triggernetmedia.com – Deklarasi Open Defecation Free (ODF) atau Stop BABS (Buang Air Besar Sembarangan) di Desa Kerohok dan Desa Mengkunyit Kecamatan Mandor Kabupaten Landak dipusatkan di Halaman SD Negeri 16 Kerohok, Kecamatan Mandor. Jum’at (17/11).
Dalam sambutannya, Pj. Bupati Landak, Samuel, mengapresiasi Kepala Desa Kerohok dan Kepala Desa Mengkunyit beserta jajarannya yang telah mengedukasi sekaligus mengimbau seluruh warganya agar tidak buang air besar sembarangan.
“Artinya sudah bertambah lagi desa yang bisa memenuhi atau menyediakan 100 persen jamban sehat atau toilet bagi warganya. Dengan deklarasi hari ini berarti dari 156 desa di Kabupaten Landak, pada hari ini bertambah 2 desa dan sekarang menjadi 4 desa yang sudah ODF,” kata Samuel.
Samuel menyebut, masih banyak desa-desa lain yang belum bisa menyediakan jamban sehat secara menyeluruh bagi masyarakatnya.
“Terkait jamban ini, ini sebenarnya adalah kebutuhan masyarakat pribadi. Jadi dalam setiap rumah sudah seharusnya dan wajib untuk menyediakan jamban atau toilet,” ujarnya.
“Namun yang terjadi masih banyak yang buang air sembarangan di kali, sungai, hutan, dimana-mana. Ini sebenarnya membuat lingkungan menjadi kotor dan tidak sehat. Kalau sudah seperti itu bisa mengancam kesehatan warga sekitar,” sambung Samuel.
Dirinya mengajak semua pihak untuk memprioritaskan untuk Stop Buang Air Besar Sembarangan ini. Masyarakat yang mampu dan berpendidikan, apalagi ASN diharapkan untuk memberikan contoh dan memberikan pembinaan serta dorongan kepada yang lainnya untuk penyediaan jamban ini.
“Jangan sampai malah ASN tersebut tidak memiliki jamban atau ikut membuang air besar sembarangan,” pesan Samuel.
Samuel juga mengapresiasi kepada semua pihak, terutama dari OPD terkait dan leading sector yang telah mengawal dan melakukan pembinaan dari perencanaan sampai pelaksanaan sehingga kegiatan pelaksanaan deklarasi ini bisa berjalan.
“Terimakasih kepada Forkopicam Mandor yang telah turun langsung untuk memberikan pemahaman, pengertian dan melakukan sosialisasi untuk mengatasi buang air besar sembarangan ini,” ucapnya.
Selaij itu, desa-desa lainnya di Kecamatan Mandor diharapkan bisa mendorong warganya untuk membuat toilet atau jamban di rumah masing-masing, sehingga seluruh desa di Kecamatan Mandor ini bisa 100 persen menyediakan jamban atau toilet di rumahnya.
“Bagi yang mampu, jangan lah menunda-nunda atau menunggu bantuan dari pemerintah atau pihak manapun karena ini merupakan keperluan sendiri, bangunlah sendiri, laksanakan sendiri. Sehingga dana yang ada di desa, kecamatan, dan di kabupaten bisa digunakan untuk pembangunan lainnya, bisa untuk membantu warga lainnya yang benar-benar tidak mampu,” pesan Samuel.
Ia berpesan kepada semua perangkat-perangkat terutama perangkat desa untuk terus melakukan sosialisasi agar semua bisa menjaga lingkungannya.
“Semoga deklarasi yang dilakukan pada hari ini tidak hanya deklarasi semata tetapi tetap dilaksanakan. Mari kita bersama sama menciptakan lingkungan hidup yang bersih. Kalau lingkungan kita sehat dan bersih, anak-anak kita akan sehat dan tumbuh dengan baik juga pintar. Mereka sekolah nyaman, sehat. Bisa menerima pelajaran dengan baik. Semuanya akan positif, semuanya akan berjalan dengan baik,” harapnya.
“Saya sangat bangga dan senang bahwa di Desa Kerohok dan Desa Mengkunyit ini bisa menyambut dengan cepat anjuran atau himbauan dari pemerintah untuk membantu dan memfasilitasi masyarakatnya sehingga hari ini bisa kita deklarasikan. Saya yakin tidak begitu lama desa-desa lainnya juga akan mengikuti. Harapan saya nanti setelah ini akan ada lagi deklarasi untuk desa-desa lainnya,” timpal Samuel.
Samuel juga berpesan kepada kepala desa lainnya untuk proaktif untuk memberikan atau mendorong warganya agar bisa menyediakan jamban sehat atau toilet di rumahnya masing-masing.
“Jadi prinsipnya adalah niat dan kemauan. Itu saja. Jika hanya berupa himbauan saja namun tidak di realisasikan maka tidak akan menjadi apa-apa. Sekali lagi ini merupakan kerjasama seluruh masyarakat. Tidak bisa hanya mengharapkan dari satu saja. Ini merupakan usaha dan kerja kita bersama. Pemerintah tetap akan mencoba memberikan pelayanan terbaik untuk pelayanan kesehatan masyarakat,” kata Samuel.
Masyarakat juga diingatkan soal penyakit DBD atau demam berdarah. Menurutnya, kasus penyakit tersebut sudah menjadi wabah se-Kalimantan Barat karena pergantian musim.
“Di beberapa kabupaten sudah mendeklarasikan DBD atau demam berdarah sebagai KLB atau Kejadian Luar Biasa. Khusus untuk di Kabupaten Landak, kita juga mengalami hal yang sama. Sampai dengan saat ini yang sudah terkena penyakit DBD atau demam berdarah ini sudah ada 140 orang yang dirawat dan dari 140 kasus ini sudah ada 9 orang yang meninggal dunia. Angkanya cukup tinggi di Kabupaten Landak,” ungkap Samuel.
Masyarakat diharapkan menjaga lingkungannya agar tetap bersih dan jangan sampai ada genangan-genangan air yang dapat menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk aedes aegypti tersebut.
“Kita cukup prihatin dengan kondisi ini. Diharapkan kepada bapak ibu supaya lingkungan sekitarnya dibersihkan dan jangan sampai ada genangan-genangan air di kaleng-kaleng bekas atau ember-ember bekas karena tempat-tempat tersebut merupakan tempat berkembang biaknya nyamuk. Kita harus peduli dan menjaga lingkungan rumahnya masing-masing. Kemudian jika bapak ibu melihat ada anaknya atau keluarganya yang demam, janganlah dibiarkan. Segera diperiksa ke puskesmas. Jika belum sembuh juga bisa dibawa ke rumah sakit,” pungkas Samuel.
Turut hadir Forkopimda Kabupaten Landak atau yang mewakili, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Landak, Kepala OPD terkait, Forkopicam Mandor, Pj. Ketua TP. PKK Kabupaten Landak, TP. PKK Kecamayan Mandor, Kepala Desa Kerohok, Kepala Desa Menkunyit, Kepala Puskesmas Mandor, Kepala Sekolah SD Negeri 16 Kerohok beserta undangan lainnya.
Sumber : Diskominfo Landak




