<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>perdagangan internasional Archives - Trigger Netmedia</title>
	<atom:link href="https://triggernetmedia.com/tag/perdagangan-internasional/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://triggernetmedia.com/tag/perdagangan-internasional/</link>
	<description>Adverstising &#38; News Agency</description>
	<lastBuildDate>Sat, 30 May 2026 08:28:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://triggernetmedia.com/wp-content/uploads/cropped-triggernet-logo-1-32x32.png</url>
	<title>perdagangan internasional Archives - Trigger Netmedia</title>
	<link>https://triggernetmedia.com/tag/perdagangan-internasional/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kenaikan Arus Peti Kemas Tunjukkan Aktivitas Industri dan Perdagangan Tetap Bergairah</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2026/05/30/kenaikan-arus-peti-kemas-tunjukkan-aktivitas-industri-dan-perdagangan-tetap-bergairah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 May 2026 08:28:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[# ekspor indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[# hilirisasi]]></category>
		<category><![CDATA[# tanjung emas]]></category>
		<category><![CDATA[# Tanjung priok]]></category>
		<category><![CDATA[Achmad Muchtasyar]]></category>
		<category><![CDATA[arus peti kemas]]></category>
		<category><![CDATA[ASEAN]]></category>
		<category><![CDATA[digitalisasi pelabuhan]]></category>
		<category><![CDATA[distribusi domestik]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi Indonesia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[impor indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[infrastruktur pelabuhan]]></category>
		<category><![CDATA[investasi industri]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Perhubungan]]></category>
		<category><![CDATA[konektivitas logistik]]></category>
		<category><![CDATA[logistik nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Manufaktur Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Masyhud]]></category>
		<category><![CDATA[pelabuhan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pelabuhan Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Pelindo]]></category>
		<category><![CDATA[perdagangan internasional]]></category>
		<category><![CDATA[perdagangan intra-Asia]]></category>
		<category><![CDATA[Pertumbuhan ekonomi nasional]]></category>
		<category><![CDATA[PT Pelabuhan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[rantai pasok nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjung Perak]]></category>
		<category><![CDATA[terminal peti kemas]]></category>
		<category><![CDATA[TEUs]]></category>
		<category><![CDATA[tiongkok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=133522</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Aktivitas ekonomi nasional pada awal 2026 menunjukkan tren positif. Salah satu indikatornya terlihat dari meningkatnya arus peti kemas yang dilayani PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) hingga April 2026. Data Pelindo mencatat arus peti kemas mencapai 6,42 juta Twenty-foot Equivalent Units (TEUs), naik sekitar 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 5,99 [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/05/30/kenaikan-arus-peti-kemas-tunjukkan-aktivitas-industri-dan-perdagangan-tetap-bergairah/">Kenaikan Arus Peti Kemas Tunjukkan Aktivitas Industri dan Perdagangan Tetap Bergairah</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Aktivitas ekonomi nasional pada awal 2026 menunjukkan tren positif. Salah satu indikatornya terlihat dari meningkatnya arus peti kemas yang dilayani PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) hingga April 2026.</p>
<p>Data Pelindo mencatat arus peti kemas mencapai 6,42 juta Twenty-foot Equivalent Units (TEUs), naik sekitar 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 5,99 juta TEUs.</p>
<p>Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar mengatakan pertumbuhan tersebut mencerminkan masih bergeraknya aktivitas produksi, perdagangan, konsumsi, investasi, dan distribusi barang di Indonesia.</p>
<p>“Peningkatan ini ditopang oleh pertumbuhan segmen internasional yang meningkat sekitar 11 persen, dengan ekspor tumbuh 10 persen dan impor naik 12 persen. Sementara itu, arus peti kemas domestik tumbuh sekitar 4 persen,” kata Achmad dalam keterangannya.</p>
<p>Menurut dia, kenaikan arus peti kemas internasional menunjukkan perdagangan luar negeri Indonesia tetap tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi global. Sementara itu, peningkatan distribusi domestik menjadi indikasi konsumsi masyarakat dan aktivitas industri masih terjaga.</p>
<p>Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sejumlah komoditas ekspor berbasis peti kemas mengalami pertumbuhan, antara lain lemak dan minyak hewan atau nabati sebesar 7,95 persen, mesin dan peralatan mekanis 9,26 persen, mesin dan perlengkapan elektrik 4,9 persen, serta produk kimia 12,27 persen.</p>
<p>Di sisi impor, peningkatan terjadi pada mesin dan peralatan mekanis sebesar 22,1 persen, mesin dan perlengkapan elektrik 17,91 persen, instrumen optik 20,8 persen, dan produk kimia 36,31 persen. Struktur impor tersebut dinilai mencerminkan masih kuatnya kebutuhan industri terhadap barang modal dan bahan baku produksi.</p>
<p>Pertumbuhan arus peti kemas tercatat di sejumlah pelabuhan utama seperti Pelabuhan Tanjung Priok, Tanjung Emas, dan Tanjung Perak. Pada jalur domestik, peningkatan distribusi barang menuju kawasan timur Indonesia juga menunjukkan aktivitas ekonomi yang semakin merata.</p>
<p>Pelabuhan Tanjung Priok mencatat pertumbuhan arus domestik sekitar 8 persen. Sementara Pelabuhan Tanjung Perak tumbuh sekitar 2 persen dan Pelabuhan Makassar meningkat sekitar 7 persen.</p>
<p>Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Muhammad Masyhud mengatakan pemerintah terus memperkuat kapasitas pelabuhan melalui pengembangan terminal peti kemas, modernisasi peralatan, dan digitalisasi layanan.</p>
<p>“Dengan kapasitas dan kualitas layanan yang semakin baik, pelabuhan Indonesia diharapkan mampu mengimbangi peningkatan arus peti kemas internasional maupun domestik yang diproyeksikan terus tumbuh,” ujar Masyhud.</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/05/30/kenaikan-arus-peti-kemas-tunjukkan-aktivitas-industri-dan-perdagangan-tetap-bergairah/">Kenaikan Arus Peti Kemas Tunjukkan Aktivitas Industri dan Perdagangan Tetap Bergairah</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dugaan Under Invoicing Ekspor CPO Masuk Tahap Penyidikan</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2026/05/28/dugaan-under-invoicing-ekspor-cpo-masuk-tahap-penyidikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 May 2026 02:40:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Industri]]></category>
		<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[Sospolhukam]]></category>
		<category><![CDATA[# crude palm oil]]></category>
		<category><![CDATA[# ekspor indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[# Jampidsus]]></category>
		<category><![CDATA[# Purbaya Yudhi Sadewa]]></category>
		<category><![CDATA[CPO]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor sawit]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Sawit]]></category>
		<category><![CDATA[investigasi keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[kejaksaan agung]]></category>
		<category><![CDATA[Manipulasi ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[menteri keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[pajak korporasi]]></category>
		<category><![CDATA[penghindaran pajak]]></category>
		<category><![CDATA[perdagangan internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[singapura]]></category>
		<category><![CDATA[Syarief Sulaeman Nahdi]]></category>
		<category><![CDATA[trade misinvoicing]]></category>
		<category><![CDATA[transfer pricing]]></category>
		<category><![CDATA[Under invoicing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=133487</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Pemerintah mulai menelusuri dugaan manipulasi nilai ekspor minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) yang dilakukan sejumlah perusahaan eksportir besar. Dugaan tersebut berkaitan dengan praktik transfer pricing dan under invoicing yang disinyalir bertujuan mengurangi kewajiban pajak. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah telah mengantongi data transaksi dari 10 eksportir terbesar yang terindikasi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/05/28/dugaan-under-invoicing-ekspor-cpo-masuk-tahap-penyidikan/">Dugaan Under Invoicing Ekspor CPO Masuk Tahap Penyidikan</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Pemerintah mulai menelusuri dugaan manipulasi nilai ekspor minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) yang dilakukan sejumlah perusahaan eksportir besar. Dugaan tersebut berkaitan dengan praktik transfer pricing dan under invoicing yang disinyalir bertujuan mengurangi kewajiban pajak.</p>
<p>Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah telah mengantongi data transaksi dari 10 eksportir terbesar yang terindikasi melakukan pengurangan nilai pelaporan ekspor.</p>
<p>Menurut Purbaya, pola manipulasi dilakukan melalui perusahaan perantara di Singapura. Secara fisik, komoditas dikirim langsung dari Indonesia ke negara tujuan akhir, tetapi dalam dokumen administrasi tercatat seolah-olah dijual terlebih dahulu ke perusahaan di Singapura dengan harga lebih rendah.</p>
<p>Setelah itu, harga penjualan dinaikkan kembali sebelum ditagihkan kepada pembeli akhir.</p>
<p>“Jadi barangnya langsung ke negara tujuan, tetapi dokumennya diputar lewat Singapura,” ujar Purbaya dalam keterangannya.</p>
<p>Dari hasil pengambilan sampel terhadap tiga aktivitas pengapalan, Kementerian Keuangan menemukan selisih nilai perdagangan mencapai 84 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,48 triliun.</p>
<p>Sebagai contoh, terdapat perusahaan yang melaporkan nilai ekspor sebesar 2,6 juta dollar AS di Indonesia, padahal pihak importir di Amerika Serikat membayar hingga 4,2 juta dollar AS.</p>
<p>Temuan tersebut telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas pada 21 Mei 2026.</p>
<p>Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Syarief Sulaeman Nahdi mengatakan dugaan manipulasi perdagangan ekspor-impor tersebut saat ini telah masuk tahap penyidikan.</p>
<p>“Perkara manipulasi atau transfer pricing itu kita sekarang sedang lakukan penyidikan,” kata Syarief.</p>
<p>Ia mengatakan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi telah dilakukan untuk memperkuat alat bukti. Namun, Kejaksaan Agung belum mengungkap pihak yang akan ditetapkan sebagai tersangka.</p>
<p>Pemerintah menegaskan seluruh dugaan tersebut masih dalam proses investigasi dan pembuktian hukum.</p>
<p>Disclaimer: 10 perusahaan tersebut merupakan perusahaan dengan dugaan awal terindikasi sengaja memanipulasi ekspor untuk menghindari wajib pajak. Namun hingga kini belum terbukti dan masih dalam investigasi. Ulasan mengenai perkembangan pengusutan kasus dugaan manipulasi nilai ekspor CPO ini disusun berdasarkan draf laporan Kementerian Keuangan dan keterangan pers resmi Jampidsus Kejaksaan Agung RI per Mei 2026. Status hukum, nilai kerugian pasti negara, serta nama korporasi yang terlibat sepenuhnya tunduk pada proses pembuktian yudisial di pengadilan tindak pidana korupsi.</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/05/28/dugaan-under-invoicing-ekspor-cpo-masuk-tahap-penyidikan/">Dugaan Under Invoicing Ekspor CPO Masuk Tahap Penyidikan</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
