triggernetmedia.com – Universitas Terbuka Pontianak menggelar upacara wisuda ke-21, Kamis (31/8) di Auditorium Untan. Acara yang dihadiri Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, ini berhasil mengumpulkan 798 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan dan keilmuan.
Dalam sambutannya, Gubernur Sutarmidji mengajak para lulusan untuk mengambil peran pengabdian terbaik mereka dalam mendorong kemajuan negara.
“Dengan gelar yang telah disandang saat ini, selayaknya saudara dapat berkontribusi aktif dalam mengembangkan ilmunya, tidak saja bagi kemajuan daerah, tapi juga nasional, bahkan internasional,” ujarnya dengan penuh semangat.
Sutarmidji juga memberikan pesan kepada para tenaga pengajar, baik guru maupun dosen, untuk menjadi sosok yang dinantikan di depan kelas oleh mahasiswa. Menurutnya, guru yang baik adalah mereka yang selalu dinantikan kehadirannya oleh murid-muridnya.
“Guru yang baik itu guru yang selalu dinantikan kehadirannya di depan kelas oleh murid. Kalau muridnya sudah tak berharap guru itu hadir di depan kelas, berhenti jadi guru, karena bapak ibu melakukan kekerasan psikologis terhadap anak,” ungkapnya dengan tegas.
Selain itu, Gubernur juga menekankan pentingnya inovasi dan penguasaan teknologi informasi dalam menghadapi era modernisasi saat ini. Ia berpendapat bahwa pengajar yang memberikan PR pada mahasiswa tanpa inovasi adalah tindakan yang tidak efektif.
“Pengajar yang memberi PR pada anak kelas satu kelas 2 kelas 3 sampai kelas 6 itu guru yang tidak inovatif. Kalian pelajari kita diskusi. Jadi mereka harus baca, kalau nggak baca nggak tau dia mau belajar di situ,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sutarmidji juga menitipkan empat kunci kesuksesan kepada para wisudawan. Kunci kesuksesan tersebut adalah jujur, disiplin, dukungan dari orang terdekat, dan kemampuan.
Menurutnya, prestasi akademik bukanlah satu-satunya indikator kesuksesan, namun nilai-nilai inti seperti jujur dan disiplin juga memiliki peran yang sangat penting.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, M. Husni Arifin, yang mewakili Rektor Universitas Terbuka, menyampaikan harapannya bahwa keberhasilan lulusan dalam acara wisuda ini adalah awal dari perjalanan yang lebih tinggi.
“Kami berharap, ke depan saudara mengamalkan ilmu dalam profesi saudara dengan baik dan penuh tanggung jawab. Semoga proses pembelajaran yang diperoleh selama mengikuti kuliah di Universitas Terbuka dapat menguatkan nilai-nilai luhur kebenaran, sehingga mendapat keberkahan dan kebahagiaan”, ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, M. Husni Arifin juga mengungkapkan bahwa Universitas Terbuka telah mengalami perubahan status dari PTN PK BLU menjadi PTN-BH.
“Dengan berubahnya status dari PTN PK BLU menjadi PTN-BH maka UT dapat lebih mandiri dan juga lebih leluasa untuk mengembangkan dengan kebutuhan masyarakat dan Industri, serta mempersiapkan dan membekali mahasiswa agar menguasai keterampilan yang dibutuhkan melalui kebijakan internal,” ujar M Husni.
Acara wisuda ini juga disertai dengan berbagai inovasi dari Universitas Terbuka, termasuk layanan pendukung kesuksesan belajar jarak jauh (LPKBJJ) bagi mahasiswa baru, pelatihan keterampilan jarak jauh, workshop tugas, dan klinik ujian.
Universitas ini juga telah mengimplementasikan layanan berbasis teknologi informasi, sistem registrasi dan administrasi akademik online, serta sistem penagihan online.
“Kami selalu berkomitmen dan berusaha memberikan yang terbaik dalam segi metode pembelajaran hingga layanan administrasi kepada mahasiswa, mudah- mudahan ini dapat memudahkan bagi alumni dan mahasiswa mendapatkan layanan lebih mudah dan efisien,” timpalnya.
Hadir dalam acara tersebut adalah para pimpinan perguruan tinggi di Kalimantan Barat, mitra Universitas Terbuka, Pengurus Ikatan Alumni Universitas Terbuka Pontianak, serta para pengurus Pok Ar Universitas Terbuka Pontianak.





