triggernetmedia.com – Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji mengapresiasi atas kehadiran Menteri Agama, Fachrul Razi di Kalbar, Jumat (7/2) diPontianak.
Kehadiran orang nomor satu di kemenag RI itu diharapkan membawa berkah dan mendorong Kalbar maju, dan masyarakatnya senantiasa harmonis, sehingga dapat membangun Kalbar dengan baik.
Dihadapan Kemenag RI, Sutarmidji berkomitmen akan membangun Kalbar tanpa pertimbangan etnis dan agama.
Sebab, menurutnya di Kalbar saat ini semua agama ada semua etnis ada.
“Dan kita Alhamdulillah bisa hidup secara rukun. Saya sebagai gubernur maunya membangun Kalbar tanpa pertimbangan etnis dan agama.Semuanya harus adil,” kata Sutarmidji, saat menghadiri Rapat Kerja Pimpinan Kanwil Kemenag di Grand Hotel Mahkota Pontianak, Jumat (7/2).
Sebagai muslim, ujar Sutarmidji, dalam ajaran agama Islam dijelaskan bahwa manusia harus adil kepada semua orang.
“Dan biarkanlah masing-masing keagamaan itu sudah ada yang mengurusnya. Tapi untuk yang Islam program kita yaitu melahirkan 5000 Hafiz selama 5 tahun. Tapi kegiatan pesparawi, pesparani dan kegiatan yang lain-lain juga kita dukung,” ujarnya.
“Pembangunan rumah ibadah juga, mau tempat ibadah Gereja Katolik, Kristen, Islam, Hindu, Budha termasuk yang terakhir itu kita membangun altar untuk saudara-saudara kita yang Konghucu, karena Konghucu ini dulu masuk ke Budha. Akhirnya klenteng jadi viara dan sekarang kita fasilitasi,” sebutnya.
Gubernur Sutarmidji menyebut, ketika tahun 1998memasuki era reformasi, yang kemudian diikuti dengan pengakuan terhadap agama, maka Pontianak itu kota yang paling pertama mencatatkan agama Konghucu di Kartu Tanda Penduduk (KTP).
“Karena saya berprinsip undang-undang nomor 5 tahun 1969 itu mengakui 6 agama bukan 5. Ketika itu Perpu kemudian menjadi undang-undang dan lainnya juga kita fasilitasi,” jelasnya.
“Jadi Kalbar ini perlu kita bangun secara bersama,” ujarnya menambahkan.
Gubernur Sutarmidji juga optimis dalam waktu 5 tahun kedepan Kalbar akan bisa maju dan bisa mengejar ketertinggalan dengan daerah-daerah lain.
Humas



