triggernetmedia.com – Bank Indonesia (BI) memberi sinyal masih terbukanya kemungkinan penurunan suku bunga acuan (BI rate) setelah empat kali pemangkasan sepanjang 2025. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.
Sejak September 2024, BI menempuh pelonggaran moneter bertahap. Empat kali penurunan masing-masing sebesar 25 basis poin (bps) dilakukan pada Januari, Mei, Juli, dan Agustus 2025.
Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Juli Budi Winantya, menyebut dua faktor utama akan menjadi pertimbangan sebelum BI rate kembali diturunkan:
-
Inflasi terkendali sesuai target yang ditetapkan.
-
Stabilitas nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing tetap terjaga.
“Pelonggaran BI rate bisa mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi tanpa mengganggu stabilitas harga,” jelas Juli.
Optimisme Ekspor dan Tantangan Global
BI juga menyoroti prospek ekspor nasional yang tetap cerah meski ketidakpastian perdagangan global masih ada. Posisi tarif Indonesia dan mitra dagang utama relatif rendah dibanding negara lain, sehingga ekspor diyakini tetap kuat.
Meski begitu, BI tetap mewaspadai risiko tambahan seperti tarif transhipment, yang berpotensi memengaruhi arus perdagangan.
Dengan ruang untuk penurunan suku bunga dan prospek ekspor yang solid, langkah BI diyakini bisa menjadi pemacu pertumbuhan ekonomi di sisa tahun 2025.




