HeadlineKilas KalbarLandakLipsus

Kabupaten Landak Evaluasi Program Kiat Guru

"Pelaksanaan program Kiat Guru sejak November 2016 telah memberikan dampak terhadap kehadiran guru hasil belajar murid serta peran serta masyarakat,” papar Limawardani menyampaikan amanat Bupati Landak, dr. Karolin Margret Natasa.

triggernetmedia.com – Sejak dilaksanakannya program Kinerja dan Akuntabilitas (KIAT) Guru pada November 2016, hingga kini Pemerintah Kabupaten Landak bersama dengan tim nasional percepatan penanggulangan kemiskinan (TNP2K) Setwapres Republik Indonesia melakukan evaluasi program tersebut.

Bahkan, belum lama ini kegiatan evaluasi digelar di aula Badan perencanaan dan pembangunan daerah (Bappeda) Kabupaten Landak.

Evaluasi program KIAT guru ini dibuka oleh Asisten administrasi umum Setda Landak Ir. Limawardani. Ia di daulat mewakili Bupati Landak, dr. Karoli Margret Natasa yang berhalangan hadir.

Evaluasi KIAT pada Kamis (19/12) itu dihadiri Bappeda Landak, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Landak, Perwakilan DSPMPD Landak, para Camat dan Kepala Desa terkait, tim daerah program KIAT Guru TNP2K Setwapres RI, para pengawas Sekolah Dasar, kepala sekolah, kader, dan kelompok pengguna layanan program KIAT Guru Kabupaten Landak.

Sebagaimana diketahui Landak merupakan salah satu dari tiga kabupaten di Kalimantan Barat, selain Kabupaten Sintang dan Ketapang yang telah melaksanakan program KIAT Guru.

Program tersebut telah dijalankan sebanyak 38 sekolah pada desa dengan status sangat tertinggal, setelah berjalan kurang lebih tiga tahun program ini dinilai telah memberikan dampak positif terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Landak.

Dalam kurun waktu tersebut merupakan tahap rintisan dengan menguji dua mekanisme guna meningkatkan kehadiran dan kinerja guru serta hasil belajar murid.

Pertama, yaitu mekanisme pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan masyarakat dalam memantau dan mengevaluasi layanan guru serta untuk memastikan akuntabilitas guru, dan mekanisme kedua dengan mengaitkan tunjangan khusus guru dengan kualitas.

Dalam kesempatan itu, Asisten administrasi umum Setda Landak Ir. Limawardani menyampaikan amanat Bupati Karolin, yang mengatakan bahwa berdasarkan data yang dihimpun bahwa program KIAT guru telah berdampak meningkatnya hasil belajar murid.

“Pelaksanaan program Kiat Guru sejak November 2016 telah memberikan dampak terhadap kehadiran guru hasil belajar murid serta peran serta masyarakat,” papar Limawardani menyampaikan amanat Bupati Karolin.

Setelah melihat hasil yang dicapai ini, Limawardani mengungkapkan bahwa program ini dinilai layak diperluas. Untuk itu perlu adanya evaluasi untuk mengetahui informasi hasil menyeluruh dari program KIAT guru dan untuk mengetahui tantangan yang dihadapi saat pelaksanaan program.

“Pelaksana ditingkat desa dan sekolah perlu menyampaikan tantangan pelaksanaan program ini sekaligus menyampaikan dukungan yang dibutuhkan agar semua pihak bias bergotong royong membangun pendidikan di kabupaten Landak,” ujarnya.

Dikatakannya, pada tahun 2020 mendatang, pelaksanaan program KIAT guru akan dilaksanakan secara mandiri oleh pemerintah kabupaten Landak. Dukungan teknis tim KIAT guru rencananya akan berakhir pada April 2020.

Terpisah, Bupati Landak, dr. Karolin Margret Natasa menambahkan, perlu adanya dukungan semua pihak agar pelaksanaan secara mandiri bisa terlaksana dengan baik demi majukan pendidikan di Kabupaten Landak.

“Perlu dukungan semua pihak agar pelaksanaan KIAT guru secara mandiri dapat berjalan dengan baik. Mari kita gunakan sumber daya yang ada secara maksimal, dengan semangat gotong royong kita bangun pendidikan di Kabupaten Landak yang unggul dan berprestasi,” kata Karolin.

Ariz

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close