triggernetmedia.com – Dokter muda, Muhammad Rivaldo, memberikan penyuluhan tentang Japanese Encephalitis (JE) kepada 20 pasien dan pengunjung di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak, Senin (11/12).
JE, sebuah penyakit infeksi virus yang ditularkan oleh nyamuk, telah menjadi penyebab utama radang otak di sebagian besar Asia dan sebagian Pasifik Barat, termasuk di Indonesia.
Menurut Rivaldo, gejala radang otak ini muncul antara 4-14 hari setelah gigitan nyamuk dengan gejala utama seperti demam tinggi mendadak, perubahan status mental, gejala gastrointestinal, sakit kepala, serta gangguan berbicara dan berjalan secara gradual.
“Dalam penularannya, virus hanya terdapat pada nyamuk, babi, atau burung rawa. Manusia dapat tertular virus bila digigit oleh nyamuk Culex tritaeniorhynchus yang terinfeksi. Nyamuk ini aktif pada malam hari dan banyak ditemui di persawahan serta area irigasi,” ujar Rivaldo.
Faktor risiko peningkatan penularan JE termasuk peningkatan populasi nyamuk pada musim hujan, kurangnya antibodi spesifik JE baik dari imunisasi maupun secara alami, tinggal di daerah endemik JE, serta tidur tanpa menggunakan kelambu.
Walau belum ada obat khusus untuk mengatasi infeksi JE, vaksinasi dapat mencegahnya. “Di Indonesia, program imunisasi JE telah dilaksanakan dengan sasaran anak usia 9 bulan hingga 15 tahun.
Untuk perlindungan jangka panjang, booster dapat diberikan setiap 1-2 tahun,” tambahnya.



