triggernetmedia.com – Kejaksaan Negari (Kejari) Ketapang dan Dinas Pemuda Olahraga dan Budaya Ketapang menggelar coaching clinic serta pertandingan persahabatan dengan mengundang sejumlah mantan pemain timnas sepakbola dan liga profesional Indonesia ke Kabupaten Ketapang.
Sejumlah pemain yang pernah berada dipuncak karir pesepakbolaan tanah air yang turut hadir dalam kegiatan tersebut diantanya Maman Suryaman, Khair Rifo, Marzuki Nyakmad, Jalalafalah Acmahd Muhariya, Carrasco Gonzales, Mohamadou Tassiou Bako, Yaris Riyadi, M. Roadi dan Anthony Jomah Ballah.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ketapang, Alamsyah mengucapkan terimakasih atas suport para pihak sehingga kegiatah coaching clinic hingga pertandingan persahabatan bersama dengan para pemain eks timnas atau timnas legend bisa terlaksana di lapangan sepakbola Tentemak Ketapang, Kalimantan Barat pada Minggu (18/12/2022).
Melalui egiatan ini diharapkan dapat memotivasi para anak-anak muda, menambah wawasan para pelatih lokal sekaligus menggairahkan sepakbola khususnya di Kabupaten Ketapang.
“Semoga even ke yang kedua kalinya ini tidak sampai disini, tapi ada tindak lanjut ke depan baik dari pemerintah, pihak swasta dan terkait lainnya agar gairah sepakbola terus ada dan akhirnya dapat melahirkan bibit-bibit pemain yang bisa sampai ke tingkat nasional bahkan internasional,” ujar alamsyah.
Sementara itu, Ketua Panitia Coaching Clinic dan pertandingan persahabatan,Fajar Yulianto mengatakan kalau kegiatan bisa terlaksana berkat kerjasama berbagai pihak mulai dari Kejari Ketapang, Aliansi Jurnalis Ketapang, Pemda melalui Dispora, Amo Art dan beberapa pihak lainnya.
“Alhamdulillah semua kegiatan berjalan lancar, mulai dari coaching clinic terhadap pada pelatih sepakbola lokal Ketapang, kemudian coaching clinic terhadap anak-anak hingga pertandingan persahabatan,Timnas Legend ,ASN dan All Star Ketapang semua berjalan lancar,” sambungnya.
Satu diantar pemain timnas legend, Mohamadou Tassiou Bako mengaku baru pertama kali datang ke Ketapang. Dirinya pun mengaku sangat senang melihat antusias masyarakat yang mengikuti berbagai rangkaian coaching clinic tersebut.
“Sebelumnya saya tau kalau ada daerah Ketapang tapi baru kali kesini, pas tiba saya lihat Ketapang tidak kalah dengan provinsi lain,” kata Mohamadou Tassiou Bako.
Bako mengaku untuk bakat pemain tentu perlu kerja keras Pemerintah, Dispora, Askab dalam menciptakannya termasuk salah satunya dengan memberdayakan para pelatih yang ingin mengikuti kursus kepelatihan.
“Itu juga akan memberi dampak positif nantinya dalam perkembangan sepakbola di Ketapang,” jelas Bako.
Sementara itu, legenda sepakbola lainnya, Maman Suryaman menilai antusias dan keseriusan masyarakat Ketapang khususnya anak-anak yang tergabung dalam sekolah sepakbola sangat tinggi. Namun disayangkan, menurutnya kalau hal tersebut tidak dibarengi dengan kompetisi yang memadai.
“Banyak talenta, tapi kompetisi tidak jalan, itu yang jadi persoalan di daerah sehingga pemain kalau tidak merantau atau ke tempat yang banyak kompetisi maka susah maju,” sebutnya.
Maman berharap agar sepakbola semakin hidup harus ada kompetisi yang rutin digelar, atau minimal terlaksana festival atau turnamen antar sekolah sepakbola.
“Harapan saya kedatangan kami menjadi motivasi bagi para pelatih lokal, para anak-anak dan bagi Askab agar ada wadah buat anak-anak dengan program jelas dan kompetisi aktif, jangan sampai tidak ada kompetisi tiba-tiba ada piala soeratin langsung turun tidak ada proses sehingga prestasi juga susah,” tandasnya.




