triggernetmedia.com – Suasana akrab dan penuh semangat tercipta ketika seorang mahasiswa asal Universitas Leipzig Jerman, Aaron Hauenschild (26), bergabung dengan anak-anak di Panti Asuhan Pepabri di Jalan Harapan Jaya Kelurahan Kota Baru Kecamatan Pontianak Selatan, Senin (28/8).
Ditemani oleh Esie Hanstein, Anggota Pendiri dan Staf Ahli Proyek Senyum Cemerlang (PSC), Aaron membantu mengajarkan Bahasa Inggris serta memberikan pelajaran tentang kesehatan gigi kepada anak-anak di panti asuhan.
Kehadiran Aaron dan Esie merupakan bagian dari upaya dari Proyek Senyum Cemerlang (PSC), yang dikelola oleh Non Government Organization (NGO) Projekt Strahlendes Lächeln e.V. di Leipzig, Jerman.
PSC merupakan program sosial yang bertujuan untuk menjaga dan merawat kesehatan gigi dan mulut anak-anak yatim piatu yang tinggal di panti asuhan. Proyek ini telah dilaksanakan di tiga kota di Indonesia, yaitu Makassar, Enrekang, dan Pontianak.
Salah satu fokus utama Aaron adalah memberikan pelajaran Bahasa Inggris secara gratis kepada anak-anak panti asuhan. Ia melihat pentingnya penguasaan Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional dalam mempersiapkan anak-anak untuk berkomunikasi dengan dunia luar.
“Anak-anak juga perlu mempelajari Bahasa Inggris agar bisa berkomunikasi dengan orang dari luar negeri di masa depan,” ungkap Aaron dengan antusias.
Dalam pengajarannya, Aaron mencoba mengajarkan dasar-dasar Bahasa Inggris kepada anak-anak dengan metode yang menyenangkan.
Meskipun ada tantangan dalam perbedaan bahasa antara dia dan anak-anak yang diajar, dia berusaha belajar Bahasa Indonesia untuk memudahkan proses pengajaran.
“Yang menjadi tantangan bagi saya adalah perbedaan bahasa antara saya dengan anak-anak yang diajarkan. Tetapi saya juga terus berupaya untuk belajar memahami Bahasa Indonesia agar lebih mudah mengajarkan anak-anak Bahasa Inggris,” imbuh Aaron.
Esie Hanstein, Anggota Pendiri dan Staf Ahli PSC, menjelaskan bahwa kurangnya kegiatan ekstrakurikuler di panti asuhan mendorong mereka untuk memberikan kursus Bahasa Inggris kepada anak-anak.
Meskipun beberapa anak sudah memiliki pengetahuan dasar Bahasa Inggris, pendekatan perlahan dan sabar diperlukan untuk mengajarkan anak-anak yang usianya masih sangat dini.
“Antusias anak-anak belajar Bahasa Inggris cukup tinggi, dan ini sudah ketiga kalinya kami mengajarkan anak-anak di Panti Asuhan Pepabri,” ungkapnya.
Selain pelajaran Bahasa Inggris, Aaron dan Esie juga memberikan pengajaran tentang kesehatan gigi. Anak-anak diberikan pemahaman tentang cara menyikat gigi yang benar dan mereka berlatih bersama-sama.
Edukasi tentang kesehatan gigi merupakan bagian penting dari program PSC untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan anak-anak panti asuhan.
“Kami ingin mereka benar-benar memahami cara menggosok gigi yang benar supaya mereka tidak asal menggosok gigi,” tegas Esie.
Pada akhir kelas Bahasa Inggris dan sesi kesehatan gigi, anak-anak diberikan apel sebagai simbol gigi yang sehat. Esie mengharapkan agar gigi anak-anak tetap dalam kondisi yang baik sehingga mereka dapat menikmati makanan dengan nyaman.



