triggernetmedia.com – Upaya menjaga kadar kolesterol tak bisa hanya mengandalkan pola makan sehat. Dalam banyak kasus, penggunaan obat justru menjadi kunci untuk mengendalikan kadar kolesterol dalam tubuh.
Apoteker Bonita Dwi Anggreini mengatakan, kondisi Hiperkolesterolemia sering kali tidak menimbulkan gejala, namun berpotensi memicu penyakit serius seperti Penyakit Jantung Koroner dan Stroke.
“Deteksi dini melalui pemeriksaan darah rutin sangat penting agar penanganan bisa dilakukan tepat waktu,” ujarnya saat memberikan edukasi di RSUD SSMA Kota Pontianak, Rabu (8/4/2026).
Salah satu terapi yang umum digunakan adalah obat golongan statin. Obat ini bekerja menurunkan kadar LDL (kolesterol jahat) sekaligus membantu meningkatkan HDL (kolesterol baik).
Beberapa jenis yang kerap diresepkan antara lain Simvastatin, Atorvastatin, dan Rosuvastatin.
Namun, penggunaan obat tidak boleh sembarangan. Bonita mengingatkan konsumsi harus sesuai anjuran dokter agar efektif dan aman.
Efek samping tetap perlu diwaspadai, mulai dari gangguan pencernaan, nyeri otot, hingga gangguan fungsi hati. Jika gejala muncul dan mengganggu, pasien disarankan segera berkonsultasi.
Selain obat, perubahan gaya hidup tetap menjadi fondasi utama. Olahraga rutin, berhenti merokok, serta menghindari makanan tinggi lemak jenuh dan trans menjadi langkah penting.
“Kolaborasi antara obat dan pola hidup sehat akan membantu menjaga keseimbangan kolesterol sekaligus menekan risiko penyakit kardiovaskular,” kata Bonita.




