triggernetmedia.com – Radang sendi atau artritis masih menjadi masalah kesehatan yang banyak dialami masyarakat, terutama kelompok usia dewasa dan lanjut usia. Namun, kondisi ini juga dapat menyerang usia muda apabila tidak diantisipasi sejak dini.
Melalui peringatan Bulan Kesadaran Artritis, RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan sendi dengan mengenali gejala dan menerapkan pola hidup sehat.
Dokter Nihayatus Solikhah mengatakan nyeri sendi sering dianggap sebagai keluhan biasa akibat kelelahan atau faktor usia. Padahal, nyeri yang berlangsung terus-menerus dapat menjadi tanda artritis.
“Jika tidak ditangani dengan baik, artritis dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, menurunkan produktivitas, menyebabkan keterbatasan gerak, bahkan memerlukan biaya pengobatan yang jauh lebih besar,” ujarnya saat memberikan edukasi kepada pengunjung rawat jalan di RSUD SSMA Kota Pontianak, Rabu (20/5/2026).
Menurut Nihayatus, beberapa faktor risiko artritis antara lain berat badan berlebih, kurang aktivitas fisik, usia lanjut, hingga cedera sendi.
Ia menjelaskan jenis artritis yang paling umum adalah osteoartritis akibat keausan tulang rawan seiring pertambahan usia. Selain itu, terdapat artritis rheumatoid, artritis psoriatik, hingga gout.
Untuk mencegah artritis, masyarakat dianjurkan menjaga berat badan ideal dan rutin beraktivitas fisik seperti berjalan kaki, bersepeda, senam ringan, maupun peregangan.
Pola makan sehat juga dinilai penting dalam menjaga kesehatan sendi, seperti memperbanyak konsumsi sayur, buah, ikan, kacang-kacangan, dan air putih.
Sebaliknya, makanan tinggi gula, lemak berlebih, dan makanan olahan sebaiknya dibatasi karena dapat memperburuk peradangan.
“Melalui Bulan Kesadaran Artritis ini, mari tingkatkan kepedulian terhadap kesehatan sendi. Dengan penanganan yang tepat dan pola hidup sehat, nyeri dapat dikendalikan dan aktivitas sehari-hari tetap berjalan optimal,” katanya.




