<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kasus korupsi kuota haji Archives - Trigger Netmedia</title>
	<atom:link href="https://triggernetmedia.com/tag/kasus-korupsi-kuota-haji/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://triggernetmedia.com/tag/kasus-korupsi-kuota-haji/</link>
	<description>Adverstising &#38; News Agency</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Oct 2025 11:34:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://triggernetmedia.com/wp-content/uploads/cropped-triggernet-logo-1-32x32.png</url>
	<title>Kasus korupsi kuota haji Archives - Trigger Netmedia</title>
	<link>https://triggernetmedia.com/tag/kasus-korupsi-kuota-haji/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>KPK Ungkap Dugaan Jual Beli Kuota Petugas Haji, Layanan Jemaah Terimbas</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2025/10/07/kpk-ungkap-dugaan-jual-beli-kuota-petugas-haji-layanan-jemaah-terimbas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Oct 2025 11:34:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[Sospolhukam]]></category>
		<category><![CDATA[Asep Guntur Rahayu]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Prasetyo KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Jual beli kuota petugas haji]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus korupsi kuota haji]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Kuota haji reguler dan khusus]]></category>
		<category><![CDATA[Penyelenggaraan haji 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Praperadilan kuota haji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=127674</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan adanya praktik jual beli kuota petugas haji kepada calon jemaah dalam penyelidikan kasus dugaan korupsi pembagian kuota dan penyelenggaraan haji tahun 2023–2024 di Kementerian Agama (Kemenag). Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan, temuan itu muncul setelah penyidik memeriksa sejumlah saksi yang terlibat dalam proses penentuan dan distribusi kuota haji. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2025/10/07/kpk-ungkap-dugaan-jual-beli-kuota-petugas-haji-layanan-jemaah-terimbas/">KPK Ungkap Dugaan Jual Beli Kuota Petugas Haji, Layanan Jemaah Terimbas</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan adanya praktik <strong data-start="352" data-end="384">jual beli kuota petugas haji</strong> kepada calon jemaah dalam penyelidikan kasus dugaan korupsi pembagian kuota dan penyelenggaraan haji <strong data-start="486" data-end="505">tahun 2023–2024</strong> di <strong data-start="509" data-end="540">Kementerian Agama (Kemenag)</strong>.</p>
<p data-start="545" data-end="719">Juru Bicara KPK <strong data-start="561" data-end="578">Budi Prasetyo</strong> mengungkapkan, temuan itu muncul setelah penyidik memeriksa sejumlah saksi yang terlibat dalam proses penentuan dan distribusi kuota haji.</p>
<blockquote data-start="721" data-end="987">
<p data-start="723" data-end="987">“Penyidik menemukan adanya dugaan kuota petugas haji seperti petugas pendamping, petugas kesehatan, maupun petugas administrasi  yang justru diperjualbelikan kepada calon jemaah,” ungkap Budi di Gedung Merah Putih KPK, <strong data-start="945" data-end="984">Jakarta Selatan, Selasa (7/10/2025)</strong>.</p>
</blockquote>
<p data-start="989" data-end="1152">Menurut Budi, praktik ilegal itu tidak hanya menyalahi aturan, tetapi juga <strong data-start="1064" data-end="1102">mengurangi kualitas pelayanan haji</strong>, terutama di sektor kesehatan dan pendampingan.</p>
<blockquote data-start="1154" data-end="1334">
<p data-start="1156" data-end="1334">“Seharusnya ada petugas kesehatan yang mendampingi para jemaah, tapi karena kuotanya dijual, jumlah petugas berkurang. Dampaknya, pelayanan di lapangan ikut menurun,” jelasnya.</p>
</blockquote>
<h3 data-start="1341" data-end="1393"><strong data-start="1345" data-end="1393">Penyidik Telusuri Peran Travel dan Biro Haji</strong></h3>
<p data-start="1395" data-end="1571">Budi menambahkan, penyidik kini tengah mendalami keterlibatan sejumlah <strong data-start="1466" data-end="1529">biro perjalanan dan penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK)</strong> dalam praktik jual beli kuota tersebut.</p>
<blockquote data-start="1573" data-end="1750">
<p data-start="1575" data-end="1750">“Kondisinya beragam. Ada yang menjual kuota petugas kesehatan, ada yang menjual kuota pendamping. Nilainya juga berbeda-beda, tergantung biro travel masing-masing,” ujarnya.</p>
</blockquote>
<p data-start="1752" data-end="1919">Penyidik juga menelusuri dugaan adanya <strong data-start="1791" data-end="1858">transaksi tidak resmi antar penyelenggara haji dan calon jemaah</strong> yang ingin mendapatkan kursi tambahan di luar kuota resmi.</p>
<h3 data-start="1926" data-end="1983"><strong data-start="1930" data-end="1983">Dugaan Pelanggaran dalam Pembagian Kuota Tambahan</strong></h3>
<p data-start="1985" data-end="2424">Sebelumnya, KPK mengungkap dugaan <strong data-start="2019" data-end="2082">penyimpangan dalam pembagian tambahan kuota haji tahun 2024</strong> yang berasal dari hasil lobi Presiden <strong data-start="2121" data-end="2136">Joko Widodo</strong> kepada Raja <strong data-start="2149" data-end="2181">Salman bin Abdulaziz Al Saud</strong>.<br data-start="2182" data-end="2185" />Dari tambahan <strong data-start="2199" data-end="2220">20.000 kuota haji</strong>, seharusnya 92 persen dialokasikan untuk <strong data-start="2262" data-end="2280">jemaah reguler</strong>, dan hanya 8 persen untuk <strong data-start="2307" data-end="2323">kuota khusus</strong>, sebagaimana diatur dalam <strong data-start="2350" data-end="2421">UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah</strong>.</p>
<p data-start="2426" data-end="2519">Namun, hasil penyelidikan menunjukkan pembagian tersebut justru <strong data-start="2490" data-end="2516">tidak sesuai ketentuan</strong>.</p>
<blockquote data-start="2521" data-end="2743">
<p data-start="2523" data-end="2743">“Kuotanya dibagi dua sama rata, 10.000 untuk reguler dan 10.000 untuk kuota khusus. Padahal seharusnya 18.400 untuk reguler dan 1.600 untuk khusus,” terang Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK <strong data-start="2718" data-end="2740">Asep Guntur Rahayu</strong>.</p>
</blockquote>
<p data-start="2745" data-end="2886">Asep menjelaskan, perubahan proporsi ini menguntungkan pihak tertentu karena <strong data-start="2822" data-end="2861">biaya haji khusus jauh lebih tinggi</strong> daripada haji reguler.</p>
<blockquote data-start="2888" data-end="3051">
<p data-start="2890" data-end="3051">“Ketika kuota khusus bertambah, otomatis pendapatan biro travel juga meningkat. Ini yang sedang kami dalami karena berpotensi menjadi bentuk korupsi,” katanya.</p>
</blockquote>
<h3 data-start="3058" data-end="3097"><strong data-start="3062" data-end="3097">Travel Besar Diduga Diuntungkan</strong></h3>
<p data-start="3099" data-end="3314">Dari hasil pemeriksaan awal, KPK menemukan pola pembagian kuota yang <strong data-start="3168" data-end="3190">tidak proporsional</strong> antarpenyelenggara haji. Biro perjalanan besar mendapat alokasi lebih besar, sementara yang kecil hanya kebagian sedikit.</p>
<blockquote data-start="3316" data-end="3435">
<p data-start="3318" data-end="3435">“Travel besar mendapat jatah banyak karena dianggap berpengaruh di asosiasi. Travel kecil hanya sisa,” ungkap Asep.</p>
</blockquote>
<p data-start="3437" data-end="3615">KPK menegaskan akan melanjutkan penyelidikan untuk memastikan ada tidaknya <strong data-start="3512" data-end="3571">unsur suap, gratifikasi, atau penyalahgunaan kewenangan</strong> dalam distribusi kuota tambahan tersebut.</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2025/10/07/kpk-ungkap-dugaan-jual-beli-kuota-petugas-haji-layanan-jemaah-terimbas/">KPK Ungkap Dugaan Jual Beli Kuota Petugas Haji, Layanan Jemaah Terimbas</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
