triggernetmedia.com – UPT Pusat IPTEK dan Bahasa Kota Pontianak menggelar dua lomba menarik bagi peserta didik tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kota Pontianak. Lomba ini menjadi bagian dari upaya untuk melestarikan budaya bahasa Melayu dan mengembangkan minat anak-anak terhadap bahasa tersebut.
Sebanyak 52 pelajar SD telah mendaftar untuk mengikuti lomba berceloteh dalam bahasa Melayu, sementara 9 tim mendaftar untuk lomba bertundang, yang juga dikenal sebagai lomba pantun berdendang. Lomba tersebut mencapai tahap final di Lantai 2 Pontianak Convention Center (PCC), Selasa (26/9).
Menurut Rosalina, Kepala UPT Pusat IPTEK dan Bahasa Kota Pontianak, lomba ini bertujuan untuk mencari enam peserta terbaik.
“Kami sekarang menggelar final lomba untuk mencari enam terbaik, yaitu harapan 3, 2 dan 1 kemudian juara 3, 2 dan juara 1,” ungkapnya.
Rosalina juga menjelaskan bahwa tahun sebelumnya, mereka melaksanakan agenda yang sama dengan lebih banyak kategori lomba. Namun, tahun ini terdapat keterbatasan anggaran yang menjadi alasan mengapa lomba lainnya tidak dapat dilaksanakan.
Pengumuman pemenang lomba ini dijadwalkan akan disampaikan pada pekan pertama atau kedua bulan Oktober mendatang.
Kriteria penilaian dalam lomba ini mencakup penggunaan bahasa Melayu dengan bobot 30 persen serta penampilan dengan bobot 20 persen.
Dalam penilaian penggunaan bahasa Melayu, beberapa indikator yang dinilai adalah diksi, ritme, dan intensitas penggunaan bahasa, sementara penampilan meliputi kepercayaan diri, kostum, interaksi dengan penonton, serta penggunaan properti.
Rosalina menekankan bahwa kedua lomba ini diadakan untuk mendukung upaya melestarikan budaya bahasa Melayu sejak usia dini dan untuk menumbuhkan minat anak-anak terhadap bahasa tersebut.
“Kami juga akan menilai vokal mereka, apakah jelas dan lantang serta sesuai dengan tema yang disampaikan,” tambahnya.



