triggernetmedia.com – Harapan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kalimantan Barat kini hadir melalui Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Program pendidikan gratis ini memberi peluang bagi mereka untuk terus bersekolah dan mewujudkan cita-cita.
Pada Rabu (10/2025), Gubernur Kalbar H. Ria Norsan menyempatkan diri meninjau langsung kegiatan belajar di lokasi sementara Sekolah Rakyat, yang saat ini menggunakan fasilitas Balai Sertifikasi dan Balai Latihan Kerja (BLK). Tahun ajaran baru dimulai dengan pemeriksaan kesehatan serta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Sekolah Rakyat tahap awal menampung 90 siswa dari tiga jenjang pendidikan: SD, SMP, dan SMA. Saat ini, 81 siswa telah terverifikasi, sementara sisanya masih melengkapi persyaratan. Setiap kelas diisi 20–25 siswa agar proses belajar lebih efektif.
“Alhamdulillah, saya melihat langsung kegiatan belajar mengajar berjalan dengan baik. Lokasi ini memang sementara, sampai gedung sekolah permanen selesai dibangun,” ujar Gubernur Ria Norsan. Ia juga menekankan pentingnya kenyamanan siswa, salah satunya dengan wacana pemisahan gedung untuk siswa laki-laki dan perempuan.
Proses pendaftaran sebelumnya dibuka pada 14–17 Juli 2025. Seleksi dilakukan ketat lewat kunjungan rumah oleh 600 petugas SDMPKH agar benar-benar menyasar anak dari keluarga miskin atau rentan.
“Kami tidak ingin ada data fiktif. Semua diverifikasi langsung, jadi hanya anak-anak yang memang layak yang diterima,” tegas Kepala Dinas Sosial Kalbar, Raminuddin.
Meski rekrutmen guru dan kepala sekolah masih menunggu keputusan Kementerian Sosial, tenaga pengajar sementara sudah disiapkan melalui koordinasi dengan Dinas Pendidikan. Sementara pembangunan fasilitas permanen ditargetkan selesai awal Agustus, sehingga pertengahan bulan proses belajar bisa dimulai di lokasi baru.
Program Sekolah Rakyat di Kalbar menjadi langkah nyata untuk membuka akses pendidikan setara bagi semua anak, terutama yang selama ini terbentur masalah biaya.




