triggernetmedia.com – Sebanyak 30 Anggota DPRD Kabupaten Melawi periode 2019-2024 resmi dilantik, pada Senin (9/9).
Prosesi pengambilan sumpah/janji para Anggota DPRD Kabupaten Melawi masa bhakti 2019 -2024 itu dipimpin langsung Kepala Pengadilan Negeri Sintang melalui Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Melawi.
Pengambilan sumpah jabatan Anggota Legislatif itu berlangsung di Gedung DPRD Kabupaten Melawi, di Jalan Kota Baru km 7 Nanga Pinoh.
“Pengambilan sumpah janji anggota DPRD Melawi berjalan dengan lancar,” kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat DPRD Melawi, Iiq Pribadi.
Turut hadir Bupati Melawi, Panji dan Wakil Bupati Melawi, Dadi Sunarya beserta forum komunikasi pimpinan daerah.
“Hadir juga sejumlah pimpinan parpol, tokoh masyarakat, tokoh agama, para organisasi masyarakat, kepala desa dan pejabat dilingkungan Pemkab Melawi,” ujar Kabag Humas.
Arsahbinar, satu dari warga Melawi menyatakan menaruh harapan yang besar kepada ke-30 Anggota DPRD Kabupaten Melawi yang baru saja dikukuhkan itu.
Sebab, ada sebanyak 169 desa dan 11 Kecamatan yang perlu didengarkan aspirasinya oleh para legislator terhormat.
“Kita berharap wakil rakyat Melawi yang baru ini, amanah dalam mengemban tugasnya, dan berani menyuarakan dengan lantang dalam menyampaikan aspirasi rakyat. Jangan hanya datang, duduk, dan diam saja di kursi dewan nantinya,” kata Arsahbinar, warga Nanga Pinoh.
Sejumlah tugas dan tantangan bagi anggota DPRD Melawi kedepan, sudah didepan mata. Diantaranya yakni terkait penyusun APBD Melawi 2020 yang masih menjadi PR di legislatif dan pihak eksekutif.
Anggota DPRD Melawi, Widya Rima mengakui bahwa tugas dan tanggungjawab para anggota DPRD tidak ringan.
Dirinya memaklumi, tentunya masyarakat atau konstituen sangat menantikan kiprah anggota dewan terpilih sebagai keterwakilan mereka sebagai penyambung suara masyarakat dan memperjuang aspirasinya.
“Intinya, pihak legislatif dan eksekutif harus bisa harmonis, dalam bersama sama membangun Melawi,” ujar legislator yang sudah tiga periode memperoleh kursi di DPRD Melawi itu.
Widya Rima menilai, diperlukan harmonisasi antar pihak legislatif dan eksekutif. Hal tersebut penting, karena keduanya sama-sama mempunyai beban moral di mata masyarakat.
Dirinya mengajak seluruh Anggota DPRD Melawi lainnya untuk tidak takut dalam menyuarakan kepentingangan rakyat.
“Teruslah memantaskan diri, jangan lelah mengurus masyarakat. Sesuai dengan tugas dan fungsi yang melekat di legislatif berdasarkan amanant undang undang,” katanya.
Dea I Ariz




