triggernetmedia.com – Memasuki hari ketiga kunjungan kerjanya di wilayah Kalimantan Barat, Pj. Gubernur, Harisson memulai kunjungannya di Kabupaten Sintang, Jumat (13/10).
Bersama Bupati Jarot Winarno, mereka meninjau pelaksanaan operasi pasar murah di Pasar Masuka, Kelurahan Kapuas Kanan Hilir. Kunjungan ini bertujuan untuk mengecek ketersediaan sembako bagi masyarakat serta memantau harga jual sembako kepada para pedagang dalam upaya pengendalian inflasi.
Harisson mengungkapkan perhatiannya terhadap perubahan harga beberapa komoditas, khususnya timun.
“Dua minggu yang lalu harga timun di Sintang sempat naik, tapi sekarang sudah turun dan itu karena memang pasokan dari petani lokal berkurang yang disebabkan oleh musim kemarau, tapi sekarang pasokan sudah bagus, harga timun pun mulai dari 5 ribu sampai 8 ribu per kilo,” ungkap Harrison.
Selain timun, Harisson juga fokus pada pemantauan harga beras, yang telah diberikan peringatan oleh pemerintah pusat untuk selalu dimonitor.
“Kami juga memantau harga beras di pasar, untuk stok beras sampai bulan Desember di Kalimantan Barat sangat aman, jadi tidak ada permasalahan stok beras di Kalimantan Barat,” tambahnya.
Dalam pelaksanaan operasi pasar yang diadakan oleh Perum Bulog, sejumlah komoditas penting disediakan untuk masyarakat.
Ada 10 ton beras medium yang dijual dengan harga Rp 55.000 per karungnya, dan 500 kilogram beras premium yang dijual dengan harga Rp. 140.000 per karung. Selain itu, tersedia pula 150 kilogram gula pasir dengan harga Rp 14.500 per kilogram, dan 200 liter minyak goreng dengan harga Rp 16.500 per liternya.





