<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pancasila dan teknologi Archives - Trigger Netmedia</title>
	<atom:link href="https://triggernetmedia.com/tag/pancasila-dan-teknologi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://triggernetmedia.com/tag/pancasila-dan-teknologi/</link>
	<description>Adverstising &#38; News Agency</description>
	<lastBuildDate>Sat, 01 Nov 2025 10:41:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://triggernetmedia.com/wp-content/uploads/cropped-triggernet-logo-1-32x32.png</url>
	<title>Pancasila dan teknologi Archives - Trigger Netmedia</title>
	<link>https://triggernetmedia.com/tag/pancasila-dan-teknologi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Megawati: Penjajahan Belum Usai, Kini Datang Lewat Algoritma dan Data</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2025/11/01/megawati-penjajahan-belum-usai-kini-datang-lewat-algoritma-dan-data/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Nov 2025 10:41:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Sospolhukam]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence AI]]></category>
		<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Etika global baru]]></category>
		<category><![CDATA[Imperialisme digital]]></category>
		<category><![CDATA[Kedaulatan teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Kolonialisme digital]]></category>
		<category><![CDATA[Konferensi Asia-Afrika 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati Soekarnoputri]]></category>
		<category><![CDATA[Pancasila dan teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=128448</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengingatkan bahwa dunia tengah menghadapi bentuk baru kolonialisme: bukan lagi dengan senjata dan kekuatan militer, tetapi melalui teknologi, algoritma, dan data. Dalam pidato kuncinya pada seminar internasional 70 Tahun Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Blitar, Sabtu (1/11/2025), Megawati menyebut kolonialisme modern kini berwujud penguasaan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2025/11/01/megawati-penjajahan-belum-usai-kini-datang-lewat-algoritma-dan-data/">Megawati: Penjajahan Belum Usai, Kini Datang Lewat Algoritma dan Data</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, <strong data-start="352" data-end="378">Megawati Soekarnoputri</strong>, mengingatkan bahwa dunia tengah menghadapi bentuk baru kolonialisme: bukan lagi dengan senjata dan kekuatan militer, tetapi melalui <strong data-start="512" data-end="546">teknologi, algoritma, dan data</strong>.</p>
<p data-start="551" data-end="790">Dalam pidato kuncinya pada <strong data-start="578" data-end="641">seminar internasional 70 Tahun Konferensi Asia-Afrika (KAA)</strong> di Blitar, Sabtu (1/11/2025), Megawati menyebut kolonialisme modern kini berwujud penguasaan informasi dan sistem digital oleh negara-negara maju.</p>
<blockquote data-start="792" data-end="919">
<p data-start="794" data-end="919">“Jika dulu penjajahan hadir dengan meriam dan kapal perang, maka kini ia datang melalui algoritma dan data,” kata Megawati.</p>
</blockquote>
<p data-start="921" data-end="1155">Menurutnya, kecerdasan buatan (AI), big data, dan sistem keuangan digital lintas batas telah menciptakan <strong data-start="1026" data-end="1050">imperialisme digital</strong>, di mana negara-negara berkembang hanya menjadi pengguna algoritma tanpa kendali atas datanya sendiri.</p>
<blockquote data-start="1157" data-end="1319">
<p data-start="1159" data-end="1319">“Manusia direduksi menjadi angka, data menjadi komoditas. Negara maju menjadi pemilik data, sementara negara berkembang sekadar konsumen algoritma,” tegasnya.</p>
</blockquote>
<h3 data-start="1321" data-end="1358"><strong data-start="1325" data-end="1358">Kedaulatan Digital Jadi Kunci</strong></h3>
<p data-start="1360" data-end="1731">Megawati menilai tantangan digital tidak sekadar isu ekonomi, melainkan <strong data-start="1432" data-end="1474">soal kemanusiaan dan kedaulatan bangsa</strong>.<br data-start="1475" data-end="1478" />Ia menyoroti data Kementerian Kominfo yang menyebut <strong data-start="1530" data-end="1597">90 persen lalu lintas data nasional masih melewati server asing</strong>, serta riset Universitas Indonesia (2025) yang menemukan <strong data-start="1655" data-end="1728">72 persen lembaga publik belum memiliki tata kelola data yang memadai</strong>.</p>
<p data-start="1733" data-end="1828">“Tanpa pengendalian terhadap teknologi dan data, kemerdekaan sejati sulit tercapai,” ujarnya.</p>
<h3 data-start="1830" data-end="1862"><strong data-start="1834" data-end="1862">Seruan Etika Global Baru</strong></h3>
<p data-start="1864" data-end="2189">Dalam pidatonya, Megawati menyerukan pembentukan <strong data-start="1913" data-end="1938">“a new global ethics”</strong> — tatanan moral baru yang menata kembali kekuasaan global di bidang teknologi, ekonomi, dan informasi.<br data-start="2041" data-end="2044" />Ia menilai dunia membutuhkan <strong data-start="2073" data-end="2121">keberanian moral seperti semangat Bung Karno</strong> untuk menolak dominasi baru yang bersumber dari kekuatan digital.</p>
<blockquote data-start="2191" data-end="2305">
<p data-start="2193" data-end="2305">“Dunia kini memerlukan regulasi baru agar teknologi tidak menjadi alat penindasan bentuk baru,” kata Megawati.</p>
</blockquote>
<h3 data-start="2307" data-end="2353"><strong data-start="2311" data-end="2353">Pancasila Sebagai Kompas Dunia Digital</strong></h3>
<p data-start="2355" data-end="2609">Megawati mengajak dunia menjadikan <strong data-start="2390" data-end="2403">Pancasila</strong> sebagai pedoman etik global.<br data-start="2432" data-end="2435" />Nilai-nilainya, kata dia, mampu menyeimbangkan antara material dan spiritual, hak individu dan tanggung jawab sosial, serta kedaulatan nasional dan solidaritas antarbangsa.</p>
<blockquote data-start="2611" data-end="2744">
<p data-start="2613" data-end="2744">“Dunia yang tidak diatur oleh algoritma tanpa hati nurani, tetapi oleh nilai-nilai Pancasila yang memuliakan kehidupan,” ujarnya.</p>
</blockquote>
<h3 data-start="2746" data-end="2777"><strong data-start="2750" data-end="2777">Dari Blitar untuk Dunia</strong></h3>
<p data-start="2779" data-end="2984">Pidato Megawati di Blitar, kota tempat dimakamkannya Presiden Soekarno, menjadi refleksi terhadap semangat <strong data-start="2886" data-end="2917">Konferensi Asia-Afrika 1955</strong> — semangat perlawanan terhadap kolonialisme dan dominasi global.</p>
<blockquote data-start="2986" data-end="3182">
<p data-start="2988" data-end="3182">“Dari Blitar ini, dari pusara Bung Karno, saya menyerukan kepada dunia: mari kita bangun dunia baru. Dunia yang menempatkan manusia sebagai pusat peradaban, bukan mesin dan modal,” pungkasnya.</p>
</blockquote>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2025/11/01/megawati-penjajahan-belum-usai-kini-datang-lewat-algoritma-dan-data/">Megawati: Penjajahan Belum Usai, Kini Datang Lewat Algoritma dan Data</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
