triggernetmedia.com – Pontianak kembali memikat wisatawan lewat fenomena alam kulminasi matahari yang dikenal sebagai Pesona Tanpa Bayangan. Saat matahari tepat berada di garis Khatulistiwa, bayangan benda menghilang sejenak. Suasana makin meriah dengan atraksi tradisional, seperti mendirikan telur, menyumpit, hingga memanah.
Salah satu pengunjung, Max (20) dari Berlin, Jerman, mengaku takjub menyaksikan fenomena langka itu di Tugu Khatulistiwa. “Acara ini sangat unik, orang-orangnya ramah, dan makanannya enak sekali. Saya benar-benar senang bisa berada di sini,” ungkap mahasiswa Humboldt University of Berlin yang hadir bersama dosennya, Esie Hanstein.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menilai kehadiran tamu dari berbagai daerah hingga luar negeri semakin menguatkan posisi Pontianak sebagai Kota Khatulistiwa. Ia berharap event ini bisa menjadi motor pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus memperluas citra positif kota di kancah nasional maupun internasional.
Apresiasi juga datang dari Kepala Disporapar Kalbar, Windy Prihastari. Menurutnya, festival tahunan ini berkembang pesat dengan inovasi dan kreativitas baru setiap tahun. Ia optimistis momen kulminasi kembali masuk Karisma Event Nusantara Kemenparekraf. “Pariwisata Kalbar terus menunjukkan tren positif. Jumlah wisatawan meningkat, lama tinggal bertambah, dan dampak ekonominya terasa bagi hotel, restoran, hingga UMKM,” ujarnya.
Windy menambahkan, dibukanya penerbangan internasional membuka peluang lebih luas. Dengan pengemasan paket wisata yang menarik serta dukungan digital marketing, ia yakin Pontianak semakin dikenal dunia. “Apalagi kulminasi matahari di Tugu Khatulistiwa adalah daya tarik yang benar-benar unik,” pungkasnya.




