triggernetmedia.com – Pejabat tinggi kemanusiaan PBB menyebut krisis pangan di Jalur Gaza sebagai “bencana kelaparan dunia” yang seharusnya bisa diprediksi dan dicegah. Tom Fletcher, Kepala Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), menegaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh penghalangan bantuan kemanusiaan oleh Israel.
“Ini adalah kelaparan yang secara terbuka dipromosikan oleh beberapa pemimpin Israel sebagai senjata perang. Ini adalah kelaparan yang kita semua saksikan,” kata Fletcher dalam konferensi pers di Jenewa.
Menurutnya, stok makanan menumpuk di perbatasan akibat hambatan sistematis, hanya berjarak ratusan meter dari lahan subur. Situasi ini membuat warga Gaza berada dalam dilema tragis.
“Memaksa orang tua memilih anak mana yang diberi makan, atau mempertaruhkan nyawa demi mencari makanan,” tegasnya.
Fletcher menyerukan gencatan senjata segera, pembukaan semua jalur penyeberangan, serta distribusi bantuan tanpa hambatan dalam skala besar.
“Cukup sudah. Akhiri aksi pembalasan,” tambahnya.
Pernyataan ini muncul setelah Klasifikasi Fase Keamanan Pangan Terpadu (IPC) resmi mengonfirmasi adanya kelaparan di Kegubernuran Gaza, salah satu dari lima wilayah di Jalur Gaza.
Sejak Oktober 2023, lebih dari 62 ribu warga Palestina tewas akibat serangan Israel.




