triggernetmedia.com – Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan menghadiri Rapat Konsolidasi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Kapuas Hulu dengan Pimpinan Anak Cabang Embaloh Hulu, Batang Lupar, Badau, Empanang dan Puring Kencana pada Minggu (10/4/2022).
Kader PDI Perjuangan Kabupaten Kapuas Hulu ini mengatakan selain kegiatan ini sangat penting, kesatupaduan kader secara internal juga harus terus diperkuat.
“Kepemimpinan kita harus kepemimpinan yang membangun organisasi, yang membangun spirit juang kader untuk bekerja. Berpolitik itu juga seni mendengarkan. Ide-ide yang baik didengarkan, dan ide itu dilaksanakan dan diwujudkan sehingga energi positif bisa disebarkan,” kata Bupati Sis.
Kepada seluruh kader PDIP Kabupaten Kapuas Hulu, Bupati Sis mendorong agar terus memperkuat gerakan partai untuk turun ke bawah, gerakan mengakar ke masyarakat.
“Yakinlah jika mengakar ke masyarakat, kita akan selamanya berada di hati masyarakat,” ujarnya.
Ketua DPC PDIP Kabupaten Kapuas Hulu, Yanto, SP menyampaikan, saat ini pihaknya sedang mempersiapkan struktur tingkat desa atau ranting.
“Kita sedang mengorganisir pengurus PDI Perjuangan di tingkat desa, agar pengurus partai dari DPC dan PAC sudah siap turun ke desa-desa untuk penguatan struktur hingga ke tingkat anak ranting. Kita menargetkan pada Pemilu 2024 PDI Perjuangan Kapuas Hulu nantinya bisa meraih satu kursi di setiap daerah pemilihan untuk DPRD Kabupaten Kapuas Hulu.” tutur Yanto, SP
Untuk itu, tambah Yanto, SP, DPC PDIP Kabupaten Kapuas Hulu juga akan membuka penjaringan dan perekrutan calon legislatif di tiap Dapil untuk diusung dalam Pemilu 2024.
Rapat Konsolidasi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kabupaten Kapuas Hulu dengan Pimpinan Anak Cabang Embaloh Hulu, Batang Lupar, Badau, Empanang dan Puring Kencana dipusatkan di gedung serbaguna Desa Janting Kecamatan Badau dalam rangka untuk membahas kesiapan PDI Perjuangan Kabupaten Kapuas Hulu menghadapi Pemilu 2024 dan penguatan struktur partai dari tingkat kecamatan hingga desa atau ranting.



