triggernetmedia.com – Presiden Vladimir Putin raih kemenangan dalam pemilihan umum Rusia yang digelar baru-baru ini, memperoleh dukungan sebesar 87 persen suara.
Menurut lembaga survei Public Opinion Foundation (FOM), hasil ini menjadikan Putin sebagai presiden Rusia hingga setidaknya tahun 2030 mendatang.
Para pendukung bersorak sorai dan meneriakkan nama Putin saat dia menyampaikan pidato kemenangannya di markas kampanye di Moskow.
Putin menyatakan terima kasih kepada rakyatnya atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan selama ini.
Namun, reaksi dari negara-negara Barat terhadap hasil pemilu ini cukup berbeda.
Amerika Serikat, Inggris, Jerman, dan beberapa negara Barat lainnya menolak hasil pemilu Rusia, menyebutnya sebagai hasil yang tidak adil dan curang.
Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih mengecam tindakan Putin yang dinilai telah memenjarakan lawan politik dan menghalangi kandidat lain untuk mencalonkan diri.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Inggris David Cameron menegaskan bahwa pemilu tersebut tidak mencerminkan prinsip-prinsip pemilihan umum yang bebas dan adil.
Di Ukraina, Presiden Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa kecurangan dalam pemilu Rusia tidak memiliki legitimasi dan tidak dapat dibenarkan.
Putin sendiri menyinggung sejumlah protes di dalam negeri yang menentang hasil pemilu.
Dia menegaskan akan mengambil langkah hukum terhadap siapa pun yang merusak surat suara pemilu.
Meskipun demikian, kemenangan telak Putin di pemilu Rusia 2024 menegaskan dominasinya dalam politik Rusia, menjadikannya pemimpin paling lama berkuasa setelah diktator Uni Soviet Joseph Stalin.




