triggernetmedia.com, PONTIANAK – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi meresmikan 80.081 Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih secara serentak di seluruh Indonesia. Peresmian ini dipusatkan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dan disiarkan langsung ke seluruh daerah, termasuk Kota Pontianak.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, bersama Wakil Wali Kota Bahasan dan jajaran Forkopimda, turut menyaksikan acara peresmian tersebut secara daring dari Aula Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Kantor Wali Kota.
“Di Kota Pontianak ada 29 koperasi, enam di antaranya sudah memiliki izin usaha melalui OSS (Online Single Submission). Sisanya, 23 koperasi sedang dalam proses perizinan,” ujar Edi.
Kopdes Merah Putih Diharapkan Jadi Penopang Ekonomi Warga
Edi menjelaskan, pihaknya masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat terkait operasional koperasi, termasuk sistem kepengurusan, perlengkapan usaha, dan aspek administrasi. Ia menyebut ada antusiasme masyarakat untuk segera memanfaatkan layanan koperasi, termasuk akses pinjaman.
“Banyak yang sudah bertanya, apakah sudah bisa meminjam. Kami sedang mengumpulkan informasi lebih lanjut agar operasional koperasi berjalan sesuai aturan,” tambahnya.
Segera Koordinasi dengan Bank Himbara
Guna mendukung akselerasi permodalan koperasi, Pemerintah Kota Pontianak berencana menggelar rapat teknis bersama bank anggota Himbara (Bank Mandiri, BRI, BTN, dan BNI) serta kementerian terkait. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo yang ingin koperasi menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan.
“Kami akan koordinasi dengan bank-bank penyalur dana koperasi. Prinsipnya, koperasi ini harus hadir untuk membantu rakyat kecil dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari maupun modal usaha,” jelas Edi.
Manfaat Nyata bagi Warga Kelas Menengah Bawah
Kopdes Merah Putih, kata Edi, diharapkan dapat menghadirkan barang berkualitas dengan harga terjangkau, serta menyediakan akses keuangan yang lebih mudah, termasuk pinjaman usaha mikro.
“Ini akan berdampak pada peningkatan produktivitas warga, terutama pelaku UMKM dan masyarakat kelas menengah ke bawah,” pungkasnya.




