triggernetmedia.com – Kabar duka datang dari Hong Kong. Kementerian Luar Negeri RI mengonfirmasi dua Warga Negara Indonesia (WNI) meninggal dalam kebakaran besar yang melanda kompleks perumahan Wang Fuk Court di Tai Po, Rabu waktu setempat. Insiden ini menjadi salah satu kebakaran paling mematikan di Hong Kong dalam beberapa dekade terakhir.
Konsulat Jenderal RI (KJRI) Hong Kong terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memastikan penanganan seluruh WNI terdampak.
“Dari koordinasi intensif KJRI Hong Kong dengan kepolisian, diperoleh informasi hingga saat ini ada dua WNI dinyatakan meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka,” demikian keterangan resmi Kemlu RI di Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Seluruh korban merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor domestik.
KJRI Buka Tempat Singgah dan Hubungi Keluarga Korban
Sebagai langkah darurat, KJRI Hong Kong membuka tempat singgah di kantor perwakilan bagi WNI yang kehilangan tempat tinggal serta menyediakan bantuan logistik. Komunikasi dengan pihak rumah sakit, otoritas setempat, dan agen penyalur ketenagakerjaan juga dilakukan untuk memberikan pendampingan lanjutan.
KJRI telah menghubungi keluarga para korban untuk menyampaikan kabar duka dan memastikan mereka memperoleh informasi yang jelas mengenai proses penanganan.
“KJRI Hong Kong telah menghubungi keluarga WNI terdampak guna menyampaikan keprihatinan dan belasungkawa yang mendalam,” ujar Kemlu RI dalam pernyataannya.
Saat ini, proses repatriasi kedua jenazah sedang dikoordinasikan, termasuk pemenuhan hak-hak korban sebagai pekerja migran.
Korban Tewas Capai 36 Orang, 279 Masih Hilang
Kebakaran di Wang Fuk Court menelan sedikitnya 36 korban jiwa, termasuk seorang petugas pemadam kebakaran. Sebanyak 29 orang dirawat di rumah sakit, tujuh di antaranya dalam kondisi kritis. Laporan terbaru juga menyebutkan 279 orang masih dinyatakan hilang.
Menurut laporan South China Morning Post, api melahap tujuh blok apartemen di kompleks tersebut. Tiga blok hangus total, sementara empat blok lainnya mengalami kerusakan bervariasi.




