triggernetmedia.com – Di tengah gemerlapnya kota Sydney, terdapat sebuah distrik kecil yang menjadi oase bagi umat Muslim Australia.
Terletak di wilayah barat daya kota, Lakemba adalah tempat di Australia yang menghadirkan beragam kebutuhan hidup umat Muslim, terutama bulan Ramadan.
Saat Ramadan, semangat dan kehangatan di Lakemba semakin terasa, khususnya setelah Matahari tenggelam.
Ruas-ruas utama seperti Haldon Street dan Railway Parade berubah menjadi tempat yang ramai, di mana pedagang makanan halal membuka lapak mereka.
Irwan Julaga, seorang penduduk Sydney, menceritakan pengalamannya selama Ramadan di Lakemba.
Baginya, tinggal di kawasan ini memberikan kenikmatan tersendiri, terutama dengan adanya Lakemba Ramadan Market.
“Setiap malam selama Ramadan, jalan utama ditutup dan diubah menjadi area food street, di mana wisatawan lokal dan internasional bersama-sama menikmati aneka kuliner yang tersedia,” ujar Julaga saat diwawancarai Trigger melalui medsos, Jumat (5/4).
Tak hanya itu, Lakemba juga menjadi pusat kegiatan keagamaan selama bulan suci Ramadan.
Suara takbiran keliling menggema setiap tahunnya, sementara Lakemba Mosque, masjid terbesar di Australia, selalu ramai saat Sholat Tarawih.
Kegiatan Pesantren Kilat juga diadakan oleh komunitas Indonesia Ashabul Kahfi Islamic Center saat Ramadan.
Bagi para pecinta kuliner, Lakemba juga menjadi destinasi utama. Berbagai macam makanan dari berbagai budaya dapat ditemukan.
Kuliner Indonesia, terutama Sate Madura, menjadi favorit yang selalu ramai pembeli setiap malamnya.
Antrian panjang tak membuat para penggemar kuliner itu berkecil hati, karena kelezatan sate Madura tersebut patut dinantikan.

Julaga sendiri merupakan contoh hidup dari keragaman budaya.
Meskipun berasal dari Pontianak, Indonesia, Julaga telah tinggal di Australia selama 18 tahun.
Awalnya datang untuk menimba ilmu, kini ia telah menetap dan memiliki keluarga di sana.
Bersama istrinya, Liza, seorang perawat. Tiga anak yang dimilikinya disekolahkan di sekolah Islam swasta.
Namun, meskipun sudah menjadi bagian dari komunitas Muslim di Australia, Julaga tak pernah lupa akan suasana Ramadan di tanah airnya.
Ia kerap merindukan momen berburu takjil saat ngabuburit di Pontianak dan suasana hikmat saat Sholat Tarawih bersama keluarga dan tetangga.
“Berburu takjil dan tarawih yang sulit dilupakan. Tapi sekarang semenjak Lakemba sudah ada budaya takjil rasa kangen kampung mulai sedikit terobati,” tutup Julaga.

