<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>gunung anak krakatau Archives - Trigger Netmedia</title>
	<atom:link href="https://triggernetmedia.com/tag/gunung-anak-krakatau/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://triggernetmedia.com/tag/gunung-anak-krakatau/</link>
	<description>Adverstising &#38; News Agency</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 Sep 2026 23:58:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.7</generator>

<image>
	<url>https://triggernetmedia.com/wp-content/uploads/cropped-triggernet-logo-1-32x32.png</url>
	<title>gunung anak krakatau Archives - Trigger Netmedia</title>
	<link>https://triggernetmedia.com/tag/gunung-anak-krakatau/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Lima Bandara Kembali Beroperasi Usai Terdampak Abu Anak Krakatau</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2026/09/08/lima-bandara-kembali-beroperasi-usai-terdampak-abu-anak-krakatau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2026 23:58:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[Sospolhukam]]></category>
		<category><![CDATA[Abu vulkanik]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Halim Perdanakusuma]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Soekarno Hatta]]></category>
		<category><![CDATA[Dudy Purwagandhi]]></category>
		<category><![CDATA[gunung anak krakatau]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Perhubungan]]></category>
		<category><![CDATA[keselamatan penerbangan]]></category>
		<category><![CDATA[Operasional penerbangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pembukaan bandara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=136191</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mulai membuka kembali sejumlah bandara yang sebelumnya ditutup akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Pembukaan dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan penerbangan. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, Bandara Soekarno-Hatta Banten, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, dan Bandara Husein Sastranegara Bandung kembali beroperasi mulai Selasa (8/9/2026) pukul 00.01 WIB. “Per tanggal [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/09/08/lima-bandara-kembali-beroperasi-usai-terdampak-abu-anak-krakatau/">Lima Bandara Kembali Beroperasi Usai Terdampak Abu Anak Krakatau</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mulai membuka kembali sejumlah bandara yang sebelumnya ditutup akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Pembukaan dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan penerbangan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, Bandara Soekarno-Hatta Banten, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, dan Bandara Husein Sastranegara Bandung kembali beroperasi mulai Selasa (8/9/2026) pukul 00.01 WIB.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Per tanggal 8 September pukul 00.01 WIB, Bandara Soekarno-Hatta Banten, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta dan Bandara Husein Sastranegara Bandung dinyatakan aktif kembali,” ujar Dudy dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).</p>
<p class="isSelectedEnd">Selanjutnya, Bandara Budiarto Curug Banten dan Bandara Pondok Cabe Banten kembali dibuka pada pukul 02.25 WIB.</p>
<p class="isSelectedEnd">Sementara itu, dua bandara di Lampung, yakni Bandara Radin Inten II dan Bandara Muhammad Taufiq Kiemas di Pesisir Barat, masih menunggu perkembangan kondisi sebaran abu vulkanik sebelum operasional dibuka kembali.</p>
<p class="isSelectedEnd">Adapun Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan, telah kembali beroperasi secara normal sejak Senin (7/9/2026) pukul 09.00 WIB.</p>
<p class="isSelectedEnd">Kemenhub menegaskan pembukaan bandara tidak berarti seluruh penerbangan dapat langsung berjalan normal. Setiap maskapai tetap wajib memastikan kondisi pesawat aman sebelum digunakan kembali.</p>
<p class="isSelectedEnd">Otoritas Bandara bersama maskapai diminta melakukan inspeksi terhadap seluruh armada yang akan beroperasi. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan tidak terdapat dampak abu vulkanik yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Selain pemeriksaan pesawat, pilot dan kru operasional juga wajib memahami keberadaan <em>restricted polygon</em>, yakni wilayah udara yang dibatasi atau dilarang dilintasi karena terdeteksi memiliki sebaran abu vulkanik.</p>
<p class="isSelectedEnd">Dengan ketentuan tersebut, penerbangan hanya dapat dilakukan setelah kondisi ruang udara dinyatakan aman dan seluruh prosedur keselamatan dipenuhi.</p>
<p class="isSelectedEnd">Sebelumnya, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mengganggu ruang udara dan operasional sejumlah bandar udara sejak Sabtu (5/9/2026).</p>
<p class="isSelectedEnd">Secara keseluruhan, delapan bandara sempat terdampak dan mengalami penutupan operasional. Bandara tersebut meliputi Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II, Husein Sastranegara, Budiarto Curug, Pondok Cabe, Muhammad Taufiq Kiemas, dan Atung Bungsu.</p>
<p>Kemenhub meminta masyarakat yang akan melakukan perjalanan udara untuk tetap memantau informasi terbaru dari maskapai terkait jadwal penerbangan, mengingat kondisi abu vulkanik dapat berubah dan memengaruhi operasional penerbangan.</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/09/08/lima-bandara-kembali-beroperasi-usai-terdampak-abu-anak-krakatau/">Lima Bandara Kembali Beroperasi Usai Terdampak Abu Anak Krakatau</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Erupsi Anak Krakatau Berdampak ke Tiga Daerah, Warga Diminta Waspadai Abu Vulkanik</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2026/09/07/erupsi-anak-krakatau-berdampak-ke-tiga-daerah-warga-diminta-waspadai-abu-vulkanik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2026 02:09:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Maritim]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[Sospolhukam]]></category>
		<category><![CDATA[# pandeglang]]></category>
		<category><![CDATA[Abu vulkanik]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Gunung Anak Krakatau]]></category>
		<category><![CDATA[gunung anak krakatau]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Lampung Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Penutupan bandara]]></category>
		<category><![CDATA[Tanggamus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=136149</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda paling berdampak terhadap tiga kabupaten, yakni Lampung Selatan dan Tanggamus di Provinsi Lampung serta Pandeglang di Provinsi Banten. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memantau wilayah yang terdampak sebaran abu vulkanik bersama pemerintah daerah serta kementerian dan lembaga terkait. Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/09/07/erupsi-anak-krakatau-berdampak-ke-tiga-daerah-warga-diminta-waspadai-abu-vulkanik/">Erupsi Anak Krakatau Berdampak ke Tiga Daerah, Warga Diminta Waspadai Abu Vulkanik</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda paling berdampak terhadap tiga kabupaten, yakni Lampung Selatan dan Tanggamus di Provinsi Lampung serta Pandeglang di Provinsi Banten.</p>
<p class="isSelectedEnd">Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memantau wilayah yang terdampak sebaran abu vulkanik bersama pemerintah daerah serta kementerian dan lembaga terkait.</p>
<p class="isSelectedEnd">Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan pemantauan dilakukan untuk memastikan kondisi masyarakat tetap terpantau, terutama dari sisi kesehatan.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Dalam hal ini termasuk Kementerian Kesehatan yang mengimbau masyarakat memperhatikan kondisi kesehatan, terutama pada saluran pernapasan, mata, dan kulit,” kata Berton, dikutip dari ANTARA, Senin (7/9/2026).</p>
<p class="isSelectedEnd">Masyarakat yang masih harus beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan perlindungan, seperti masker dan kacamata. Warga juga dianjurkan segera membersihkan diri setelah kembali dari luar rumah untuk mengurangi paparan abu vulkanik.</p>
<p class="isSelectedEnd">Selama wilayah masih terdampak abu, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar dan memperbanyak kegiatan di dalam rumah. Warga yang mengalami gangguan pernapasan juga diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Kementerian Kesehatan telah menginstruksikan puskesmas di wilayah terdampak untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Pemerintah juga mengantisipasi kemungkinan pengaktifan pos komando kesehatan atau <em>Health Emergency Operation Centre</em> (HEOC) apabila kondisi membutuhkan penanganan lebih lanjut.</p>
<h3>Enam Bandara Sempat Ditutup</h3>
<p class="isSelectedEnd">Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau juga terasa pada sektor penerbangan. Otoritas bandara bersama Kementerian Perhubungan dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau pergerakan serta sebaran abu vulkanik.</p>
<p class="isSelectedEnd">Material abu menjadi perhatian serius dalam penerbangan karena dapat mengganggu operasional dan membahayakan keselamatan pesawat.</p>
<p class="isSelectedEnd">Hingga Minggu (6/9/2026) pukul 13.00 WIB, enam bandara masih ditutup sementara akibat terdampak abu vulkanik. Keenam bandara tersebut yakni Bandara Soekarno-Hatta dan Budiarto di Tangerang, Bandara Pondok Cabe di Tangerang Selatan, Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur, Bandara Radin Inten II di Lampung, serta Bandara Husein Sastranegara di Bandung.</p>
<p class="isSelectedEnd">Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan penutupan Bandara Husein Sastranegara dilakukan setelah pengecekan kondisi di sekitar bandara. Operasional bandara dihentikan sementara sejak Sabtu (6/9) pukul 12.00 WIB untuk memastikan keselamatan penerbangan.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Kementerian Perhubungan mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan. Pihak maskapai tidak memaksakan penerbangan apabila kondisi tidak memungkinkan,” kata Dudy.</p>
<p class="isSelectedEnd">Kemenhub bersama instansi terkait akan terus mengevaluasi perkembangan sebaran abu vulkanik. Informasi kondisi penerbangan diperbarui setiap empat jam sebagai salah satu dasar dalam menentukan kelanjutan operasional bandara.</p>
<h3>Penyeberangan Selat Sunda Tetap Berjalan</h3>
<p class="isSelectedEnd">Sementara itu, dampak abu vulkanik terhadap transportasi laut belum menunjukkan gangguan signifikan. Penyeberangan melalui Selat Sunda masih dapat beroperasi.</p>
<p class="isSelectedEnd">Meski demikian, otoritas pelabuhan diminta meningkatkan kewaspadaan dan terus memperbarui informasi mengenai kondisi keamanan serta keselamatan pelayaran.</p>
<p class="isSelectedEnd">Masyarakat yang menggunakan transportasi laut juga diimbau mengenakan masker selama perjalanan untuk mengurangi paparan abu vulkanik.</p>
<p>Pengelola pelabuhan diminta terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan segera mengambil langkah penyesuaian apabila kondisi di Selat Sunda berubah akibat perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/09/07/erupsi-anak-krakatau-berdampak-ke-tiga-daerah-warga-diminta-waspadai-abu-vulkanik/">Erupsi Anak Krakatau Berdampak ke Tiga Daerah, Warga Diminta Waspadai Abu Vulkanik</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan dan Pendidikan, 170 Ribu Penumpang Terdampak</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2026/09/07/erupsi-anak-krakatau-ganggu-penerbangan-dan-pendidikan-170-ribu-penumpang-terdampak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2026 02:02:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[Sospolhukam]]></category>
		<category><![CDATA[Abu vulkanik]]></category>
		<category><![CDATA[Dudy Purwagandhi]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Gunung Anak Krakatau]]></category>
		<category><![CDATA[gunung anak krakatau]]></category>
		<category><![CDATA[keselamatan penerbangan]]></category>
		<category><![CDATA[pembelajaran jarak jauh]]></category>
		<category><![CDATA[Penerbangan terdampak]]></category>
		<category><![CDATA[Penutupan bandara]]></category>
		<category><![CDATA[Sebaran abu vulkanik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=136146</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda semakin berdampak terhadap aktivitas masyarakat. Abu vulkanik yang menyebar ke sejumlah wilayah Jawa dan Sumatra mengganggu operasional penerbangan hingga mendorong sejumlah sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Erupsi yang berlangsung sejak Jumat (4/9/2026) tersebut dilaporkan berdampak di antaranya terhadap Lampung, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Selain [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/09/07/erupsi-anak-krakatau-ganggu-penerbangan-dan-pendidikan-170-ribu-penumpang-terdampak/">Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan dan Pendidikan, 170 Ribu Penumpang Terdampak</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda semakin berdampak terhadap aktivitas masyarakat. Abu vulkanik yang menyebar ke sejumlah wilayah Jawa dan Sumatra mengganggu operasional penerbangan hingga mendorong sejumlah sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ).</p>
<p class="isSelectedEnd">Erupsi yang berlangsung sejak Jumat (4/9/2026) tersebut dilaporkan berdampak di antaranya terhadap Lampung, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Selain sebaran abu, aktivitas gunung api juga disertai suara gemuruh dan getaran yang dirasakan di sejumlah wilayah.</p>
<p class="isSelectedEnd">Gangguan paling besar terjadi pada sektor penerbangan. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat sebanyak delapan bandara terdampak material vulkanik Gunung Anak Krakatau.</p>
<p class="isSelectedEnd">Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan kondisi tersebut menyebabkan ribuan penerbangan mengalami gangguan dan penumpang tertahan di sejumlah terminal.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Terhitung terdapat 1.558 flight yang tertunda dengan 170.000 penumpang tertahan,” ujar Dudy.</p>
<p class="isSelectedEnd">Pemerintah meminta maskapai memberikan pelayanan maksimal kepada penumpang terdampak. Informasi mengenai perubahan jadwal, pembatalan, maupun pengalihan penerbangan harus disampaikan secara berkala dan transparan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Penumpang juga berhak mendapatkan opsi perubahan jadwal atau pengembalian tiket sesuai ketentuan yang berlaku. Maskapai diminta tidak membiarkan penumpang menunggu tanpa kepastian di tengah kondisi erupsi yang belum dapat dipastikan kapan berakhir.</p>
<h3>Enam Bandara Diperpanjang Penutupannya</h3>
<p class="isSelectedEnd">Hingga Senin (7/9/2026) pagi, pemerintah memperpanjang penutupan sementara enam bandara yang terdampak abu vulkanik. Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan potensi bahaya material vulkanik terhadap mesin pesawat dan keselamatan penerbangan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Enam bandara tersebut adalah:</p>
<ol start="1" data-spread="false">
<li>Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), pukul 23.20–08.59 WIB.</li>
<li>Bandara Halim Perdanakusuma (HLP), pukul 23.26–08.59 WIB.</li>
<li>Bandara Radin Inten II Lampung (TKG), pukul 23.23–08.59 WIB.</li>
<li>Bandara Husein Sastranegara Bandung (BDO), pukul 23.31–08.59 WIB.</li>
<li>Bandara Budiarto Curug (RTO), pukul 23.29–08.59 WIB.</li>
<li>Bandara Pondok Cabe (PCB), pukul 23.36–08.59 WIB.</li>
</ol>
<p class="isSelectedEnd">Untuk mengantisipasi penumpukan penumpang, Kemenhub menyiapkan sejumlah bandara alternatif, seperti Kertajati, Juanda Surabaya, Yogyakarta International Airport (YIA), serta bandara di Semarang dan Solo.</p>
<p class="isSelectedEnd">Pemerintah juga menyiapkan transportasi penghubung bagi penumpang yang penerbangannya dialihkan ke bandara alternatif. Angkutan tersebut disiapkan melalui koordinasi lintas instansi dan diberikan tanpa biaya kepada penumpang terdampak.</p>
<h3>Sekolah di Jakarta dan Tangerang Terapkan PJJ</h3>
<p class="isSelectedEnd">Dampak erupsi juga merambah sektor pendidikan. Sejumlah sekolah di wilayah Jakarta hingga Tangerang mengalihkan kegiatan belajar mengajar menjadi PJJ.</p>
<p class="isSelectedEnd">Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap penurunan kualitas udara akibat paparan abu vulkanik. Aktivitas belajar dari rumah dinilai dapat mengurangi paparan langsung terhadap kondisi udara yang tidak sehat.</p>
<p class="isSelectedEnd">Pemerintah daerah terus memantau perkembangan kualitas udara dan kondisi lingkungan sebelum menentukan kebijakan lanjutan terkait kegiatan pendidikan.</p>
<h3>Abu Vulkanik Menyebar ke Jawa dan Sumatra</h3>
<p class="isSelectedEnd">BMKG memantau pergerakan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menggunakan citra RGB Himawari-9 yang dipadukan dengan data PVMBG dan VAAC Darwin.</p>
<p class="isSelectedEnd">Analisis pada 6 September 2026 pukul 04.00 WIB menunjukkan terdapat dua klaster utama sebaran abu berdasarkan ketinggian dan arah pergerakan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Klaster pertama berada pada ketinggian hingga 20.000 kaki dan bergerak ke arah timur laut hingga selatan. Sebarannya mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten, serta sejumlah wilayah Jawa Barat seperti Bogor, Depok, Sukabumi, Cianjur, dan Bandung Barat.</p>
<p class="isSelectedEnd">Klaster kedua berada pada ketinggian hingga 50.000 kaki dan bergerak ke arah barat daya hingga barat laut. Sebaran ini menjangkau sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Sumatera Selatan, hingga Sumatera Barat.</p>
<p class="isSelectedEnd">Sebaran abu juga terpantau di wilayah perairan Selat Sunda bagian selatan serta Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung, dan Banten.</p>
<p>Dengan cakupan dampak yang terus dipantau, masyarakat diminta mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan instansi terkait. Perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi keselamatan penerbangan dan aktivitas masyarakat di wilayah yang berada dalam jalur sebaran abu vulkanik.</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/09/07/erupsi-anak-krakatau-ganggu-penerbangan-dan-pendidikan-170-ribu-penumpang-terdampak/">Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan dan Pendidikan, 170 Ribu Penumpang Terdampak</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Erupsi Anak Krakatau Berdampak ke Penerbangan, Delapan Bandara Ditutup Sementara</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2026/09/07/erupsi-anak-krakatau-berdampak-ke-penerbangan-delapan-bandara-ditutup-sementara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2026 00:27:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[Sospolhukam]]></category>
		<category><![CDATA[Abu vulkanik]]></category>
		<category><![CDATA[Dudy Purwagandhi]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Gunung Anak Krakatau]]></category>
		<category><![CDATA[gunung anak krakatau]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Perhubungan]]></category>
		<category><![CDATA[keselamatan penerbangan]]></category>
		<category><![CDATA[Penerbangan terdampak]]></category>
		<category><![CDATA[Pengalihan penerbangan]]></category>
		<category><![CDATA[Penutupan bandara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=136142</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) terhadap penerbangan semakin meluas. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan delapan bandar udara ditutup sementara setelah terdampak abu vulkanik. Penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk memastikan keselamatan dan keamanan operasional penerbangan. Delapan bandara tersebut tersebar di Banten, Jakarta, Jawa Barat, Lampung, hingga Sumatera Selatan. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan bandara [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/09/07/erupsi-anak-krakatau-berdampak-ke-penerbangan-delapan-bandara-ditutup-sementara/">Erupsi Anak Krakatau Berdampak ke Penerbangan, Delapan Bandara Ditutup Sementara</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) terhadap penerbangan semakin meluas. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan delapan bandar udara ditutup sementara setelah terdampak abu vulkanik.</p>
<p class="isSelectedEnd">Penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk memastikan keselamatan dan keamanan operasional penerbangan. Delapan bandara tersebut tersebar di Banten, Jakarta, Jawa Barat, Lampung, hingga Sumatera Selatan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan bandara yang ditutup sementara meliputi Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Radin Inten II Lampung, dan Bandara Husein Sastranegara Bandung.</p>
<p class="isSelectedEnd">Empat bandara lainnya yakni Bandara Budiarto Curug Tangerang, Bandara Pondok Cabe Tangerang Selatan, Bandara Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung, serta Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Adapun delapan bandar udara yang dimaksud adalah Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Husein Sastranegara Bandung,” kata Dudy di Jakarta, Minggu.</p>
<p class="isSelectedEnd">Dengan penutupan tersebut, masyarakat yang hendak bepergian melalui bandara terdampak diminta tidak datang ke bandara selama operasional dihentikan sementara. Penumpang juga diminta memantau informasi terbaru dari maskapai terkait status penerbangan masing-masing.</p>
<p class="isSelectedEnd">Kemenhub meminta maskapai menempatkan keselamatan sebagai prioritas dalam setiap keputusan operasional. Maskapai juga diminta menyampaikan informasi mengenai perubahan jadwal, pembatalan, maupun pengalihan penerbangan secara cepat, akurat, dan transparan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Pemerintah membuka kemungkinan pengalihan penerbangan ke sejumlah bandara lain, antara lain Kertajati, Semarang, Surabaya, dan Yogyakarta.</p>
<p class="isSelectedEnd">Dudy menekankan pentingnya kepastian bagi penumpang agar mereka tidak terlalu lama menunggu di tengah kondisi erupsi yang belum dapat dipastikan kapan berakhir.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Yang paling penting bahwa hak-hak mereka untuk pengembalian tiket itu harus dijamin oleh para airlines supaya mereka tidak menunggu. Karena memang ada banyak penumpang yang masih berharap bahwa mereka masih bisa terbang,” tegasnya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Menurut Dudy, pembukaan kembali bandara tidak akan dilakukan sebelum kondisi keselamatan penerbangan benar-benar dapat dipastikan. Pemerintah akan terus mengevaluasi kondisi abu vulkanik dan dampaknya terhadap penerbangan.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Namun dengan kondisi yang bisa teman-teman saksikan bahwa kemungkinan tidak dalam waktu dekat kita bisa membuka bandara. Kita akan membuka kalau memang kita jamin bahwa kondisi keselamatan itu sudah bisa kita ketahui dengan pasti,” tambahnya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Operator penerbangan juga diminta memastikan petugas dan saluran informasi tetap tersedia untuk membantu penumpang terdampak. Langkah tersebut diperlukan agar perubahan perjalanan, pembatalan, maupun pengalihan penerbangan dapat ditangani secara tertib.</p>
<p class="isSelectedEnd">Jumlah bandara yang terdampak sebelumnya lebih sedikit. Dalam jumpa pers daring pada Minggu sekitar pukul 13.00 WIB, Dudy menyebut enam bandara telah ditutup sementara karena terdampak abu vulkanik GAK.</p>
<p class="isSelectedEnd">Pada tahap awal, Kemenhub menutup lima bandara, yakni Bandara Radin Inten Lampung, Soekarno-Hatta Tangerang, Halim Perdanakusuma Jakarta, Pondok Cabe Tangerang Selatan, dan Budiarto Curug Tangerang.</p>
<p class="isSelectedEnd">Setelah pengujian lanjutan pada pukul 12.00 WIB, Bandara Husein Sastranegara Bandung turut dinyatakan terdampak abu vulkanik sehingga operasional penerbangannya dihentikan sementara.</p>
<p>Perkembangan berikutnya membuat jumlah bandara yang ditutup sementara akibat dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau bertambah menjadi delapan. Pemerintah masih memantau kondisi secara berkala sebelum menentukan langkah selanjutnya terkait operasional penerbangan.</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/09/07/erupsi-anak-krakatau-berdampak-ke-penerbangan-delapan-bandara-ditutup-sementara/">Erupsi Anak Krakatau Berdampak ke Penerbangan, Delapan Bandara Ditutup Sementara</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Aktivitas Vulkanik Sejumlah Gunung di Indonesia Meningkat, Warga Diminta Waspada</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2026/09/07/aktivitas-vulkanik-sejumlah-gunung-di-indonesia-meningkat-warga-diminta-waspada/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Sep 2026 22:58:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[Sospolhukam]]></category>
		<category><![CDATA[# Gunung Semeru]]></category>
		<category><![CDATA[Aktivitas vulkanik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi gunung api]]></category>
		<category><![CDATA[gunung anak krakatau]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Sinabung]]></category>
		<category><![CDATA[Kewaspadaan bencana вулkanik]]></category>
		<category><![CDATA[Status siaga gunung api]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=136140</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Aktivitas vulkanik sejumlah gunung berapi di Indonesia menunjukkan peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Gunung Semeru, Anak Krakatau, Merapi, Ibu, hingga Sinabung tercatat mengalami erupsi maupun peningkatan aktivitas kegempaan. Pada Minggu (6/9/2026) pagi, Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami erupsi eksplosif. Kolom abu teramati mencapai sekitar 1.000 meter [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/09/07/aktivitas-vulkanik-sejumlah-gunung-di-indonesia-meningkat-warga-diminta-waspada/">Aktivitas Vulkanik Sejumlah Gunung di Indonesia Meningkat, Warga Diminta Waspada</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Aktivitas vulkanik sejumlah gunung berapi di Indonesia menunjukkan peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Gunung Semeru, Anak Krakatau, Merapi, Ibu, hingga Sinabung tercatat mengalami erupsi maupun peningkatan aktivitas kegempaan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Pada Minggu (6/9/2026) pagi, Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami erupsi eksplosif. Kolom abu teramati mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak Mahameru.</p>
<p class="isSelectedEnd">Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Semeru, erupsi terjadi pada pukul 07.51 WIB. Kolom abu teramati mencapai ketinggian sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut dengan warna putih hingga kelabu dan intensitas tebal mengarah ke timur.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 102 detik,” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Sigit Rian Alfian di Lumajang.</p>
<p class="isSelectedEnd">Gunung Semeru saat ini masih berstatus Level III atau Siaga. Masyarakat diminta membatasi aktivitas di luar ruangan serta tidak melakukan kegiatan di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak yang menjadi pusat erupsi.</p>
<h3>Anak Krakatau Masih Menunjukkan Aktivitas Erupsi</h3>
<p class="isSelectedEnd">Selain Semeru, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda juga masih menjadi perhatian. Gunung tersebut telah berstatus Level III atau Siaga sejak 2 Juli 2026 dan mengalami erupsi menerus sejak 4 September 2026 pukul 23.07 WIB.</p>
<p class="isSelectedEnd">Aktivitas erupsi berjenis strombolian tersebut disertai dentuman keras, fenomena <em>lava fountain</em>, serta hujan abu yang cukup intens. Abu dilaporkan meluas hingga perairan Selat Sunda dan wilayah Lampung pada 5 September 2026.</p>
<h3>Suplai Magma Merapi Masih Berlangsung</h3>
<p class="isSelectedEnd">Aktivitas vulkanik juga masih terjadi di Gunung Merapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.</p>
<p class="isSelectedEnd">Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan suplai magma ke puncak Merapi masih berlangsung. Dalam periode pengamatan Sabtu (5/9/2026) dini hari, tercatat delapan kali guguran lava menuju sektor barat daya, yakni ke arah Kali Sat/Putih dan Kali Krasak, dengan jarak luncur maksimum 1.700 meter.</p>
<p class="isSelectedEnd">Aktivitas kegempaan Merapi pada periode tersebut didominasi 17 kali gempa guguran dan 10 kali gempa hybrid.</p>
<p class="isSelectedEnd">BPPTKG mengingatkan masyarakat terhadap potensi bahaya guguran lava dan awan panas guguran di sektor selatan-barat daya serta tenggara. Area yang berpotensi terdampak meliputi Sungai Boyong hingga 5 kilometer, Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer, Sungai Woro hingga 3 kilometer, serta Sungai Gendol hingga 5 kilometer.</p>
<p class="isSelectedEnd">Sementara itu, radius bahaya lontaran material akibat letusan eksplosif ditetapkan sejauh 3 kilometer dari puncak Merapi.</p>
<h3>Gunung Ibu dan Sinabung Juga Dipantau</h3>
<p class="isSelectedEnd">Aktivitas erupsi juga terpantau di Gunung Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. Gunung berstatus Level II atau Waspada tersebut mengalami erupsi dengan frekuensi tinggi sepanjang pekan ini. Pada awal September, kolom abu erupsi Gunung Ibu teramati mencapai sekitar 400 meter di atas puncak.</p>
<p class="isSelectedEnd">Di Sumatera Utara, Gunung Sinabung di Kabupaten Karo juga masih menjadi perhatian. Gunung berstatus Level II itu sempat mengalami erupsi eksplosif dengan kolom abu mencapai sekitar 3,5 kilometer pada akhir Agustus hingga awal September.</p>
<p class="isSelectedEnd">Masyarakat di sekitar Gunung Sinabung diminta mematuhi radius rekomendasi keselamatan yang ditetapkan, yakni antara 3 hingga 4,5 kilometer dari puncak.</p>
<p class="isSelectedEnd">Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta masyarakat serta pemerintah daerah di sekitar kawasan rawan bencana untuk terus mengikuti perkembangan dan arahan resmi petugas.</p>
<p>Masyarakat juga diimbau tidak mudah percaya atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait aktivitas gunung berapi. Kewaspadaan dan kepatuhan terhadap rekomendasi keselamatan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko apabila aktivitas vulkanik kembali meningkat.</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/09/07/aktivitas-vulkanik-sejumlah-gunung-di-indonesia-meningkat-warga-diminta-waspada/">Aktivitas Vulkanik Sejumlah Gunung di Indonesia Meningkat, Warga Diminta Waspada</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gunung Anak Krakatau Erupsi Tiga Kali, Masyarakat Diminta Tidak Mendekat</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2023/03/19/gunung-anak-krakatau-erupsi-tiga-kali-masyarakat-diminta-tidak-mendekat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Mar 2023 03:58:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Maritim]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[# Provinsi Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[erupsi]]></category>
		<category><![CDATA[gunung anak krakatau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=93318</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Provinsi Lampung, pada Sabtu (18/3/2023) tercatat sudah tiga kali mengalami erupsi. Hal ini berdasarkan informasi yang disampaikan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). PVMBG mencatat erupsi Gunung Anak Krakatau terjadi pada Sabtu, pukul 14.46 WIB dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 500 meter di atas puncak dan dari [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2023/03/19/gunung-anak-krakatau-erupsi-tiga-kali-masyarakat-diminta-tidak-mendekat/">Gunung Anak Krakatau Erupsi Tiga Kali, Masyarakat Diminta Tidak Mendekat</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong><a href="https://www.suara.com/tag/gunung-anak-krakatau">Gunung Anak Krakatau</a> di Selat Sunda, <a href="https://www.suara.com/tag/provinsi-lampung">Provinsi Lampung</a>, pada Sabtu (18/3/2023) tercatat sudah tiga kali mengalami <a href="https://www.suara.com/tag/erupsi">erupsi</a>. Hal ini berdasarkan informasi yang disampaikan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).</p>
<p>PVMBG mencatat erupsi Gunung Anak Krakatau terjadi pada Sabtu, pukul 14.46 WIB dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 500 meter di atas puncak dan dari permukaan laut kurang lebih 657 meter kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal, condong ke barat daya.</p>
<p>Melansir <a href="https://www.suara.com/news/2023/03/18/230023/sabtu-ini-gunung-anak-krakatau-erupsi-tiga-kali-masyarakat-diminta-tidak-mendekat"><em>suara.com</em></a>, erupsi selanjutnya terjadi pukul 18.46 WIB dengan kolom abu tidak teramati.</p>
<p>Erupsi ini terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 38 mm dan durasi 53 detik, sedangkan kolam abu teramati hingga kurang lebih 300 meter.</p>
<p>Kemudian Gunung Anak Krakatau pada pukul 21.43 WIB kembali mengalami erupsi, namun tinggi kolom abu tidak teramati, sedangkan amplitudo maksimum 46 mm.</p>
<p>PVMBG menyarankan masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah aktif gunung api tersebut. Kekinian Gunung Anak Krakatau statusnya Siaga (Level III).</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2023/03/19/gunung-anak-krakatau-erupsi-tiga-kali-masyarakat-diminta-tidak-mendekat/">Gunung Anak Krakatau Erupsi Tiga Kali, Masyarakat Diminta Tidak Mendekat</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gunung Anak Krakatau Erupsi dan Siaga, Warga Dilarang Mendekat</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2022/07/02/gunung-anak-krakatau-erupsi-dan-siaga-warga-dilarang-mendekat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Jul 2022 12:48:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Maritim]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[# anak krakatau]]></category>
		<category><![CDATA[# Gunung Anak Krakatau Erupsi]]></category>
		<category><![CDATA[# siaga]]></category>
		<category><![CDATA[gunung anak krakatau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=80567</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Baru-baru ini, Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Jumat (1/7/2022), pagi hari. Semburan abu vulkanik mengarah ke timur laut Gunung Anak Krakatau. Diketahui, erupsi Gunung Anak Krakatau ini sudah terjadi sejak Rabu (29/6/2022) lalu. Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang membahayakan membuat warga dilarang keras mendekat dalam radius 5 kilometer. Berikut fakta-fakta erupsi Gunung Anak Krakatau. Melansir suara.com. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2022/07/02/gunung-anak-krakatau-erupsi-dan-siaga-warga-dilarang-mendekat/">Gunung Anak Krakatau Erupsi dan Siaga, Warga Dilarang Mendekat</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Baru-baru ini, <a href="https://www.suara.com/tag/gunung-anak-krakatau">Gunung Anak Krakatau</a> kembali erupsi pada Jumat (1/7/2022), pagi hari. Semburan abu vulkanik mengarah ke timur laut Gunung <a href="https://www.suara.com/tag/anak-krakatau">Anak Krakatau</a>.</p>
<p>Diketahui, erupsi Gunung Anak Krakatau ini sudah terjadi sejak Rabu (29/6/2022) lalu. Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang membahayakan membuat warga dilarang keras mendekat dalam radius 5 kilometer.</p>
<p>Berikut fakta-fakta erupsi Gunung Anak Krakatau. Melansir <a href="https://www.suara.com/news/2022/07/02/184732/5-fakta-gunung-anak-krakatau-erupsi-dan-siaga-warga-dilarang-mendekat"><em>suara.com</em></a>.</p>
<p><strong>1. Tercatat pos pengamatan Gunung Api Anak Krakatau di Pasauran</strong></p>
<p>Diketahui, erupsi ini tercatat melalui pos pengamatan gunung api Anak Krakatau di Pasauran, Serang, Banten.</p>
<p>Pengamat gunung api, Deny Mardiono melaporkan bahwa erupsi terjadi pada pukul 06.50 WIB dengan semburan abu vulkanik mencapai 500 meter di atas puncak.</p>
<p>Dalam laporan tersebut juga disebutkan bahwa letusan Gunung Anak Krakatau tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo 42 mm dengan durasi 77 detik.</p>
<p><strong>2. Terjadi sejak Rabu dini hari</strong></p>
<p>Erupsi Gunung Anak Krakatau sudah terjadi sejak hari Rabu, 29 Juni 2022 lalu. Pada hari tersebut, Gunung Anak Krakatau sudah mengalami erupsi sebanyak tiga kali.</p>
<p>Letusan terus terjadi hingga terakhir pada hari Jumat, 1 Juli 2022.</p>
<p><strong>3. Rentetan letusan Gunung Anak Krakatau</strong></p>
<p>Gunung Anak Krakatau meletus pertama kali pada Rabu (29/6/2022) pukul 02.09 WIB. Namun, pada letusan ini visual letusan tidak teramati.</p>
<p>Letusan kedua terjadi pada hari Rabu dini hari sekitar pukul 04.36 WIB. Letusan tersebut terjadi dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 1000 m di atas puncak, kurang lebih 1157 m di atas permukaan laut.</p>
<p>Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal ke arah utara. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 60 mm dan durasi 77 detik.</p>
<p>Sementara, erupsi Gunung Anak Krakatau ketiga terjadi pada siang menjelang sore atau sekitar pukul 14.51 WIB. Letusan tersebut terjadi dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 2000 m di atas puncak, atau kurang lebih 2157 m di atas permukaan laut.</p>
<p><strong>4. Erupsi kembali terjadi pada hari Jumat</strong></p>
<p>Erupsi kembali terjadi pada hari Jumat (1/7/2022) pukul 06.50 WIB dengan tinggi abu teramati kurang lebih 500 m di atas puncak, atau sekitar kurang lebih 657 di atas permukaan laut.</p>
<p><strong>5. Status gunung level <a href="https://www.suara.com/tag/siaga">siaga</a></strong></p>
<p>Saat ini, status gunung api yang terletak di Selat Sunda tersebut masih berada pada level III atau siaga. Oleh karenanya, masyarakat dilarang mendekati gunung dalam radius 5 kilometer dari kawah.</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2022/07/02/gunung-anak-krakatau-erupsi-dan-siaga-warga-dilarang-mendekat/">Gunung Anak Krakatau Erupsi dan Siaga, Warga Dilarang Mendekat</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Potensi Tsunami, Perairan Dekat Gunung Anak Krakatau Dipasangi Sensor Pemantau Permukaan Laut</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2022/04/30/potensi-tsunami-perairan-dekat-gunung-anak-krakatau-dipasangi-sensor-pemantau-permukaan-laut/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Apr 2022 04:42:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Analisis]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Maritim]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[gunung anak krakatau]]></category>
		<category><![CDATA[Tsunami]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=76721</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Dwikorita Karnawati mengatakan pemerintah akan memasang alat pemantau kenaikan tinggi muka air laut di posisi dekat Gunung Anak Krakatau (GAK) pada Jumat. Dwikorita dalam konferensi pers Kesiapsiagaan Menuju Mudik Aman dan Mudik Sehat diikuti secara daring di Jakarta, Kamis (28/4/2022) malam, mengatakan pemasangan alat tersebut dipasang di Pulau Rakata. “Mohon [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2022/04/30/potensi-tsunami-perairan-dekat-gunung-anak-krakatau-dipasangi-sensor-pemantau-permukaan-laut/">Potensi Tsunami, Perairan Dekat Gunung Anak Krakatau Dipasangi Sensor Pemantau Permukaan Laut</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Dwikorita Karnawati mengatakan pemerintah akan memasang alat pemantau kenaikan tinggi muka air laut di posisi dekat <a href="https://www.suara.com/tag/gunung-anak-krakatau">Gunung Anak Krakatau</a> (GAK) pada Jumat.</p>
<p>Dwikorita dalam konferensi pers Kesiapsiagaan Menuju Mudik Aman dan Mudik Sehat diikuti secara daring di Jakarta, Kamis (28/4/2022) malam, mengatakan pemasangan alat tersebut dipasang di Pulau Rakata.</p>
<p>“Mohon doa, Insya Allah besok <a href="https://www.suara.com/tag/bmkg">BMKG</a> bersama Kominfo dan PVMBG dan Telkomsel atau BAKTI akan memasang peralatan untuk memonitor apabila terjadi kenaikan muka air laut pada posisi terdekat dengan Gunung Anak Krakatau, yaitu di lokasi Pulau Rakata,” ujar Dwikorita.</p>
<p>Dia menjelaskan alasan mengapa hingga saat ini belum terpasang alat tersebut, lantaran tidak ada sinyal komunikasi. Sehingga peralatan yang terpasang tidak dapat mengirimkan data.</p>
<p>BMKG pun telah melakukan gladi posko dengan Pemerintah Daerah di wilayah Selat Sunda, dan pihak terkait, misalnya, ASDP Kementerian Perhubungan, dan pihak lainnya.</p>
<p>“Gladi posko adalah kesiapsiagaan apabila terjadi peningkatan erupsi dan peningkatan potensi terjadinya <a href="https://www.suara.com/tag/tsunami">tsunami</a>, sehingga diharapkan pihak berwenang,pengelola penyeberangan, pengelola pariwisata itu sudah terampil untuk upaya evakuasi, meskipun saat ini relatif aman, tidak membahayakan dengan melemah-nya aktivitas Gunung Anak Krakatau,” tutur dia. Melansir <a href="https://www.suara.com/tekno/2022/04/29/224050/ada-potensi-tsunami-perairan-dekat-gunung-anak-krakatau-dipasangi-sensor-pemantau-permukaan-laut"><em>suara.com</em></a>.</p>
<p>BMKG menyatakan potensi tsunami dari erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) menurun. Secara visual, hanya lelehan lava yang masuk ke laut dan tidak ada eksposur sama sekali, sehingga potensi tsunami menurun.</p>
<p>Mengingat erupsi GAK fluktuatif, maka BMKG bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus memonitor perkembangan erupsi dan potensi terjadinya tsunami.</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2022/04/30/potensi-tsunami-perairan-dekat-gunung-anak-krakatau-dipasangi-sensor-pemantau-permukaan-laut/">Potensi Tsunami, Perairan Dekat Gunung Anak Krakatau Dipasangi Sensor Pemantau Permukaan Laut</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gunung Anak Krakatau Status Waspada, Warga Dilarang Aktivitas Radius 2 Km</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2020/04/11/gunung-anak-krakatau-status-waspada-warga-dilarang-aktivitas-radius-2-km/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ariz]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2020 01:38:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Metropolitan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Video]]></category>
		<category><![CDATA[gunung anak krakatau]]></category>
		<category><![CDATA[gunung anak krakatau meletus]]></category>
		<category><![CDATA[gunung anak krakatau status waspada]]></category>
		<category><![CDATA[letusan anak gunung krakatau]]></category>
		<category><![CDATA[PNBP]]></category>
		<category><![CDATA[PVMBG]]></category>
		<category><![CDATA[status gunung anak krakatau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://triggernetmedia.com/?p=18038</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Gunung Anak Krakatau meletus pada Jumat (10/4/2020) sekitar 22.35 WIB. Bahkan hingga pagi ini letusannya dilaporkan masih terus terjadi. “Dari pantauan PVMBG terlihat bahwa letusan terus berlangsung sampai Sabtu pagi (11/4/2020) pada pukul 05.44 WIB,” kata Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo dalam keterangannya, Sabtu (11/4/2020). Petugas Pos Pantau GAK Lampung Andi Suandi mengatakan, status Gunung Anak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2020/04/11/gunung-anak-krakatau-status-waspada-warga-dilarang-aktivitas-radius-2-km/">Gunung Anak Krakatau Status Waspada, Warga Dilarang Aktivitas Radius 2 Km</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong><a href="https://www.suara.com/tag/gunung-anak-krakatau">Gunung Anak Krakatau</a> meletus pada Jumat (10/4/2020) sekitar 22.35 WIB. Bahkan hingga pagi ini letusannya dilaporkan masih terus terjadi.</p>
<p>“Dari pantauan PVMBG terlihat bahwa letusan terus berlangsung sampai Sabtu pagi (11/4/2020) pada pukul 05.44 WIB,” kata Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo dalam keterangannya, Sabtu (11/4/2020).</p>
<p>Petugas Pos Pantau GAK Lampung Andi Suandi mengatakan, <a href="https://www.suara.com/tag/status-gunung-anak-krakatau">status Gunung Anak Krakatau</a> hingga kini masih berstatus Level II atau waspada dengan konsekuensi, warga tidak boleh mendekat dalam radius dua kilometer.</p>
<p>“Gunung Anak Krakatau berada pada Status Level II atau waspada, dengan rekomendasi masyarakat dan wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius dua kilometer dari kawah,” jelasnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Andi meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya dengan informasi yang beredar.</p>
<p><a href="https://www.suara.com/tag/letusan-gunung-anak-krakatau">Letusan Gunung Anak Krakatau</a> yang berada di Selat Sunda tersebut membentuk kolom abu berketinggian mencapai 500 meter dari puncak gunung.</p>
<p>“Tinggi kolom abu teramati sekitar 500 meter di atas puncak atau sekitar 657 meter di atas permukaan laut,” kata Andi Suandi.</p>
<p>Durasi semburan abu Gunung Anak Krakatau terjadi selama 38,4 menit. Kolom abu juga teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal dan condong mengarah ke arah utara.</p>
<p>“Erupsi Gunung Anak Krakatau ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 40 milimeter,” katanya.</p>
<p><iframe title="Gunung Anak Krakatau Berstatus Level II ( Waspada )" frameborder="0" width="500" height="500" src="https://geo.dailymotion.com/player.html?video=x6zerix&" allowfullscreen allow="autoplay; fullscreen; picture-in-picture; web-share"></iframe></p>
<p>Sumber : <a href="https://www.suara.com/news/2020/04/11/072124/gunung-anak-krakatau-status-waspada-warga-dilarang-aktivitas-radius-2-km"><em>Suara.com </em></a></p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2020/04/11/gunung-anak-krakatau-status-waspada-warga-dilarang-aktivitas-radius-2-km/">Gunung Anak Krakatau Status Waspada, Warga Dilarang Aktivitas Radius 2 Km</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gunung Anak Krakatau Meletus, BNPB Belum Terima Laporan Kerusakan</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2020/04/11/gunung-anak-krakatau-meletus-bnpb-belum-terima-laporan-kerusakan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ariz]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2020 01:31:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Metropolitan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Video]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[gunug anak krakat]]></category>
		<category><![CDATA[gunung anak krakatau]]></category>
		<category><![CDATA[gunung anak krakatau meletus]]></category>
		<category><![CDATA[PNBP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://triggernetmedia.com/?p=18035</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Gunung Anak Krakatau meletus pada Jumat (10/4/2020) sekitar pukul 22.35 WIB. Hingga saat ini dilaporkan belum ada kerusakan yang diakibatkan dari letusan gunung api tersebut. “Sampai pagi ini belum ada laporan kerusakan (akibat letusan Gunung Anak Krakatau) petugas BPBD dan aparat setempat akan terus memantau dan melaporkannya,” kata Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo dalam keterangannya, Sabtu (11/4/2020). Petugas Pos Pantau [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2020/04/11/gunung-anak-krakatau-meletus-bnpb-belum-terima-laporan-kerusakan/">Gunung Anak Krakatau Meletus, BNPB Belum Terima Laporan Kerusakan</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com –</strong><strong> </strong><a href="https://www.suara.com/tag/gunung-anak-krakatau">Gunung Anak Krakatau</a> meletus pada Jumat (10/4/2020) sekitar pukul 22.35 WIB. Hingga saat ini dilaporkan belum ada kerusakan yang diakibatkan dari letusan gunung api tersebut.</p>
<p>“Sampai pagi ini belum ada laporan kerusakan (akibat letusan Gunung Anak Krakatau) petugas <a href="https://www.suara.com/tag/bpbd">BPBD</a> dan aparat setempat akan terus memantau dan melaporkannya,” kata Kapusdatinkom <a href="https://www.suara.com/tag/bnpb">BNPB</a> Agus Wibowo dalam keterangannya, Sabtu (11/4/2020).</p>
<p>Petugas Pos Pantau GAK Lampung Andi Suandi sebelumnya mengatakan, status Gunung Anak Krakatau hingga kini masih berstatus Level II atau waspada dengan konsekuensi, warga tidak boleh mendekat dalam radius dua kilometer.</p>
<p>“Gunung Anak Krakatau berada pada Status Level II atau waspada, dengan rekomendasi masyarakat dan wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius dua kilometer dari kawah,” jelasnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Andi meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya dengan informasi yang beredar.</p>
<p>Letusan Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda tersebut membentuk kolom abu berketinggian mencapai 500 meter dari puncak gunung.</p>
<p>“Tinggi kolom abu teramati sekitar 500 meter di atas puncak atau sekitar 657 meter di atas permukaan laut,” kata Andi Suandi.</p>
<p>Durasi semburan abu Gunung Anak Krakatau terjadi selama 38,4 menit. Kolom abu juga teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal dan condong mengarah ke arah utara.</p>
<p>“Erupsi Gunung Anak Krakatau ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 40 milimeter,” katanya.</p>
<p><iframe title="Gunung Anak Krakatau Berstatus Level II ( Waspada )" frameborder="0" width="500" height="500" src="https://geo.dailymotion.com/player.html?video=x6zerix&" allowfullscreen allow="autoplay; fullscreen; picture-in-picture; web-share"></iframe></p>
<p> </p>
<div class="dailymotion-widget">
<div class="dailymotion-cpe cpe-b3870">Sumber : <a href="https://www.suara.com/news/2020/04/11/073240/gunung-anak-krakatau-meletus-bnpb-belum-terima-laporan-kerusakan"><em>Suara.com</em></a></div>
</div>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2020/04/11/gunung-anak-krakatau-meletus-bnpb-belum-terima-laporan-kerusakan/">Gunung Anak Krakatau Meletus, BNPB Belum Terima Laporan Kerusakan</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
