Selasa, 26 Mei 2026
Trigger Netmedia
  • Home
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Lifestyle
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
Trigger Netmedia
Home Headline

Kisah Frustrasi Para Pelajar Perempuan yang Dilarang Sekolah oleh Taliban

TriggerNetMedia by TriggerNetMedia
8 Desember 2021
in Headline, Internasional, News, Pendidikan, Sorotan, Sospolhukam
0
1.2k
VIEWS
Share on Facebook

triggernetmedia.com – Sejumlah pelajar perempuan di Afghanistan mengungkapkan keputusasaan mereka karena dikeluarkan dari sekolah, tiga bulan setelah Taliban menguasai negara itu.

“Tidak bisa belajar terasa seperti menghadapi hukuman mati,” kata Meena, 15 tahun.

Related posts

Pemkot Pontianak Sosialisasikan KUHP Nasional kepada ASN

Pemkot Pontianak Sosialisasikan KUHP Nasional kepada ASN

26 Mei 2026
Kamis Pagi IHSG Dibuka Menguat 0,13 Persen ke Level 6.609

Penguatan IHSG Dibayangi Aksi Jual Investor Asing

26 Mei 2026

Meena menyebut bahwa dia dan teman-temannya merasa tersesat dan bingung. Perasaan itu muncul sejak Taliban menutup sekolah mereka di timur laut Provinsi Badakhshan.

“Kami tidak melakukan apa-apa selain urusan rumah tangga. Kami hanya terpaku di satu tempat,” kata Laila, pelajar lainnya yang berumur 16 tahun. Sekolahnya di Provinsi Takhar juga ditutup tepat saat Taliban merebut kekuasaan Agustus lalu.

Sejumlah pelajar perempuan dan kepala sekolah di 13 provinsi menunjukkan frustrasi pada wawancara dengan BBC. Penyebabnya, Taliban melarang remaja perempuan mengikuti pendidikan pada jenjang sekolah menengah.

Perasaan frustrasi itu muncul meski Taliban menjamin akan segera mencabut larangan itu “sesegera mungkin”.

Mayoritas guru yang berbicara kepada BBC belum menerima upah sejak Juni lalu. Mereka berkata, penutupan sekolah begitu berdampak pada pelajar perempuan.

Salah satu konsekuensi larangan itu adalah terjadinya tiga pernikahan di bawah umur yang melibatkan pelajar perempuan.

Seorang kepala sekolah dari Kota Kabul mengaku masih terus berkomunikasi dengan murid-muridnya melalui WhatsApp.

“Mereka benar-benar sedih. Mereka menderita secara mental. Saya mencoba memberi mereka harapan tapi sulit karena mereka dihadapkan pada begitu banyak kesedihan dan kekecewaan,” ujar guru itu.

Sementara itu, tingkat kehadiran pelajar perempuan di sekolah dasar cenderung menurun, menurut laporan sejumlah guru.

Tren itu terjadi walau Taliban telah mengizinkan pelajar perempuan kembali mengikuti pendidikan dasar di sekolah.

Para guru itu berkata, kemiskinan dan masalah keamanan yang terus meningkat membuat banyak keluarga enggan menyekolahkan anak perempuan mereka.

Para pejabat Afganistan sebelumnya menghindari wawancara dan enggan memberi konfirmasi terkait larangan ini.

Namun dalam sebuah wawancara dengan BBC, Wakil Menteri Pendidikan Afganistan, Abdul Hakim Hemat, menegaskan bahwa anak perempuan tidak akan diizinkan bersekolah di sekolah menengah sampai kebijakan pendidikan baru disetujui di tahun baru.

Walau begitu, beberapa sekolah khusus perempuan sudah diizinkan beroperasi usai bernegosiasi dengan pejabat Taliban setempat.

Di kota utara Mazar-i-Sharif di Provinsi Balkh, seorang kepala sekolah mengatakan bahwa saat ini tidak terjadi masalah apapun. Pelajar perempuan pun, kata dia, bersekolah seperti biasa.

Namun seorang siswi lain di kota itu menyebut milisi Taliban yang bersenjata belakangan mendekati pelajar perempuan di jalan-jalan. Milisi itu ingin memastikan rambut dan mulut para pelajar perempuan tidak terlihat.

Akibat kejadian itu, sekitar sepertiga pelajar perempuan di kelasnya berhenti datang ke sekolah.

“Takdir ada di tangan kami ketika kami meninggalkan rumah. Orang-orang tidak tersenyum. Situasinya kacau. Kami menggigil ketakutan,” katanya.

Pemerintah Taliban memerintahkan pelajar laki-laki di sekolah menengah untuk kembali bersekolah pada September lalu. Namun dalam pengumuman itu, Taliban tidak menyebutkan pelajar perempuan.

Kepala sekolah di tiga provinsi berbeda mengaku telah membuka kembali sekolah mereka. Namun sehari setelahnya, pejabat setempat tanpa penjelasan memaksa sekolah itu kembali ditutup.

Pelajar perempuan setiap hari terlihat berdatangan ke gerbang sekolah untuk bertanya kapan mereka kembali diizinkan masuk, kata seorang sumber kepada BBC.

Laila, yang bercita-cita menjadi bidan atau dokter, berkata akan menjaga kebersihan dan kerapian peralatan sekolah di kamarnya. Dia tidak akan membiarkan siapapun menyentuhnya, sembari menunggu saat bisa digunakan kembali.

“Ketika saya melihat pakaian, buku, kerudung, dan sepatu saya, semuanya masih baru dan hanya teronggok di lemari tanpa digunakan, saya menjadi sangat marah. Saya tidak pernah ingin duduk saja di rumah,” katanya.

Adapun Meena ingin menjadi ahli bedah, tapi dia ragu apakah akan diizinkan untuk melanjutkan studinya.

Dia mengingat momen berbaris di taman bermain di sekolah dan tertawa bersama teman-temannya. Saat itu mereka menyanyikan lagu kebangsaan sebelum pergi memulai pelajaran.

“Setiap kali saya memikirkan saat-saat itu, saya merasa sedih dan putus asa tentang masa depan kami,” katanya.

Hemat berkata, situasi yang saat ini terjadi adalah penundaan sementara. Pemerintah, kata dia, akan memastikan “lingkungan yang aman” bagi anak perempuan untuk pergi ke sekolah.

Hemat menekankan perlunya pemisahan pelajar perempuan dan laki-laki. Praktik ini sudah umum diberlakukan di seluruh Afghanistan.

Perempuan sebelumnya dilarang bersekolah dan menempuh pendidikan tinggi saat Taliban menguasai Afganistan pada periode 1996 hingga 2001.

Penutupan yang diberlakukan tahun ini sudah memicu dampak permanen pada kehidupan beberapa pelajar perempuan, kata seorang kepala sekolah di Provinsi Ghazni.

“Setidaknya tiga siswi kami yang berusia 15 tahun ke bawah telah dinikahkan di bawah umur sejak Taliban mengambil alih kekuasaan,” ujarnya.

Kepala sekolah itu cemas praktik itu akan meluas karena banyak keluarga menjadi frustrasi anak-anak perempuan mereka “tidak melakukan apa-apa di rumah”.

Unicef baru-baru ini menyatakan keprihatinan atas tren pernikahan anak yang sedang meningkat di Afghanistan.

Seorang kepala sekolah di Provinsi Ghor tengah menuturkan, penutupan sekolah tidak relevan dibandingkan dengan masalah lain yang dihadapi murid-muridnya.

“Saya pikir banyak siswi kami akan mati. Mereka tidak punya cukup makanan untuk dimakan dan mereka tidak bisa menghangatkan diri. Anda tidak bisa membayangkan kemiskinan itu,” katanya. Dinukil pada laman suara.com.

About Author

TriggerNetMedia

See author's posts

Tags: # Perempuan yang Dilarang Sekolah# Provinsi BadakhshanTaliban
Previous Post

Keji! Bandit Bakar Bus Penuh Penumpang, 30 Orang Tewas

Next Post

1 Anggota KKB Tewas Akibat Kontak Tembak, TNI Temukan Senjata Milik Satgas Koramil

Next Post

1 Anggota KKB Tewas Akibat Kontak Tembak, TNI Temukan Senjata Milik Satgas Koramil

Pemkot Pontianak Sosialisasikan KUHP Nasional kepada ASN

Pemkot Pontianak Sosialisasikan KUHP Nasional kepada ASN

26 Mei 2026
Kamis Pagi IHSG Dibuka Menguat 0,13 Persen ke Level 6.609

Penguatan IHSG Dibayangi Aksi Jual Investor Asing

26 Mei 2026
Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.843 per Dolar AS pada Pembukaan Perdagangan

Ekonom Nilai Pelemahan Rupiah Dipicu Faktor Domestik

26 Mei 2026

Gallery Video

  • DEBAT PUBLIK ANTAR PASANGAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI KABUPATEN KETAPANG TAHUN 2024
    • DEBAT PUBLIK ANTAR PASANGAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI KABUPATEN KETAPANG TAHUN 2024

    • Watch Video

  • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 3
    • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 3

    • Watch Video

  • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 4
    • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 4

    • Watch Video

  • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 5
    • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 5

    • Watch Video

  • KAMPUNG KB MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT
    • KAMPUNG KB MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

    • Watch Video

  • DPRD SAHKAN APBD KABUPATEN MEMPAWAH TA 2021 Rp1,08 TRILIUN
    • DPRD SAHKAN APBD KABUPATEN MEMPAWAH TA 2021 Rp1,08 TRILIUN

    • Watch Video

Advertisement Space Availble

Recent News

  • Pemkot Pontianak Sosialisasikan KUHP Nasional kepada ASN
  • Penguatan IHSG Dibayangi Aksi Jual Investor Asing
  • Ekonom Nilai Pelemahan Rupiah Dipicu Faktor Domestik

PT. KALBAR INFORMASI GROUP (KBIG)

Recent News

Pemkot Pontianak Sosialisasikan KUHP Nasional kepada ASN

Pemkot Pontianak Sosialisasikan KUHP Nasional kepada ASN

26 Mei 2026
Kamis Pagi IHSG Dibuka Menguat 0,13 Persen ke Level 6.609

Penguatan IHSG Dibayangi Aksi Jual Investor Asing

26 Mei 2026
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kode Prilaku Perusahaan Pers
  • Amsi

copyright © 2025 banner 120x600

No Result
View All Result
  • Home
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Lifestyle
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan

copyright © 2025 banner 120x600