triggernetmedia.com – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, beserta Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, mengunjungi posko Polri Presisi Peduli Stunting di Gedung Medik Sentral Rumah Sakit Bhayangkara Pontianak, Jumat (1/9). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka meninjau upaya penanganan permasalahan gizi terhadap ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak stunting.
Kegiatan Polri Presisi Peduli Stunting merupakan salah satu langkah yang diambil oleh Polri dalam upaya mengatasi masalah stunting dengan melakukan pemantauan gizi serta memberikan edukasi kepada ibu hamil dan ibu menyusui agar mereka dapat menghindari stunting.
Permasalahan stunting, yang mengakibatkan pertumbuhan fisik dan kognitif yang tidak optimal pada anak-anak, perlu dipantau sejak dalam kandungan. Hal ini mencakup pemantauan berat badan janin untuk memastikan bahwa angkanya berada dalam batas normal.
Selain pemantauan gizi, Polri Presisi Peduli Stunting juga memberikan edukasi kepada para ibu hamil terkait pola makan dan pola asuh anak.
“Kami mengedukasi perilaku, baik perilaku ibu hamil maupun keluarga, mulai dari masa kehamilan hingga kelahiran anak,” ungkap Gubernur.
Gubernur Kalimantan Barat ini juga menghimbau agar semua pihak aktif dan peduli dalam memberikan gizi yang cukup bagi ibu hamil yang terpantau memiliki berat janin di bawah rata-rata.
“Ada kasus ibu hamil yang janinnya hanya memiliki berat 1,7 Kg setelah beberapa bulan. Mereka perlu mendapatkan asupan gizi yang memadai, dan jangan biarkan hingga saat kelahiran beratnya masih di bawah 2,5 Kg,” tambahnya.
Selanjutnya, Sutarmidji menekankan pentingnya mendidik orang tua dan keluarga dalam memberikan makanan dengan gizi yang cukup kepada anak-anak serta rutin memeriksakan kesehatan dan perkembangan anak.
“Upaya penanganan stunting saat ini tidak hanya berfokus pada kebutuhan fisik anak, tetapi juga pada perubahan perilaku orang tua yang memiliki anak dengan stunting. Kami mengajak mereka untuk lebih aktif dan peduli terhadap pertumbuhan anak,” tutupnya.




