banner 468x60

Pemuda Katolik Diminta Ikut Menyelesaikan Persoalan Bangsa

  • Bagikan
banner 468x60

triggernetmedia.com – Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Karolin Margret Natasa mengimbau kepada seluruh pemuda Katolik yang ada di Indonesia dan Kalbar khususnya untuk  dapat membangu jejaring dalam membantu bangsa ini menghadapi berbagai permasalahan yang ada, serta dapat membuka sekat perbedaan yang terjadi ditengah masyarakat.

“Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini, kita sedang menghadapi berbagai permasalahan dimana persoalan tersebut membuat kita tersekat-sekat. Sebagai pemuda Katolik bukan berarti menjadi eksklusif atau inklusif, tetapi bagaimana menjadi pendobrak penghalang-penghalang tersebut,” kata Karolin di Pontianak, Minggu (8/9).

Karolin meminta agar pemuda Katolik selalu berada di tengah masyarakat. Setiap kegiatan yang dilakukan harus dapat membantu serta menyentuh masyarakat, terutama rakyat miskin.

Ia mendorong Kader Pemuda Katolik dapat berbuat sesuai dengan Tri Prasetya Pemuda Katolik.

“Kesetiaan kita adalah pada gereja dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, berdasarkan Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika. Oleh karena itu, siapapun yang berusaha mengganti Ideologi negara ini, harus berhadapan dengan pemuda Katolik,” tegasnya.

Baca juga  Sambut 10 Hari Akhir Ramadhan, Presidensi Dua Masjid Kerahkan 4000 Petugas

“Kepentingan gereja yaitu umat yang berada di Kalimantan Barat, dimana umat kita sedang dalam situasi yang memerlukan pertolongan, sehingga kita harus banyak melakukan kerja nyata,” timpalnya.

Karolin meminta setiap kegiatan yang dilakukan Pemuda Katolik harus menyentuh di tengah masyarakat, dan tidak menjauhkan diri dari rakyat. Pemuda Katolik harus selalu ada di tengah masyarakat.

Pemuda Katolik, lanjutnya, hadir bukan untuk organisasi itu sendiri sendiri, tapi justru untuk membuka sekat perbedaan yang menjadi penghalang persatuan.

“Serta menjembatani dialog antar elemen dan kelompok. Inilah yang menjadi modal menuju persatuan Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Romo Yulianus Astanto Adi CM, mengimbau pemuda Katolik menjadi pendobrak sekat-sekat perbedaan dengan membangun relasi  yang baik antar agama, suku, dan sebaginya.

“Kita harus membangun jejaring yang baik dengan berbagai golongan masyarakat, baik itu suku, agama, dan lainya melalui relasi. Relasi adalah suatu usaha untuk memperluas persaudaraan,” katanya.

Baca juga  Pemerintah Sebut Pilkada Saat Pandemi Momen Ubah Musibah Jadi Berkah

“Bapak Uskup Agung Pontianak begitu aktif memanfaatkan hari-hari besar keagamaan untuk membangun hubungan yang baik antar umat, beliau menyadari bahwa jejaring itu penting, namun terkadang sering disalahgunakan. Saya pikir kita harus mempertahankan jejaring yang benar, dan bahasa yang cocok untuk itu adalah relasi,” katanya lagi.

Romo Yulianus menyebut, bahwa sifat intoleransi dan individualisme tumbuh dikarenakan kita memberi sekat-sekat yang kuat, disebabkan oleh perbedaan yang ada. Oleh karena itu, jejaring yang tersedia saat ini harus digunakan untuk membangun kembali komunikasi antar golongan.

“Jejaring yang ada harus digunakan untuk membangun komunikasi antar golongan, guna menunjukkan keindonesiaan kita. Itulah yang kiranya perlu kita usahakan, sehingga ketika membangun jejaring, tidak bersifat fungsional apa lagi overtunistik, tetapi yang benar-benar relasional,” ujarnya.

Ariz

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *