triggernetmedia.com – Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Mempawah, Adrianus menyatakan menyambut baik dan mendukung realisasi program pemerintah dan swasta, terlebih adanya rencana pembangunan smelter yang merupakan program nasional di Kecamatan Toho.
“Ini harus kita dukung karena dipastikan akan berdampak baik bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, minimal dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat,” ungkapnya pada sosialisasi atau konsultasi publik dalam rangka studi amdal pembangunan Smelter Grade Alumina Refeneri (SGAR) Pemindahan lokasi Red Mud Stocky Yard di Desa Terap. Bertempat di Aula Kecamatan Toho, Rabu (14/12/2022).
Adrianus menegaskan, pembangunan smelter tersebut merupakan program nasional sehingga mau tak mau, suka tidak suka harus diterima semua pihak. Namun pihaknya berharap lebih mengedepankan atau memperhatikan kearifan lokal dalam setiap kegiatan yang akan dilakukan pihak perusahaan agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.
“Seperti menghargai adat dan budaya setempat dengan mengadakan ritual adat sebelum melaksanakan pembangunan misalnya,” ujar Adrianus.
Adrianus meyakinin pembangunan smelter tersebut akan menciptakan lapangan kerja baru, sekaligus menyerap banyak tenaga kerja produktif.
“Ini patutlah kita sambut dan dukung, khususnya bagi masyarakat adat setempat, kita minta pihak perusahaan juga dapat mengakomodir masyarakat kita untuk dapat diberdayakan sebagai tenaga lokal, bukan sekadar jadi penonton nantinya,” tegas Adrianus.
“Sebelum mencari tenaga luar, berdayakanlah masyarakat lokal agar tidak mengundang kecemburuan sosial di tengah masyarakat sekitar area pembangunan,” timpal Adrianus.
Seperti diketahui wacana pembangunan smelter memang sudah lama digaungkan di Kecamatan Toho itu. Namun, hingga kini masih dalam tahap sosialisasi.
“Kami minta perusahaan segera berbenah dan percepat pembangunan, agar masyarakat tidak bertanya-tanya kenapa pembangunan belum juga berlangsung. Apalaggi masyarakat sudah lama menanti. Jangan sampai masyarakat dijadikan tumbal atau alasan keterlambatan padahal masyarakat mendukung program nasional ini. Kalau ada kendala di lapangan, kami selaku masyarakat adat dayak siap membantu,” ujar Adrianus.
Turut hadir Kepala Bidang Lingkungan, Hidup kabupaten Mempawah, Camat Toho, Kapolsek Toho, Danramil Toho, Perwakilan PT. BAI dan PT. Antam, Kepala desa Terap, Junardi, ketua DAD Kecamatan Toho, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda, beserta undangan.




