triggernetmedia.com – Effendi Simbolon, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), tiba di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-P di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, pada hari Senin (10/7) pukul 12.53 WIB.
Ia datang ke kantor DPP PDI-P untuk merespons panggilan dari Badan Kehormatan Partai terkait pernyataannya yang menyebutkan bahwa Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, cocok untuk memimpin Indonesia.
Effendi tiba dengan menggunakan mobil Alphard hitam dengan nomor polisi B 1316 RFN, begitu tiba, Ia langsung dikerubungi oleh awak media yang menunggu di depan gedung kantor DPP PDI-P. Setelah itu, mobil Effendi masuk ke lobi gedung kantor.
Dari kejauhan, Effendi terlihat turun dari mobil. Namun, ia tidak mengucapkan sepatah kata pun atau melakukan gerakan untuk menyapa awak media segera setelah datang.
Sebelumnya dilaporkan, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-P memanggil Effendi Simbolon ke kantor DPP PDI-P di Jalan Diponegoro, Jakarta, hari ini, Senin. Ketua DPP PDI-P Bidang Kehormatan, Komarudin Watubun, mengatakan bahwa pemanggilan tersebut dijadwalkan pukul 13.00 WIB.
Effendi dipanggil karena pernyataannya yang menyebutkan bahwa Prabowo Subianto merupakan sosok yang tepat untuk memimpin Indonesia, padahal PDI-P sudah menetapkan Ganjar Pranowo sebagai calon presiden.
Pernyataan tersebut disampaikan Effendi saat menghadiri Rakernas Punguan Simbolon dohot Indonesia (PSBI) di Hotel Aryaduta, Menteng, Jakarta Pusat, pada Jumat (7/7).
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P, Hasto Kristiyanto, menyatakan bahwa pihaknya akan memanggil Effendi dalam waktu dekat untuk memberikan penjelasan mengenai pernyataannya.
“Ketua DPP Bidang Kehormatan akan melakukan klarifikasi, karena kami ini kan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sehingga semuanya akan dilakukan klarifikasi partai agar disiplin partai ditegakkan,” ujar Hasto.
Hasto menjelaskan bahwa setelah Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri, menetapkan Ganjar Pranowo sebagai calon presiden, semua kader PDI-P harus bersatu suara.
Jika ada kader yang tidak memberikan dukungan, DPP Bidang Kehormatan PDI-P akan menjalankan tugasnya untuk menegakkan disiplin partai.
“Kedisiplinan partai ini sesuatu yang sifatnya mutlak karena Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan adalah partai ideologi berdasarkan Pancasila dan keputusan sudah diambil sehingga seluruhnya wajib,” kata Hasto.
sumber berita: berbagai sumber



