headline   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam

SITE LOCATION REKLAME

Streaming triggernetmedia.com